Melaui Planter Craft, Faldi Adisajana Raih Juara II WMM Nasional

Faldi Adisaja, juara II Wirausaha Muda Mandiri 2015

YOUNGSTER.id - Berkat “Planter Craft”, mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Unpad, Faldi Adisajana berhasil meraih juara II Wirausaha Muda Mandiri (WMM) tingkat nasional Kategori Mahasiswa di Bidang Usaha Kreatif.

Penghargaan ini ia raih pada 8 Maret 2016 lalu di Yogyakarta. “Planter Craft” merupakan bisnis yang ia tekuni selama hampir satu tahun terakhir. Bisnis kreatif yang ia tekuni ini bergerak di sektor kerajinan kayu dan tanaman hias, dengan ikon utama berupa boneka lumut.

“Ini merupakan pelopor boneka tanaman dengan media lumut. Mengapa memilih media lumut, karena selain dapat menjaga kelembabannya, juga unik,” klaim Faldi, seperti dikutip dari laman Unpad, Senin (14/03).

Media lumut tersebut bukan hanya sekadar menjadi media tanam bagi tanaman hias, tetapi juga menjadi “badan” dan “kepala” dari si boneka. Dengan teknik dan komposisi tertentu, lumut dibentuk menjadi bulat, sehingga disamping dapat menjadi media tanam yang baik, juga agar menarik untuk dilihat.

“Ini permainan kreatif. Benar-benar main seni, karena sulit. Kami sudah beberapa kali mengadakan workshop, jarang ada yang bisa bikin bulat,” ujar Faldi.

Dengan media lumut ini, tanaman akan terus tumbuh dan hidup. Bahkan jika tanaman terus berkembang, dapat dipindahkan ke media tanam yang lain. Untuk boneka lumut, biasa ia tanam sukulen dan kaktus. Faldi pun seringkali menerima permintaan konsumen yang ingin menjadikan boneka ini sebagai souvenir dari acara pernikahan atau ulang tahun.

Selain boneka lumut dengan tanaman sukulen dan kaktus, tanaman hias lain seperti anggrek, kastuba, dan begonia juga dapat diaplikasikan dengan media bola lumut yang lebih besar. Biasanya, tanaman ini digunakan untuk dekorasi ruangan di acara-acara tertentu.

Menurut Faldi, potensi tanaman hias di Indonesia sangat tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Ia ingin, tanaman hias yang kelihatannya “sepele” dapat menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah.

“Yang biasa tanaman ada di pot-pot kecil, yang memiliki nilai ekonomis yang rendah, setelah kita inovasikan dan membuat sesuatu yang kreatif menjadi boneka, jadi memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” tutur Faldi.

Bermula dari kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha 2015, bisnis ini pun semakin berkembang seiring dengan semakin meningkatnya permintaan pasar. Faldi pun sering diminta untuk mengisi stan di expo atau menjadi narasumber di sejumlah acara terkait bisnisnya ini. Reaksi positif bukan hanya dari dalam negeri, bahkan hingga mancanegara. Setidaknya, sudah dua kali Faldi diundang untuk mengisi acara bisnis kreatif di tingkat internasional. Namun tidak semua undangan tersebut dapat ia penuhi.

Diklaim Faldi, dalam sebulan ia dapat menjual lebih dari seribu produk. Selain melakukan penjualan secara langsung, penjualan juga dilakukan secara online. Salah satu alat pemasarannya adalah pemesanan secara online melalui instagram.com/plantercraftbdg.

Menurut Faldi, boneka lumutnya tidak hanya untuk target konsumen di usia tertentu. Dari kalangan anak hingga dewasa, banyak yang menyukai boneka lumutnya ini.

Untuk mengembangkan “Planter Craft”, saat ini Faldi telah menggandeng para petani di Lembang, yang kemudian ia sebut sebagai petani lumut. Menurutnya, untuk menghasilkan produk ini tidak sembarang lumut dapat digunakan. Bahkan, Faldi meminta spesifikasi lumut tertentu untuk dikembangkan petani di sana.

Melalui bisnisnya ini, Faldi juga telah meraih berbagai prestasi. Diantaranya yaitu Juara III Piala Kemenetrian Koperasi dan Usaha Menengah RI (Februari 2016), Juara II Business Development Plan Competition Klinik Pembiayaan Usaha Unpad (Desember 2015), dan Juara II Business Model Competition Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad.

 

ANGGIE ADJIE SAPUTRA

Editor : STEVY WIDIA