Pelaku Seni Pertunjukan Perlu Paham Kelola Keuangan

Melati Suryodarmo pada acara Tata Kelola Keuangan dalam rangkaian acara Bekraf Financial Club Subsektor Seni Pertunjukan pada Senin (22/10) di Hotel Alila Solo. (Foto: Bekraf/youngster.id)

youngster.id - Pekerja seni terutama seni pertunjukan di Indonesia kerap mengalami kesulitan dalam pengelolaan keuangan. Hal ini juga menjadi hambatan mereka untuk mendapatkan kredit usaha dari Lembaga keuangan. Untuk itu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Kelas Tata Kelola Usaha Subsektor Seni Pertunjukan.

Acara ini bertujuan membuat pelaku ekonomi kreatif subsektor seni pertunjukan mengetahui dan memahami tata kelola usaha seni pertunjukan.

“BFC kali ini sengaja kami lengkapi dengan tata kelola keuangan. Kami harapkan pelaku ekonomi kreatif subsektor seni pertunjukan bisa terus berkarya dan dibantu oleh lembaga keuangan perbankan maupun non perbankan dalam mengembangkan usahanya,” kata Yuke Sri Rahayu Kelas Plt. Direktur Akses perbankan Bekraf dalam siaran pers Bekraf Senin (22/10/2018) di Solo.

Menurut dia, Bekraf meningkatkan pengetahuan pelaku ekonomi kreatif subsektor seni pertunjukan di Solo tentang mengelola keuangan sehingga bisa diterapkan dalam meningkatkan usaha ekonomi kreatif subsektor seni pertunjukan. 50 pelaku ekonomi kreati subsektor seni pertunjukan menghadiri acara yang diselenggarakan Bekraf di Hotel Alila Solo.

Baca juga :   Kapal Makara Milik UI Peringkat Lima Dunia

Kelas ini digelar dalam rangkaian acara Bekraf Financial Club (BFC) di Solo. Untuk itu Bekraf menghadirkan founder Syamsi Dhuha Foundation, Eko P. Pratomo; kurator dan produksi platform Indonesiana, Fawarti Gendra Nata Utami; dan perupa sekaligus Direktur Studio Plesungan, Melati Suryodarmo.

Pada kesempatan itu Founder Syamsi Dhuha Foundation, Eko P. Pratomo. Eko menjelaskan cara mengelola keuangan yang baik. Ia menekankan bahwa memahami keinginan dan kebutuhan adalah penting dalam mengelola keuangan. “Jika anda gagal merencanakan, maka anda merencanakan kegagalan,” ungkapnya.

Sementara Kurator dan produksi platform Indonesiana, Fawarti Gendra Nata Utami menjelaskan tata kelola seni pertunjukan. Perupa sekaligus Direktur Studio Plesungan, Melati Suryodarmo menjelaskan praktik kerja seni rupa dan seni pertunjukan. Diharapkan pelaku ekonomi kreatif subsektor seni pertunjukan di Solo bisa mengelola keuangan dengan benar dan menerapkan ilmu yang diperoleh pada usahanya.

 

STEVY WIDIA