Kamis, 16 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Fortinet: Krisis Talenta Picu Kebocoran Data di 92% Perusahaan Indonesia

16 Juli 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Krisis Talenta Keamanan Siber Indonesia

Fortinet: Krisis Talenta Picu Kebocoran Data di 92% Perusahaan Indonesia (Foto: ILustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Fortinet merilis laporan 2026 Global Cybersecurity Skills Gap Report yang mengungkap fakta mengkhawatirkan di Tanah Air. Sebanyak 92% organisasi di Indonesia mengaku telah mengalami satu atau lebih insiden kebocoran keamanan siber dalam 12 bulan terakhir. Di mana 64% di antaranya bahkan menderita lima kali insiden atau lebih akibat minimnya tenaga ahli yang kompeten.

Krisis kelangkaan talenta ini berdampak fatal pada finansial perusahaan. Mayoritas organisasi di Indonesia (62%) menyatakan biaya pemulihan akibat serangan siber tersebut menembus angka US$1 juta (sekitar Rp16 miliar) per insiden, dengan durasi perbaikan sistem yang memakan waktu hingga lebih dari satu bulan.

Para pemimpin TI di Indonesia (76%) sepakat bahwa minimnya keterampilan serta keterbatasan staf keamanan siber yang terlatih menjadi celah utama masuknya serangan. Risiko ini kian nyata setelah 75% responden mengakui absennya tenaga ahli senior langsung memicu risiko keamanan siber yang lebih masif pada operasional bisnis mereka.

“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan risiko strategis bagi bisnis. Masih diperlukan investasi yang lebih besar untuk mengatasi berbagai tantangan utama, seperti munculnya risiko AI dan kekurangan talenta keamanan siber yang terus berlangsung,” ujar Carl Windsor, CISO, Fortinet, Kamis (16/7/2026).

Risiko Serangan AI dan Kesenjangan Kompetensi Baru

Selain masalah kuantitas personel, adopsi Artificial Intelligence (AI) oleh karyawan turut membawa ancaman baru yang belum sepenuhnya dipahami oleh jajaran eksekutif perusahaan. Hampir tiga perempat responden (73%) memproyeksikan adanya kebutuhan mendesak untuk posisi baru yang berfokus pada pengawasan serta tata kelola AI dalam tiga tahun ke depan.

Tantangan rekrutmen pun kini bergeser, dengan 82% perusahaan menyatakan sangat sulit menemukan kandidat keamanan siber yang memiliki pengalaman khusus di bidang AI.

Guna merespons ancaman cyber-AI ini, 97% organisasi di Indonesia berencana meningkatkan investasi pada pelatihan dan sertifikasi keamanan siber khusus AI dalam 12 bulan mendatang. Perusahaan juga mulai mengadopsi solusi proteksi berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi pendeteksian serangan secara real-time.

 

STEVY WIDIA

Tags: Artificial IntelligenceFortinetkeamanan siberkebocoran dataKrisis Talenta
Previous Post

Startup Agritech Rize Raih Pendanaan Seri B US$31 Juta untuk Ekspansi Pertanian Padi Berkelanjutan di Indonesia

Next Post

Perkuat Ekspansi APAC Termasuk Indonesia, Startup Whale Raih Tambahan Seri C US$40 Juta

Related Posts

mBrace Sinar Mas Land
Technology

Kembangkan Ekosistem AI di BSD City, Sinar Mas Land Luncurkan mBrace

16 Juli 2026
0
Integrated Security Solution Nawakara
Technology

Genjot Produksi Migas, Nawakara Terapkan AI dan IoT untuk Proteksi Sistem SCADA

15 Juli 2026
0
Tencent Cloud AI Agent Indonesia
Technology

Dorong Produktivitas Korporasi, Tencent Cloud Luncurkan Rangkaian Solusi AI Agent di Indonesia

15 Juli 2026
0
Load More
Next Post
Pendanaan Whale

Perkuat Ekspansi APAC Termasuk Indonesia, Startup Whale Raih Tambahan Seri C US$40 Juta

Discussion about this post

Recent Updates

Pendanaan Whale

Perkuat Ekspansi APAC Termasuk Indonesia, Startup Whale Raih Tambahan Seri C US$40 Juta

16 Juli 2026
Krisis Talenta Keamanan Siber Indonesia

Fortinet: Krisis Talenta Picu Kebocoran Data di 92% Perusahaan Indonesia

16 Juli 2026
Startup Agritech Rize

Startup Agritech Rize Raih Pendanaan Seri B US$31 Juta untuk Ekspansi Pertanian Padi Berkelanjutan di Indonesia

16 Juli 2026
mBrace Sinar Mas Land

Kembangkan Ekosistem AI di BSD City, Sinar Mas Land Luncurkan mBrace

16 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pendanaan Whale

Perkuat Ekspansi APAC Termasuk Indonesia, Startup Whale Raih Tambahan Seri C US$40 Juta

16 Juli 2026
Krisis Talenta Keamanan Siber Indonesia

Fortinet: Krisis Talenta Picu Kebocoran Data di 92% Perusahaan Indonesia

16 Juli 2026
Startup Agritech Rize

Startup Agritech Rize Raih Pendanaan Seri B US$31 Juta untuk Ekspansi Pertanian Padi Berkelanjutan di Indonesia

16 Juli 2026
mBrace Sinar Mas Land

Kembangkan Ekosistem AI di BSD City, Sinar Mas Land Luncurkan mBrace

16 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version