Pemegang Waralaba Pizza Hut Bukukan Laba Bersih Rp 149 Miliar

PT Sarimelati Kencana Tbk gelar public expose 2019. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pemengang waralaba restoran Pizza Hut di seluruh Indonesia untuk Pizza Hut Asia Pacific Franchise Pte. Ltd. membukukan laba bersih sebesar Rp 149 miliar pada 9 bulan di tahun 2019.

Steven Christopher Lee, Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk mengatakan cukup bangga dapat terus membukukan pencapaian kinerja yang baik dalam periode sembilan bulan pertama tahun 2019.

“Kami berharap kinerja yang baik ini akan terus berlanjut sampai akhir tahun. Kami melihat adanya potensi pertumbuhan yang berkelanjutan di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang karena Indonesia sangat luas dan terus bertumbuh. Oleh sebab itu, saat ini kami sedang mengembangkan rencana ekspansi untuk merambah ke daerah-daerah baru di mana kami belum mempunyai gerai dalam tahun-tahun mendatang,” ujar Steven saat ditemui Kamis (14/11/2019) di gedung SMESCO Jakarta.

Anak perusahaan Yumi Brands, Inc ini merilis Iaporan keuangan yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir 30 September 2019. Perusahaan telah mencatat pertumbuhan penjualan bersih yang menggembirakan sebesar 14,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih tumbuh menjadi Rp2,9 triliun didukung oleh segmen restoran dan pesan antar.

Baca juga :   Startup Dunia Kembali Berkompetisi di Startup World Cup 2018

Biaya operasional Perusahaan selama 9M-19 meningkat sebesar 13,3%, lebih rendah dibanding tingkat pertumbuhan penjualan bersih. Hal ini memungkinkan Perusahaan untuk meningkatkan laba operasional dari Rp159 miliar selama 9M-18 menjadi Rp202 miliar selama 9M-19 atau naik sebesar 27,4% dibanding periode yang sama tahun lalu. Tumbuhnya penjualan bersih, efisiensi dalam operasional perusahaan dan tingkat utang yang rendah berkontribusi terhadap pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 47% menjadi Rp149 miliar.

Total utang berbiaya bunga (9M-19: Rp75 miliar) juga menurun secara signifikan sebesar Rp155 miliar, setara dengan turun 67,2% dibanding periode yang sama tahun lalu (9M-18: Rp230 miliar). Penurunan jumlah total utang ini berdampak terhadap penurunan biaya bunga sebesar Rp21 miliar, 72,5% lebih rendah dibanding 9M-18. Perusahaan tidak mempunyai pembiayaan dalam denominasi USD dan karena itu Perusahaan memiliki eksposur yang sangat terbatas terhadap risiko mata uang;

Sampai dengan November 2019, sebanyak 50 gerai telah ditambahkan ke dalam sistem, sehingga saat ini Perusahaan telah mengoperasikan sebanyak 501 gerai yang merupakan gabungan dari Pizza Hut Restaurant (PHR), Pizza Hut Delivery (PHD) dan Pizza Hut Express (PHE) di seluruh Indonesia.

Baca juga :   Telkom Apresiasi Pelanggan Setia IndiHome

Pada 7 November 2019 yang lalu, Perusahaan telah membuka gerai ke-5OO yang berlokasi di Golden City, Bekasi Utara. Pembukaan gerai ke-5OO ini merupakan sebuah pencapaian yang besar bagi Perusahaan yang melambangkan komitmen Perusahaan untuk terus bertumbuh dan semakin dekat dengan konsumen di wilayah yang baru. Pembukaan gerai ke-5OO ini juga menjadi lambang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah maraknya persaingan dalam industri makanan dan minuman di negara dengan potensi pertumbuhan yang besar seperti Indonesia.

”Kami sangat bangga dapat menghadirkan gerai Pizza Hut ke-500 di Indonesia. Kami senang dapat berbagi pencapaian ini dengan setiap pihak yang terlibat, termasuk para rekanan, pemasok, pemegang saham, para karyawan kami yang berdedikasi. Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan dan cinta dari para konsumen kami di Indonesia,” pungkas Steven.

FAHRUL ANWAR