eFuels SEA Gandeng Infinium, Siap Bangun Pabrik Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan di Asia Tenggara

Produksi eSAF oleh eFuels SEA di Asia Tenggara

eFuels SEA Gandeng Infinium, Siap Bangun Pabrik Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan di Asia Tenggara (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - eFuels SEA meluncurkan platform pengembangan baru untuk memajukan proyek bahan bakar listrik (eFuel) di kawasan Asia Tenggara. Melalui kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi global, Infinium, startup energi terbarukan asal Singapura ini akan membangun fasilitas produksi skala komersial guna mempercepat transisi energi hijau di wilayah tersebut.

Teknologi karbon sangat rendah dari Infinium akan digunakan untuk mengubah karbon dioksida ($CO_2$) yang ditangkap dan energi terbarukan menjadi Sustainable Aviation Fuel (eSAF) serta produk karbon rendah lainnya.

Infinium, yang telah mengoperasikan pabrik eFuel skala komersial pertama di dunia di Texas, Amerika Serikat, akan memberikan lisensi teknologinya kepada eFuels SEA. Keunggulan utama dari teknologi ini adalah menghasilkan bahan bakar cair yang bersifat drop-in.

Artinya, bahan bakar tersebut dapat langsung digunakan pada mesin pesawat atau kendaraan dan infrastruktur yang sudah ada tanpa perlu melakukan modifikasi teknis sedikit pun.

“Dengan memanfaatkan teknologi Infinium yang telah terbukti, kami yakin dapat memberikan nilai tambah ekonomi, meningkatkan keamanan energi, dan mencapai dampak iklim di Asia Tenggara,” ujar David Wang, Co-founder & CEO eFuels SEA.

Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand, dinilai memiliki posisi unik karena ketersediaan sumber energi terbarukan yang melimpah serta permintaan bahan bakar yang tinggi.

Tienleong Tan, Penasihat Strategis eFuels SEA, menambahkan bahwa wilayah ini memiliki momentum kebijakan yang kuat untuk menjadi pemimpin global dalam produksi bahan bakar listrik.

“Ada kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil guna meningkatkan keamanan energi regional,” jelas Tan.

eFuels SEA berencana menargetkan pengembangan 3 hingga 5 proyek di beberapa negara Asia Tenggara. Fokus utama platform ini meliputi: Penentuan Lokasi Proyek, yang bekerja sama dengan mitra lokal dan Masyarakat, Peningkatan Keahlian untuk mendukung agenda pengembangan industri dan tenaga kerja lokal, dan Ekspor Energi untuk memposisikan Asia Tenggara sebagai pengekspor bahan bakar berkelanjutan ke pasar internasional.

Robert Schuetzle, CEO dan Founder Infinium, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, Asia Tenggara siap meningkatkan produksi bahan bakar rendah karbon untuk memenuhi komitmen emisi nol bersih (net zero emissions).

“Kami senang bekerja sama dengan eFuels SEA untuk memperluas akses terhadap eFuels di Asia Tenggara. Wilayah ini memiliki posisi unik untuk meningkatkan produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan bahan bakar rendah karbon lainnya,” kata Schuetzle. (*AMBS)

Exit mobile version