Rabu, 26 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

AI Agent Makin Canggih, Bisa Jalankan 6 Keterampilan Sekaligus

26 Agustus 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Sovereign AI Indonesia

Perkembangan AI. (Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai memasuki tahap baru. Teknologi ini tidak lagi hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan atau menghasilkan teks, tetapi mulai mampu menjalankan pekerjaan secara lebih mandiri.

“Kita tengah beralih dari chatbot pasif dan model prediktif menuju agen AI berbasis eksekusi yang benar-benar bekerja dan menghasilkan nilai nyata,” ungkap Joe Inzerillo, President of Enterprise AI and Technology Salesforce dikutip Rabu (26/8/2026).

Pernyataan tersebut sejalan dengan temuan Agentic Enterprise Index 2026 dari Salesforce yang menunjukkan kemampuan agen AI terus berkembang. Rata-rata agen AI kini mampu menjalankan enam keterampilan, meningkat dari hanya dua keterampilan pada awal 2025.

Artinya, AI agentik (agentic AI) mulai bergerak lebih jauh dari sekadar chatbot. Agen AI kini dapat menangani sejumlah tugas sekaligus dan mengambil tindakan berdasarkan data serta aturan bisnis yang diberikan.

Menurut laporan Salesforce, sebagian besar pekerjaan rutin sebelumnya hanya membutuhkan satu atau dua keterampilan sederhana dari agen AI, seperti mengakses data atau menjawab pertanyaan pelanggan.

Kini, rata-rata agen AI sudah mampu menjalankan enam keterampilan. Kemampuan tersebut bahkan meningkat ketika kebutuhan pelanggan sedang tinggi.

Di sektor ritel, misalnya, rata-rata agen AI mampu menjalankan hingga sembilan keterampilan pada puncak musim belanja. Angka ini meningkat hingga 350%.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa agen AI mulai digunakan untuk menangani kebutuhan pelanggan yang tidak lagi sekadar satu langkah, tetapi terdiri dari beberapa tahapan.

Perkembangan agen AI juga terlihat dari perubahan cara teknologi ini bekerja. Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan untuk menghasilkan jawaban, kini agen AI mulai mampu mengambil tindakan berdasarkan data dan aturan bisnis yang tersedia.

Dalam layanan pelanggan, misalnya, agen AI tidak hanya menjawab pertanyaan mengenai pesanan. Agen dapat mengakses data terkait, menerapkan aturan bisnis, kemudian memproses pengembalian dana atau menjadwalkan ulang pertemuan.

Kemampuan tersebut membuat AI semakin dekat dengan konsep digital worker, yakni teknologi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membantu menyelesaikan pekerjaan.

“Baik ketika perusahaan mengaktifkan agen AI untuk beroperasi dalam skala besar maupun mengorkestrasikannya melalui rangkaian proses yang kompleks dan bertahap, intinya agen tersebut menghadirkan nilai nyata,” kata Joe lagi.

Peningkatan kemampuan tersebut berjalan beriringan dengan semakin cepatnya adopsi agen AI di lingkungan bisnis.

Salesforce mencatat rata-rata jumlah agen AI yang diaktifkan setiap organisasi meningkat hampir tiga kali lipat dalam setahun terakhir. Setelah mendapatkan akses, perusahaan rata-rata hanya membutuhkan waktu dua hari untuk membuat agen AI.

Waktu tersebut juga terus menurun. Selama periode analisis, waktu yang dibutuhkan untuk membuat agen AI turun 53%. Sementara itu, output pekerjaan yang dilakukan agen AI, yang diukur melalui Agentic Work Unit (AWU), tumbuh dengan tingkat pertumbuhan bulanan majemuk sebesar 15% hingga April 2026.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat untuk mencari informasi atau membuat konten. Agen AI mulai digunakan untuk menjalankan alur kerja dan menyelesaikan tugas yang membutuhkan beberapa kemampuan sekaligus.

Bagi talenta muda, perubahan ini membuat kemampuan bekerja bersama AI semakin relevan. Bukan hanya mengetahui cara menggunakan AI, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut dapat membantu menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif.

Dengan kemampuan yang terus berkembang, agen AI berpotensi menjadi bagian dari tenaga kerja digital yang membantu manusia menangani pekerjaan rutin hingga proses yang lebih kompleks.

 

STEVY WIDIA

Tags: Agentic AIAIAI AgentDigital Workerdunia kerjaSalesforceteknologi
Previous Post

Kenapa Fintech RINGAN Memilih Tutup Saat Masih Solven?

Next Post

Dari Pembangkit Air ke Energi Surya, Arkora Perluas Portofolio Energi Terbarukan

Related Posts

Google Kasih AI Plus Gratis 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Bisa Bantu Skripsi hingga Riset
Technology

Google Kasih AI Plus Gratis 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Bisa Bantu Skripsi hingga Riset

26 Agustus 2026
0
Aliansi NTT DATA Palo Alto Networks
Technology

NTT DATA dan Palo Alto Networks Jalin Aliansi Strategis Dorong Keamanan Siber Berbasis AI

26 Agustus 2026
0
Agentic AI Perusahaan
Technology

Menembus Batas Vendor Lock-in: Mengapa Arsitektur Terbuka Kunci Sukses Agentic AI Perusahaan

25 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
Dari Pembangkit Air ke Energi Surya, Arkora Perluas Portofolio Energi Terbarukan

Dari Pembangkit Air ke Energi Surya, Arkora Perluas Portofolio Energi Terbarukan

Google Kasih AI Plus Gratis 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Bisa Bantu Skripsi hingga Riset

Google Kasih AI Plus Gratis 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Bisa Bantu Skripsi hingga Riset

Discussion about this post

Recent Updates

Google Kasih AI Plus Gratis 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Bisa Bantu Skripsi hingga Riset

Google Kasih AI Plus Gratis 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Bisa Bantu Skripsi hingga Riset

26 Agustus 2026
Dari Pembangkit Air ke Energi Surya, Arkora Perluas Portofolio Energi Terbarukan

Dari Pembangkit Air ke Energi Surya, Arkora Perluas Portofolio Energi Terbarukan

26 Agustus 2026
Sovereign AI Indonesia

AI Agent Makin Canggih, Bisa Jalankan 6 Keterampilan Sekaligus

26 Agustus 2026
RINGAN fintech P2P lending tutup

Kenapa Fintech RINGAN Memilih Tutup Saat Masih Solven?

26 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Google Kasih AI Plus Gratis 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Bisa Bantu Skripsi hingga Riset

Google Kasih AI Plus Gratis 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Bisa Bantu Skripsi hingga Riset

26 Agustus 2026
Dari Pembangkit Air ke Energi Surya, Arkora Perluas Portofolio Energi Terbarukan

Dari Pembangkit Air ke Energi Surya, Arkora Perluas Portofolio Energi Terbarukan

26 Agustus 2026
Sovereign AI Indonesia

AI Agent Makin Canggih, Bisa Jalankan 6 Keterampilan Sekaligus

26 Agustus 2026
RINGAN fintech P2P lending tutup

Kenapa Fintech RINGAN Memilih Tutup Saat Masih Solven?

26 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version