Kamis, 8 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Sektor Finansial dan Ritel di Indonesia Paling Berisiko Serangan Siber

26 Januari 2018
in News
Reading Time: 1 min read
cybercrime

Serangan siber. (Foto : istimewa/ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Digitalisasi telah menyentuh berbagai kegiatan bisnis. Namun sektor finansial dan ritel di Indonesia dinilai paling berisiko terhadap serangan siber.

Presiden Cisco Asia Tenggara Naveen Menon mengatakan sektor finansial dan ritel menjadi contoh sektor yang memimpin digitalisasi. Namun, digitalisasi masih harus dibarengi dengan upaya menjaga keamanan siber. Pasalnya, kerugiannya bisa menyentuh banyak sisi seperti kepercayaan konsumen.

Sebagai contoh, bila transaksi online pada bank tak aman, kemungkinan besar tingkat kepercayaan nasabah menurun dan memberikan dampak negatif terhadap potensi pengembangan bisnis perusahaan.

“Kita telah melihat transformasi digital terjadi di berbagai sektor seperti pelayanan kesehatan, keuangan dan ritel. Sektor-sektor tersebur juga termasuk yang paling berisiko terkena serangan siber,” kata Neveen baru-baru ini di Jakarta.

Baca juga :   Sinar Mas Land Gandeng JD.ID untuk Kembangkan Ruang Ritel

Oleh karena itu, dia menilai digitalisasi harus berlanjut pada tahap antisipasi dari aspek keamanan siber. Dari data Indonesian Security Incident Response Team on the Internet Infrastructure/Coordinator Center (Id-SIRTII/CC) terjadi 205,50 juta serangan siber tehitung sejak Januari hingga November 2017.

Di sisi lain, Manager Communications, Media and Technology Practice AT Kearney Germaine Hoe mengatakan kerugian secara riil akibat masalah keamanan siber sulit diketahui karena kerap perusahaan tidak melaporkan. Oleh karena itu, pihaknya hanya mendapatkan informasi dari laporan yang tercatat pada bursa.

Secara umum, dari hasil risetnya, kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan ternama se-Asia Tenggara bisa berkurang sebesar US$750 miliar karena masalah keamanan siber. Contohnya, Yahoo yang tergerus kapitalisasi pasarnya sebesar 35% akibat serangan siber.
“Kerugian pastinya sulit didapatkan karena banyak perusahaan enggan melaporkannya. Pastinya, kami mengestimasi risiko kapitalisasi pasar di Asia Tenggara turun US$750 miliar,” katanya.

Baca juga :   ITB Bangun Tiga Inovasi Transportasi Berbasis Listrik

 

STEVY WIDIA

Tags: Ciscokeamanan siberRitelsektor financial
Previous Post

Crowde Targetkan Rp 100 miliar Dana Investasi Untuk Petani di 2018

Next Post

Digibank DBS, Layanan Praktis Buka Rekening Baru di Kedai Kopi

Related Posts

Fortinet
Analyze

Fortinet: Keterampilan Khusus AI Jadi Faktor Kritis Atasi Kesenjangan Keamanan Siber

8 Desember 2025
0
ITSEC ASIA Siapkan Program Edukasi Perlindungan Digital Bagi Perempuan
News

ITSEC ASIA Siapkan Program Edukasi Perlindungan Digital Bagi Perempuan

6 Desember 2025
0
verifikasi identitas
News

IDC: Identitas Jadi Prioritas Investasi Keamanan Siber di Asia Pasifik pada 2026

18 November 2025
0
Load More
Next Post
Digibank DBS, Layanan Praktis Buka Rekening Baru di Kedai Kopi

Digibank DBS, Layanan Praktis Buka Rekening Baru di Kedai Kopi

Pertumbuhan Bisnis Nonseluler Telkom Positif

grabfood

GrabFood Ekspansi ke Tiga Kota Baru

Discussion about this post

Recent Updates

Perkuat Jaringan Pasca Merger Layanan XLSMART Makin Luas dan Stabil

Layanan Streaming Dominasi Lonjakan Trafik XLSmart Periode Nataru 2026

8 Januari 2026
startup Xurya

Perkuat Investasi Energi Surya Indonesia, BII Komitmen Pendanaan Iklim £308 Juta di Asia Tenggara

8 Januari 2026
maucash

Maucash Resmi Tutup Operasional, OJK Setujui Pengembalian Izin Usaha

8 Januari 2026
pembayaran pajak digital

Pemerintah Perluas Kewajiban Pelaporan Pajak Ekonomi Digital, E-Wallet dan Kripto Masuk Skema DJP

8 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Perkuat Jaringan Pasca Merger Layanan XLSMART Makin Luas dan Stabil

Layanan Streaming Dominasi Lonjakan Trafik XLSmart Periode Nataru 2026

8 Januari 2026
startup Xurya

Perkuat Investasi Energi Surya Indonesia, BII Komitmen Pendanaan Iklim £308 Juta di Asia Tenggara

8 Januari 2026
maucash

Maucash Resmi Tutup Operasional, OJK Setujui Pengembalian Izin Usaha

8 Januari 2026
pembayaran pajak digital

Pemerintah Perluas Kewajiban Pelaporan Pajak Ekonomi Digital, E-Wallet dan Kripto Masuk Skema DJP

8 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version