Minggu, 29 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Studi Nielsen: Perilaku Konsumen Berubah di Masa Kenormalan Baru

5 Juli 2020
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Daya Beli Masyarakat Diprediksi Menguat Pada 2018

Suasana di sebuah pusat belanja. (Foto: Ilustrasi/Youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Nielsen merilis sebuah studi terbarunya terkait perubahan perilaku konsumen selama pandemi. Studi ini menemukan perbedaan perilaku konsumsi, gaya hidup, dan juga prioritas pengeluaran yang telah diadopsi konsumen selama beberapa bulan terakhir dan apa yang mereka rencanakan untuk dilanjutkan dalam situasi normal baru.

Dari sisi perilaku media, Nielsen TV Audience Measurement menunjukkan, periode pasca-Ramadan, pemirsa TV kembali pada kebiasaan mereka yang biasa menonton film, program serial, berita, informasi, dan program hiburan.

“Perilaku pemirsa TV mulai terlihat normal lagi, kembali ke masa sebelum ‘bekerja dari rumah’ karena pemirsa dewasa telah melanjutkan kegiatan normal mereka. Namun, penonton pemirsa usia sekolah (5-19 tahun) masih tinggi karena sekolah belum dibuka,” kata Hellen Katherina, Direktur Eksekutif Nielsen Media Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2020).

Baca juga :   Tiga Perubahan Perilaku Konsumen di Era Pandemi

Menjaga penonton yang bosan ini tetap terhibur selama lebih dari 20 jam sehari menjadi tantangan nyata bagi stasiun TV yang masih dalam pembatasan sosial untuk melakukan pengambilan gambar (shooting) untuk program baru. Tinggal di rumah selama 2,5 bulan juga melahirkan kegiatan siang hari yang baru. 9% konsumen mulai melakukan olahraga pagi hari, sementara sekitar 13% mulai mendengarkan musik, radio, dan podcast dari platform online.

Dalam hal perubahan konsumsi, kategori berkaitan dengan rekreasi, hiburan, dan makan di luar adalah salah satu pos pengeluaran yang terkena dampak langsung karena pergerakan aktivitas dibatasi. Sementara untuk Produk Cepat Habis / FMCG, segmen SES Upper dan Middle memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk menggunakan anggaran belanja mereka pada kategori tersebut.

Baca juga :   Microsoft Akan Terapkan Hak Privasi Perlindungan Data di Seluruh Dunia

Di sisi lain, segmen SES Lower makin selektif pada kategori FMCG. Satu kesamaan di seluruh segmen SES adalah mereka memprioritaskan produk yang berkaitan dengan bahan memasak, susu, dan farmasi.

“Pada situasi normal baru, perilaku konsumen tidak sepenuhnya baru; kunci untuk mempertahankan konsumen jenis ini adalah menggabungkan sesuatu yang telah dilakukan sebelumnya dengan tren baru yang muncul ketika konsumen dihadapkan pada situasi pandemi,” kata Dede Patmawidjaja, Managing Director Nielsen Connect Indonesia.

Konsumen mengubah prioritas pengeluaran untuk produk-produk terkait kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam strategi atau promosi merek. Para pemain industri dapat menggabungkan promosi antara kebutuhan dasar konsumen yang ada dengan produk-produk terkait kesehatan dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, komunikasi reguler tidak hanya di media konvensional, tetapi juga pada platform digital yang masih terus bertumbuh harus dipertimbangkan oleh pemilik merek.

Baca juga :   Pariwisata Indonesia Alami Kalibrasi di Tahun 2025


STEVY WIDIA

Tags: perilaku konsumenstudie nielsen
Previous Post

Industri Game Indonesia Hasilkan US$1 Miliar di 2019

Next Post

Gredu Hadirkan Fitur Baru Penunjang Belajar Jarak Jauh

Related Posts

L:azada
Digital Business

Strategi Lazada Hadapi Fenomena Pergeseran Perilaku Belanja Online

28 Februari 2026
0
pariwisata Indonesia
Industry

Pariwisata Indonesia Alami Kalibrasi di Tahun 2025

23 Desember 2025
0
Kreator Konten
Industry

Kepercayaan Konsumen di Asia Tenggara Terhadap Influencer Menurun

18 Juli 2025
0
Load More
Next Post
Gredu

Gredu Hadirkan Fitur Baru Penunjang Belajar Jarak Jauh

UCWeb Rancang Browser Khusus untuk Huawei HMS

Huawei Mobile Services Alternatif Baru Bagi Layanan Mobile di Smartphone

Unpad Kembangkan “NanoMag PrintG”  Dari Bahan Lokal

Unpad Kembangkan “NanoMag PrintG” Dari Bahan Lokal

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version