youngster.id - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus menunjukkan lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari kebutuhan produktivitas harian, pembuatan konten, hingga aktivitas bisnis menggunakan teknologi AI. Tren ini mendorong kebutuhan akan perangkat komputasi yang lebih cerdas, cepat, dan efisien.
Menjawab kebutuhan tersebut, Intel menghadirkan prosesor terbaru mereka, Intel Core Ultra Series 3 bagi pasar Indonesia.
General Manager for Southeast Asia, Australia and New Zealand Sales Group Intel Corporation George Chacko mengatakan, kehadiran prosesor ini bukan sekadar pembaruan rutin tahunan, melainkan sebuah penanda dimulainya era baru bagi dunia komputer pribadi (PC).
“Prosesor berbasis AI generasi baru ini menghadirkan terobosan dalam performa, grafis, dan efisiensi daya, yang dirancang untuk mendukung komputasi cerdas gelombang berikutnya,” ungkapnya pada acara peluncuran Intel Core Ultra Series 3, Rabu (15/4/2026) di Jakarta.
Sementara Country Manager Intel Indonesia Harry K. Nugraha menegaskan, kehadiran Intel Core Ultra Series 3 jadi langkah penting dalam menghadirkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pengguna saat ini.
“Dengan semakin pesatnya adopsi AI di Indonesia, Intel ingin memastikan pengguna—termasuk kreator muda—punya akses ke perangkat yang siap mendukung produktivitas dan kreativitas mereka,” katanya.
Harry menerangkan, salah satu keunggulan utama dari prosesor ini adalah kemampuan AI yang sudah terintegrasi langsung lewat chip khusus (NPU) dengan kemampuan menghasilkan 50 TOPS (Tera Operations Per Second), sementara unit grafisnya sendiri dapat menyumbangkan hingga 100 platform TOPS.
Dengan spesifikasi ini, Intel menjamin bahwa tidak akan ada hambatan memori yang menjadi titik lemah saat pengguna menjalankan aplikasi berbasis AI yang berat. Artinya, berbagai proses berbasis AI—seperti auto-edit video, noise reduction, hingga AI image generation—bisa berjalan lebih cepat tanpa harus selalu bergantung ke internet. Buat kreator yang sering kerja mobile, ini jelas jadi game changer.
Dari sisi performa, prosesor ini juga dirancang untuk tetap kencang tapi hemat daya. Jadi, kerja seharian dari kafe atau co-working space nggak perlu terlalu sering cari colokan. Ditambah lagi, dukungan grafis generasi terbaru bikin visual lebih tajam dan mulus—baik untuk editing, desain, maupun gaming di waktu senggang.
Menariknya, semua kemampuan ini dikemas dalam chip yang semakin tipis dan ringan. Jadi, kerja seharian dari kafe atau co-working space nggak perlu terlalu sering cari colokan. Ditambah lagi, dukungan grafis generasi terbaru bikin visual lebih tajam dan mulus—baik untuk editing, desain, maupun gaming di waktu senggang
Laptop dengan prosesor ini sudah bisa ditemukan dari berbagai brand populer seperti ASUS, Acer, Dell, HP, Lenovo, hingga MSI. Sehingga pengguna punya pilihan yang cukup luas, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya kerja masing-masing.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post