Rabu, 8 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Pencatatan Data e-Commerce Ditargetkan Selesai Februari 2018

5 Januari 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
Harbolnas 2017 Kedepankan Bisnis UMKM

(ki-ka) Miranda Suwanto Chairman Harbolnas 2016, , Indra Yonathan Chairman Harbolnas 2015, Ahchmad Alkatiri Chairman Harbolnas 2017, serta Rusdy Sumantri Director at The Nielsen Company. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan sosialisasi pengumpulan data e-commerce. Data ini nantinya dapat dijadikan acuan bersama. Pelaksanaan pengumpulan data e-commerce akan dilakukan Januari 2018.

Data yang ada akan dikumpulkan, diolah, dan dianalisis langsung oleh BPS, sementara publikasi data tersebut ditargetkan akan dilakukan pada Februari 2018. Kegiatan ini didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Pemilihan waktu ini didasari agar nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 dapat terdata.

Plt Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bambang Adi Winarso mengatakan, pemerintah memerlukan basis data akurat agar kebijakan dan dukungan yang diberikan tepat sasaran. Meski tidak dimungkiri, sampai saat ini belum tersedia data e-commerce yang dapat dijadikan acuan bersama.

Baca juga :   Pemkot Tangerang Bina 120 UKM

“Data e-commerce ini sangat penting, tapi selama ini tidak jelas siapa yang me-record dan apa yang di-record,” ungkap Bambang belum lama ini di Jakarta.

Menurut dia, data e-commerce yang akurat dapat memberikan manfaat kepada banyak kalangan termasuk pemerintah dalam membuat kebijakan. “E-commerce ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal dan bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, sehingga pemetaan mengenai kondisi dan potensi UMKM online juga diperlukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, data yang bakal direkam BPS mencakup transaksi, merchant/seller, unique buyer, investment, metode pembayaran, tenaga kerja, dan teknologi. Adapun data yang direkam berasal dari seluruh anggota idEA 320 dan nonanggota berdasarkan sembilan model bisnis, yaitu marketplace, classified horizontal, classified vertical, travel, transportasi, specialty store, daily deals, logistik, dan payment.

Baca juga :   Lazada Indonesia Alami Peningkatan Transaksi Hingga 55% Pada Ramadan Ini

“Data-data yang nanti diserahkan ke BPS akan dijamin kerahasiaannya. Selain itu, BPS juga tidak akan mengeluarkan data individu dari konsumen data,” ujarnya.

Suhariyanto menjelaskan, pengumpulan data e-commerce sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Adapun data yang akan dipublikasikan akan berupa data agregat. “Kalau datanya sudah selesai, kita akan undang pelaku e-commerce. Data ini akan bermanfaat bagi mereka untuk melihat tren yang diminati konsumen sehingga mereka bisa memperbaiki strategi ke depannya,” jelasnya.

Dia menegaskan, data yang diambil nantinya berdasarkan rentang waktu per triwulan untuk tahun 2015 dan 2016, serta per bulan untuk 2017. “Ini baru tahap pertama dalam rangka menyusun peta jalan e-commerce, tapi setidaknya kami mulai melangkah,” ungkapnya.

Sedang Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis idEA Ignatius Untung mengatakan, data e-commerce tidak bisa dianggap enteng mengingat kontribusinya terus meningkat terhadap ekonomi nasional. “Kalau pemerintah tidak punya data, kemudian e-commerce tumbuh atau jatuhnya tidak terprediksi, itu akan membahayakan ekonomi nasional,” ujarnya.

Baca juga :   Bukalapak Peroleh Dana Segar Dari Korea Selatan

Dia mengungkapkan, kesulitan terbesar dalam pengumpulan data e-commerce selama ini disebabkan sebagian besar perusahaan e-commerce bukan perusahaan publik. “Mereka perusahaan yang belum terbuka, masih privat. Jadi belum punya kewajiban menerbitkan data. Kemudian, data itu amat sakral untuk mencari next funding,” ungkapnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: Badan Pusat Statistik (BPS)e-commerceKementerian Koordinator Bidang Perekonomianpengumpulan data e-commerce
Previous Post

E-Commerce dan Pariwisata Masih Jadi Primadona di 2018

Next Post

Koncoan, Medsos Lokal Yang Punya Messenger

Related Posts

pasar FMCG di ecommerce
Digital Business

Rekor Baru! Penjualan FMCG di E-commerce Tembus Rp40 Triliun pada Kuartal I 2026

7 April 2026
0
J&T Express
Digital Business

Laba Bersih Meroket, J&T Global Express Catat Pendapatan US$12,2 Miliar di Tahun 2025

31 Maret 2026
0
Festival Belanja Ramadan Lazada
Digital Business

Festival Belanja Ramadan Lazada Dongkrak Pertumbuhan Penjualan Signifikan

30 Maret 2026
0
Load More
Next Post
Koncoan, Medsos Lokal Yang Punya Messenger

Koncoan, Medsos Lokal Yang Punya Messenger

UMKM Perlu Perkuat Bisnis Lewat Digital

2018, Kemenkop Targetkan Bentuk 1.100 Koperasi Baru

Platform Ini Bisa Bantu Milenial Membandingkan Produk Kartu Kredit

Platform Ini Bisa Bantu Milenial Membandingkan Produk Kartu Kredit

Discussion about this post

Recent Updates

Fleet Management

Pasar Fleet Management Asia Tenggara Diprediksi Tembus 6,4 Juta Unit pada 2029

8 April 2026
Adopsi Ai

Adopsi AI Perusahaan Private Equity Tembus 58%, Mulai Bayangi Venture Capital

8 April 2026
inDrive

inDrive Kokohkan Posisi sebagai Aplikasi Ride-Hailing Terpopuler Kedua di Dunia

8 April 2026
Garuda AI Banten

Jadi Pelopor Nasional, Pemda Banten Pimpin Transformasi Tenaga Kerja Berbasis Garuda AI

7 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Fleet Management

Pasar Fleet Management Asia Tenggara Diprediksi Tembus 6,4 Juta Unit pada 2029

8 April 2026
Adopsi Ai

Adopsi AI Perusahaan Private Equity Tembus 58%, Mulai Bayangi Venture Capital

8 April 2026
inDrive

inDrive Kokohkan Posisi sebagai Aplikasi Ride-Hailing Terpopuler Kedua di Dunia

8 April 2026
Garuda AI Banten

Jadi Pelopor Nasional, Pemda Banten Pimpin Transformasi Tenaga Kerja Berbasis Garuda AI

7 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version