youngster.id - Huawei mengumumkan Peerium Computing Architecture, sebuah arsitektur komputasi baru yang dirancang khusus untuk era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Inovasi ini memungkinkan hingga sejuta prosesor bekerja secara terpadu layaknya satu unit komputer tunggal guna memenuhi lonjakan permintaan daya komputasi AI global yang terus berkembang.
Peerium Computing Architecture mampu mencapai strong scaling hingga tingkat jutaan prosesor melalui pendekatan nested parallelism, unified memory addressing, dan peer interconnect. Arsitektur ini menembus batasan paradigma Turing lewat penerapan Nested Bulk Synchronous Parallel (Nested BSP), memperluas arsitektur mesin tunggal von Neumann, serta menggantikan model master–slave yang telah digunakan selama puluhan tahun.
Inovasi Teknologi UnifiedBus dan Lini Produk Atlas 950
Kunci utama di balik keandalan Peerium Computing Architecture terletak pada penggunaan UnifiedBus (UB), sebuah bus berkecepatan tinggi berbasis protokol terbuka tunggal. Teknologi UB memungkinkan koneksi tanpa batas yang menghubungkan CPU, NPU, memori, SSD, network interface cards (NICs), hingga sakelar (switch) untuk menciptakan koneksi antarsejawat (peer interconnect) di seluruh komponen komputasi, penyimpanan, dan jaringan.
Keandalan arsitektur ini diterapkan langsung pada Sistem Atlas 950 SuperPoD sebagai generasi pertama produk berbasis arsitektur Peerium, di mana skema Atlas 960 SuperCluster yang mencakup 256.000 kartu komputasi kini tengah dalam proses penggelaran (deployment). Selain itu, inovasi ini dilanjutkan melalui Pengujian Sistem Atlas 960, di mana Huawei juga sedang menguji sistem Atlas 960 berbasis teknologi near-packaged optics (NPO) untuk mencapai efisiensi transfer data yang lebih tinggi.
Rotating Chairman Huawei, Eric Xu, menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur AI masa depan melalui terobosan arsitektur ini.
“Di era AI, Huawei memanfaatkan arsitektur Peerium Computing yang kami pionirkan untuk terus membangun SuperPoDs dan SuperCluster berbasis SuperPoD yang memenuhi kebutuhan pelanggan untuk pelatihan (training) dan inferensi. Langkah ini bertujuan membuat daya komputasi tersedia di mana saja dan kecerdasan buatan dapat diakses oleh semua pihak,” ujar Eric, dikutip Senin (21/9/2026).
Peluncuran arsitektur baru ini menegaskan posisi Huawei dalam menghadirkan solusi komputasi AI berskala masif untuk mendukung ekosistem teknologi global.
STEVY WIDIA
