youngster.id - Huawei meluncurkan LUTERRA, platform Smart String Grid-Forming Energy Storage System (ESS) generasi terbaru dalam ajang Intersolar Europe di Jerman. Inovasi ini hadir sebagai solusi penyimpanan energi berskala besar yang menawarkan efisiensi industri tertinggi, kemudahan instalasi, serta kemampuan membentuk jaringan mandiri (grid-forming) di tingkat pembangkit listrik untuk menjaga stabilitas transmisi energi terbarukan.
President of Smart ESS Business Huawei Digital Power, Steve Zheng, menjelaskan bahwa teknologi grid-forming (GFM) menjadi kunci vital dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan dunia saat turbin berbahan bakar fosil mulai digantikan oleh sumber energi terbarukan yang fluktuatif. Inverter dengan kapabilitas GFM mampu menyediakan inersia virtual dan fungsi black start untuk memulihkan jaringan listrik secara mandiri saat terjadi pemadaman total.
“Teknologi grid-forming adalah kunci mempertahankan stabilitas jaringan listrik dengan proporsi energi terbarukan yang tinggi. Terobosan teknologi ini pada tingkat pembangkit listrik (plant level) sangatlah kritikal,” ujar Zheng, Kamis (16/7/2026).
Efisiensi Tertinggi 93,1% Lewat Arsitektur SiC
Keunggulan performa LUTERRA dicapai melalui integrasi lintas disiplin, mulai dari elektrokimia, termodinamika, hingga arsitektur switching berbasis Silicon Carbide (SiC) bertegangan tinggi. Sistem manajemen termal cell-to-pack dan pendingin cair cerdas bawaannya mampu mengatasi ketidakkonsistenan siklus hidup baterai.
Melalui arsitektur string terpadu dengan pengoptimal pada setiap pack dan pengontrol di setiap rak, Huawei berhasil mencatatkan efisiensi round-trip (RTE) sebesar 93,1% pada sisi tegangan rendah PCS pada suhu ruang 25 derajat Celsius. Di sisi lain, penggunaan komponen SiC memungkinkan tegangan AC ditingkatkan hingga 1000V AC untuk pertama kalinya, yang secara efektif memangkas kehilangan daya (loss) sistem dan mendongkrak throughput energi hingga lebih dari 10% dibandingkan solusi konvensional.
Meskipun mengusung teknologi yang kompleks, rancang bangun LUTERRA mengutamakan kemudahan logistik. Pada proyek pembangkit BESS berkapasitas 1GWh, platform ini mampu mempercepat waktu pengiriman setidaknya 30%, memangkas biaya operasional instalasi penunjang (balance of plant/BOP) hingga 20%, serta menghemat ruang area tapak sebesar 1 meter persegi untuk setiap megawatt-hour (MWh) yang dipasang.
Teruji Nyata di Proyek Microgrid Terbesar Dunia
Teknologi pengkondisian jaringan milik Huawei ini telah teruji secara operasional di lapangan. Salah satu pembuktian terbesarnya berada di destinasi wisata The Red Sea, Arab Saudi, yang merupakan jaringan microgrid energi terbarukan 100% terbesar di dunia dengan kapasitas 400MW solar PV dan 1.3GWh sistem penyimpanan energi baterai (BESS). Proyek tersebut telah beroperasi stabil selama lebih dari dua tahun dan membuktikan bahwa koordinasi grid-forming multisitus sepenuhnya dapat berjalan sukses pada skala gigawatt-hour.
Selain di Timur Tengah, peta jalan optimasi sistem level milik Huawei ini juga telah diimplementasikan dalam berbagai proyek grid-forming skala besar di sejumlah negara lain, termasuk Jerman, Bulgaria, Filipina, dan Tiongkok.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post