Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Penduduk Kelas Menengah Jadi Peluang Ekraf di 2020

24 Januari 2019
in News
Reading Time: 1 min read
Ekspor Produk Kreatif Indonesia Harus Bangkit

Batik adalah salah satu produk UKM sektor industri kreatif potensi ekspor. (Foto: ilustrasi/Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Tak lama lagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dalam jumlah besar. Menariknya sebagian besar itu adalah penduduk kelas ekonomi menengah yang akan menjadi penggerak utama ekonoi. Ini bisa menjadi peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk sukses.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di forum diskusi A1 bertajuk “Indonesia Bukan Negara Miskin” baru-baru ini. Ia mengatakan jumlah penduduk kelas menengah Indonesia dapat meningkat dari 60 juta orang saat ini menjadi 85 juta orang pada 2020. Ini membuat kelas menengah menjadi motor penggerak utama perekonomian.

“Jumlah kelas menengah tersebut melampaui negara tetangga: Malaysia. Berarti di Indonesia, the biggest engine of growth karena kelas menengahnya,” kata Sri Mulyani .

Adapun, pola konsumsi kelas menengah cenderung mementingkan experience (pengalaman), seperti minum kopi atau menonton teater. Ini bisa menciptakan pasar bagi industri kreatif. Permintaan untuk produk industri kreatif akan meningkat, yang artinya pertumbuhan bagi industri ini.

Menurut Menkeu itu, peningkatan jumlah penduduk kelas menengah terjadi berkat program pengentasan kemiskinan dan kesenjangan yang dilaksanakan pemerintah. Program tersebut diklaim mengurangi jumlah penduduk yang rentan miskin.

Pendapat senada diungkapkan Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri. Perilaku konsumsi masyarakat telah bergeser dari kebutuhan (needs) menjadi keinginan (wants). Bila konsumsi telah mengutamakan keinginan, harga tidak lagi menjadi masalah. “Industri kreatif menjadi luar biasa, unlimited,” ujarnya.

Peningkatan jumlah kelas menengah dan perubahan pola konsumsi juga dirasakan aktris Happy Salma. Hal ini berdasarkan pengalamannya di bisnis perhiasan dan seni pertujukan teater. “Bisnis perhiasan saya naik 45%. Sebelumnya pasar kami dari Amerika,” kata dia.
Sementara itu, tiket dua pertunjukan teater yang diselenggarakannya habis dalam waktu sepekan. Padahal, harga tiket termurah yang ditawarkan sebesar Rp 250 ribu.

STEVY WIDIA

Tags: industri kreatifmasyarakat ekonmi menengahMenteri Keuangan Sri Mulyani
Previous Post

2019 Modalku Fokus pada UMKM

Next Post

Industri 4.0 Pacu Investasi Perusahaan Teknologi

Related Posts

MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 Jaring 1.500 Karya Seniman Muda Indonesia
Industry

MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 Jaring 1.500 Karya Seniman Muda Indonesia

8 Agustus 2026
0
AI Cinefest 2026
Digital Business

Telkomsel Dukung Adopsi AI di Industri Kreatif, 1.111 Karya Ramaikan AI Cinefest 2026

8 Agustus 2026
0
RE:DEFINE by LOKALMADE
Industry

RE:DEFINE by LOKALMADE, Panggung Brand Lokal Tunjukkan Kualitas dan Kreativitas

1 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
Industri 4.0 Pacu Investasi Perusahaan Teknologi

Industri 4.0 Pacu Investasi Perusahaan Teknologi

Irzan Raditya : Pulang Ke Tanah Air Demi Membuat Solusi

Kata.ai Hadirkan Solusi Melalui WhatsApp

Go-Jek Kembangkan Layanan Konten Video

Go-Jek Latih P3K untuk Mitra Pengemudi

Discussion about this post

Recent Updates

Moladin Finance Pashouses pembiayaan properti

Hadirkan Solusi Pembiayaan Properti, Moladin Finance Gandeng Pashouses

18 Agustus 2026
Geotab Investigations

Percepat Investigasi Insiden Armada, Geotab Luncurkan Solusi Geotab Investigations

18 Agustus 2026
Airy Rooms tutup

Kisah Runtuhnya Airy Rooms: Dari Ekspansi Agresif VHO ke Gulung Tikar Diterjang Pandemi

18 Agustus 2026
Traveloka SEA Index

Traveloka SEA Index 2026: Wisatawan Asia Tenggara Cenderung Pelesir Lebih Lama

18 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Moladin Finance Pashouses pembiayaan properti

Hadirkan Solusi Pembiayaan Properti, Moladin Finance Gandeng Pashouses

18 Agustus 2026
Geotab Investigations

Percepat Investigasi Insiden Armada, Geotab Luncurkan Solusi Geotab Investigations

18 Agustus 2026
Airy Rooms tutup

Kisah Runtuhnya Airy Rooms: Dari Ekspansi Agresif VHO ke Gulung Tikar Diterjang Pandemi

18 Agustus 2026
Traveloka SEA Index

Traveloka SEA Index 2026: Wisatawan Asia Tenggara Cenderung Pelesir Lebih Lama

18 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version