Pemerintah Targetkan 42 Pondok Pesantren Jadi Santripreneur

Kemenperin gelar Program Penumbuhan Wirasausaha Baru (Santripreneur) di Pondok Pesantren. (Foto: istimewa)

youngster.id - Pemerintah lewat Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) menggelar program yang menargetkan 42 pondok pesantren nasional untuk mendapatkan pembinaan menjadi santripreneur yang handal. Program ini akan memberikan dana hibah dari pemerintah berupa peralatan perbengkelan roda dua dan pelatihan.

“Diharapkan kelak para alumni santri ataupun masyarakat sekitar pondok pesantren akan memiliki usaha sendiri dan akan tumbuh pionir-pionir wirausaha yang berasal dari santri yang handal,” kata Gati Wiabawaningsih Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka dalam keterangannya mengenai Program Penumbuhan Wirasausaha Baru (Santripreneur) Selasa (24/9/2019).

Dari catatan sensus Kementerian Agama di tahun 2014-2015, jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan sebanyak 28.961 yang tersebar di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.028.660 santri. Dari total 28.961 pondok pesantren, sekitar 23.331 pondok pesantren atau 80 persen diantaranya tersebar di empat provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

“Kegiatan penumbuhan wirausaha industri pondok pesantren merupakan salah satu upaya untuk mendorong pesantren dalam membangun eksistensinya nantinya dan pondok pesantren yang didalamnya tumbuh jiwa-jiwa kewirausahaan,” ungkapnya.

Baca juga :   CTI IT Infrastucture Summit 2017 Usung Tema Machine Learning

Menurut Gati, selama program dana hibah ke pondok pesantren pemerintah telah memberikan kucuran dana sebebesar Rp 400 Juta per pondok pesantren. Jika ditotal anggaran yang dileuarkan oleh pemerintah dalam program itu mencapai Rp 1,6 milyar. Hingga saat ini kata Gati, pihaknya (Ditjen IKMA) telah membina sebanyak 37 pondok pesantren selama periode tahun 2013 hingga tahun 2019, dengan lebih dari 7.000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan.

“Lingkup pembinaannya diantaranya pelatihan atau bimbingan teknis produksi dan fasilitasi mesin atau peralatan di bidang perbengkelan roda dua, perbengkelan las, konveksi, kerajinan, pengolahan roti, pengolahan kopi, daur ulang sampah, produksi garam yodium, pengolahan air minum, dan produksi pupuk organik cair. Sementara dana yang diberikan oleh pemerintah sebasar Rp 400 Juta per Pondok nantinya,” ujarnya.

Dikatakan pula, bahwa pondok pesantren merupakan wilayah pendidikan yang tidak hanya mencakup pendidikan agama dan moralitas, namun juga pendidikan formal sampai dengan pendidikan kewirausahaan. Di samping itu, pondok pesantren memiliki peran sebagai “Agent of Development” yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di pedesaan sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga :   Lintasarta Beri Solusi Komunikasi Terpadu Pelaku Bisnis

STEVY WIDIA