youngster.id - Perusahaan pengembang perangkat wearable AI, Plaud, menandai ekspansinya di Indonesia dengan meluncurkan dua produk unggulannya, Plaud Note Pro dan NotePin S. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan Plaud dalam memperkuat jangkauannya di kawasan Asia Tenggara.
Kedua perangkat tersebut dirancang untuk membantu para profesional merekam percakapan secara langsung serta mengubahnya menjadi rangkuman terstruktur dan informasi yang dapat ditindaklanjuti. Teknologi Plaud mendukung transkripsi lebih dari 112 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda.
Ekspansi ini menyusul tren positif di pasar domestik, di mana penggunaan aktif mingguan perangkat Plaud di Indonesia mencatatkan peningkatan hingga dua kali lipat pada semester pertama 2026.
Kehadiran Plaud di Indonesia menjawab kesenjangan antara tingginya adopsi AI dan tingginya tekanan kerja para profesional. Survei Global Workforce Hopes and Fears 2025 dari PwC menunjukkan 69% responden Indonesia telah memanfaatkan AI untuk bekerja. Di sisi lain, laporan Work Trend Index 2025 dari Microsoft mencatat 88% pekerja di Indonesia merasa kekurangan waktu dan energi untuk menyelesaikan tugas harian mereka.
Selain masalah efisiensi, Plaud juga menghadirkan solusi atas tantangan keberagaman bahasa di Indonesia. Kemampuan AI Plaud memadukan perangkat khusus yang mampu menangkap nuansa percakapan dinamis, seperti alih kode antara Bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam satu sesi interaksi profesional.
Head of APAC Marketing Plaud, Megumi Yoshinaga, menjelaskan bahwa fokus Plaud adalah mengembalikan sumber daya paling berharga bagi para profesional, yaitu waktu.
“Di Indonesia, kemajuan akan tercipta lebih baik ketika tetap menjunjung kebersamaan dan hubungan antarmanusia, yang menjadi semangat utama gotong royong. Seiring dengan kehadiran Plaud di Indonesia, kami ingin membantu para profesional mendapatkan kembali sumber daya mereka yang paling berharga, yaitu waktu. Dengan mengurangi beban mencatat, membuat transkripsi, dan melakukan tindak lanjut secara manual, AI seharusnya tidak menggantikan penilaian manusia, tetapi memberikan lebih banyak ruang untuk kolaborasi yang bermakna,” ujar Megumi, Rabu (30/9/2026).
Dari sisi spesifikasi produk, Plaud Note Pro hadir dengan desain seukuran kartu kredit yang difokuskan untuk merekam panggilan telepon dan percakapan tatap muka. Sementara itu, Plaud NotePin S dirancang sebagai wearable fleksibel yang dapat dikenakan sebagai kalung, klip, gelang, atau pin untuk mobilitas tinggi saat rapat, wawancara, maupun kerja lapangan.
Kedua perangkat terintegrasi dengan ekosistem Plaud Intelligence, memungkinkan pengguna memisahkan pilihan bahasa percakapan dan bahasa hasil rangkuman, serta menambahkan istilah teknis khusus melalui fitur custom vocabulary.
Bulan depan, Plaud berencana meluncurkan kemampuan agentic AI terbaru di Indonesia yang memungkinkan integrasi hasil rangkuman langsung ke aplikasi produktivitas seperti Notion, Slack, dan Linear.
Indonesia menjadi satu dari enam pasar prioritas Plaud di Asia Tenggara selain Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Dengan PDB nominal sekitar US$1,45 triliun pada tahun 2025, basis pengguna Plaud di Indonesia diproyeksikan melampaui 1 juta pengguna menjelang tahun 2030.
Secara global, Plaud telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta profesional di 170 negara. Perusahaan mencatatkan lonjakan annual recurring revenue (ARR) dari US$1 juta menjadi US$100 juta dalam dua tahun, serta menargetkan penjualan global sebesar US$500 juta pada tahun ini.
Di Indonesia, Plaud Note Pro dipasarkan seharga Rp3.499.000 dan NotePin S seharga Rp3.449.000. Kedua produk kini telah tersedia secara luring di hampir 70 toko fisik mitra resmi seperti Urban Republic, Gramedia, dan iBox, serta secara daring melalui platform Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, dan situs resmi Plaud Asia Tenggara.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post