Selasa, 17 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Penggunaan Jasa Keuangan Kian Meningkat

26 Januari 2017
in News
Reading Time: 2 mins read
Penggunaan Jasa Keuangan Kian Meningkat

OJK gencar melakukan Edukasi dan Literasi Keuangan. (Foto: OJK/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Tingkat pemahaman (literasi) dan penggunaan (inklusi) keuangan menunjukkan adanya kenaikan.OJK optimistis target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan Pemerintah sebesar 75% pada tahun 2019 dapat tercapai.

Melalui survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNKIL) yang diikuti 9.680 responden dari 34 provinsi di 64 kota kabupaten didapatkan bahwa literasi keuangan mencapai 29,66% atau meningkat dari tahun 2013 yang 21,84%. Begitu pun dengan inklusi keuangan sebesar 67,82% dari survei sebelumnya 59,34%.

“Kami targetkan tiap tahun literasi dan inklusi bisa meningkat 2%. Tapi ini naik diatas target semestinya kan 6%. Dalam tiga tahun ini naik menjadi 29,66% dan inklusi 67,82%,” kata Kusumaningtuti S Soetiono Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baru-baru ini di Jakarta. ini merupakan hasil survei tiga tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK optimistis target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan Pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebesar 75% pada tahun 2019 dapat tercapai. Asalkan Pemerintah masih konsisten agar dana bansos dibagikan non tunai melalui Laku Pandai. OJK pun secara berkelanjutan menggelar kegiatan edukasi dan inklusi keuangan seperti edukasi komunitas, kuliah umum, layanan iklan masyarakat, bioskop keliling, Si Molek.

Baca juga :   Ahlijasa Siapkan Solusi Jasa Rumah Tangga di Libur Lebaran

Meski tingkat literasi keuangan meningkat, namun dia tak menampik masih ada saja yang terkecoh investasi bodong. “Ada kecenderungan dari masyarakat kita meski dari segi penghasilan dan pendidikannya tinggi tapi ternyata itu tak mempengaruhi pengambilan keputusan, mereka masih percaya hal-hal yang sifatnya tidak pasti dan tak pedulikan soal keabsahan. Masyarakat kita kurang perhatikan resiko. Tapi yang menarik adalah spekulasi dengan uang dikit bisa mendapatkan pendapatan yang setinggi-tingginya seperti prinsip ekonomi,” ujar Titu biasa dia disapa.

Sementara itu, menurut survei bahwa pemahaman resiko atas produk jasa keuangan masih tergolong kecil yakni baru 36,25% diikuti kewajiban 36,38%. Sedangkan soal fitur sudah mencapai 86,57% dan fitur 84,16%.

Baca juga :   OJK Tunggu Kemenkop UKM Soal Kredit Ultra Mikro

Soal wilayah Titu mengatakan, tingkat literasi dan inklusi di DKI Jakarta merupakan yang tertinggi. Tingkat literasi di Jakarta capai 40%, disusul Jawa Barat sebesar 38,70%, dan DI Yogyakarta 38,55%. Lalu tingkat inklusi di Jakarta mencapai 78,18%, disusul DI Yogyakarta 76,73%, dan Bali di 76%.

Dari produk dan jasa keuangan tersebut, literasi tertinggi yakni perbankan 28,94%, asuransi 15,76%, dana pensiun 10,91%, lembaga pembiayaan 13,05%, pegadaian 17,82%, dan pasar modal 4,4%. Sementara untuk indeks inklusi per sektoral yakni perbankan 63,63%, asuransi 12,08%, dana pensiun 4,66%, lembaga pembiayaan 11,85%, pegadaian 10,49%, dan pasar modal 1,25%.

“Di sini asuransi menarik dari 17,84% turun menjadi 15,76% karena ada substitusi sejak tahun 2014 mulai beroperasi BPJS Kesehatan. Sementara, pasar modal peningkatannya tertinggi dari 0,11% menjadi 1,25%. Ini menunjukkan betapa inisiatif Yuk Nabung Saham, Go Ritel, pelonggaran know your customer, dan kemudahan pembukaan rekening nasabah kerja sama dengan Dukcapil yang hanya beberapa menit, ini semua yang mendorong tinggi inklusinya,” ujarnya.

Baca juga :   OJK: Penyaluran Pinjaman Fintech capai Rp 102,53 Triliun

Di sisi lain, OJK untuk pertama kalinya mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah dengan hasil masing masing 8,11% dan 11,06%. Di mana, indeks inklusi keuangan syariah tertinggi di Aceh yakni mencapai 41,45%. Dengan indeks literasi keuangan syariahnya 21,09%. Sedangkan indeks literasi terendah di Nusa Tenggara Timur yakni 0%. Meski begitu, tingkat inklusi keuangan syariahnya mencapai 4,82%.

“Secara sektoral, indeks literasi keuangan syariah tertinggi masih di perbankan dengan 6,63%. Sedangkan inklusi keuangan syariah perbankan mencapai 9,61%,” sebut dia.

STEVY WIDIA

Tags: keuangan syariahOtoritas Jasa Keuangan (OJK)tingkat pemahaman (literasi)tingkat penggunaan (inklusi) keuangan
Previous Post

Google Gelar “Indonesia Games Contest”

Next Post

Honestbee & Transmart Carrefour Sedia Asisten Belanja Profesional

Related Posts

Pinjaman Online
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Utang Pinjol dan Paylater Warga Indonesia Capai Rp132,3 Triliun

12 Januari 2026
0
Ternak Uang for Students
BIZTECH

OJK Siapkan Aturan Baru Untuk Financial Influencer

5 Januari 2026
0
Hackathon BI-OJK 2025 Wadah Inovasi dan Sinergi Pelaku Ekonomi Digital
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Hackathon BI-OJK 2025 Wadah Inovasi dan Sinergi Pelaku Ekonomi Digital

5 November 2025
0
Load More
Next Post
Honestbee & Transmart Carrefour Sedia Asisten Belanja Profesional

Honestbee & Transmart Carrefour Sedia Asisten Belanja Profesional

Kinerja Youtube Di Indonesia Naik 170%

Kinerja Youtube Di Indonesia Naik 170%

LINE Indonesia Rilis Kumpulan Webtoon

LINE Indonesia Rilis Kumpulan Webtoon

Discussion about this post

Recent Updates

SK Innovation E&S

Dukung Startup Hijau, SK Innovation E&S Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda di Indonesia

17 Februari 2026
Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
SK Innovation E&S

Dukung Startup Hijau, SK Innovation E&S Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda di Indonesia

17 Februari 2026
Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version