youngster.id - Perusahaan enterprise AI, Whale, mengumumkan perolehan dana tambahan (extension) Seri C senilai US$40 juta (sekitar Rp720 miliar) untuk mempercepat implementasi kecerdasan buatan skala besar. Suntikan dana baru ini menggenapkan total pendanaan Seri C Whale menjadi US$100 juta.
Putaran pendanaan ini dipimpin oleh CMB International dan SMBC Asia Rising Fund (SARF), dengan partisipasi dari Krungsri Finnovate, Singtel Innov8, Hyundai Motor Group, dan Charisma Partners. Sebelum perolehan dana tambahan ini, investor terkemuka seperti MDI Ventures, Bosch Ventures, MTR Lab, Gentree Fund, dan Linear Capital telah lebih dulu masuk dalam jajaran pendanaan Seri C Whale.
Dana segar dari Seri C3 ini dialokasikan untuk memperluas jangkauan operasional Whale di wilayah Amerika Utara dan Asia-Pasifik (APAC), termasuk memperkuat ekspansi pasar di Jepang, Indonesia, Malaysia, dan Thailand, serta membidik kawasan MENA dan Eropa di masa mendatang.
Transformasi Alur Kerja Fisik Lewat AI Operating System (AIOS)
Whale membedakan diri di industri teknologi dengan membangun AI Operating System (AIOS) khusus untuk operasional perusahaan. Sistem ini menghubungkan alur kerja digital dan dunia nyata melalui Business World Model (BWM) milik perusahaan—sebuah model AI yang dirancang khusus untuk menerjemahkan sinyal dari kamera, sensor, dan audio layaknya model bahasa besar (Large Language Models) memproses teks.
Berpusat di Singapura, Whale kini telah melayani lebih dari 1.600 perusahaan di 45 negara pada sektor ritel, otomotif, F&B, manufaktur, hingga layanan keuangan. Saat ini, Whale mengelola lebih dari 600.000 edge AI nodes di seluruh dunia untuk membantu pelaku bisnis mengatasi tantangan audit kepatuhan, kualitas layanan, dan efisiensi biaya operasional.
“Pendanaan baru ini bukan untuk memulai dari awal, melainkan untuk memajukan apa yang telah kami bangun. Perusahaan di berbagai wilayah saat ini tengah berjuang menghadapi lonjakan biaya operasional dan kebutuhan mendesak untuk mengubah data operasional yang tidak terstruktur menjadi kecerdasan yang siap pakai untuk pengambilan keputusan,” ujar Founder dan CEO Whale, Jerry Ye, Kamis (16/7/2026).
Solusi Unggulan SpaceSight dan Echo Ubah Data Fisik
Produk visual dan suara unggulan Whale menjadi pintu masuk utama bagi transformasi operasional perusahaan melalui dua solusi inovatif yang saling melengkapi. Pertama, platform SpaceSight bekerja dengan mengubah kamera dan sensor IoT di toko, ruang pameran, serta fasilitas komersial menjadi kecerdasan real-time yang mampu mengukur lalu lintas pengunjung (foot traffic), waktu singgah (dwell time), dan kepatuhan operasional secara otomatis tanpa perlu menambah personel.
Data performa fisik tersebut kemudian disempurnakan oleh Echo, yang bertugas menganalisis percakapan penjualan di lini depan untuk mengidentifikasi pola keberhasilan performa tim, lalu mengubah wawasan tersebut menjadi program pelatihan terukur demi mengatasi tantangan tingginya perputaran karyawan (turnover).
Kedua solusi ini ditenagai langsung oleh BWM, yang kemudian terintegrasi ke seluruh ekosistem platform Whale lainnya—seperti Lume untuk distribusi konten berbasis AI, Alivia untuk otomatisasi alur kerja, Harbor untuk manajemen kepatuhan, serta Novus untuk tata kelola infrastruktur AI. Melalui ekosistem penuh ini, Whale membantu korporasi mengubah aktivitas dunia nyata menjadi instruksi digital yang dapat dieksekusi secara instan dan massal. (*AMBS)
