youngster.id - Perusahaan rintisan (startup) solusi AI generatif asal Korea Selatan, Genon, mengumumkan bahwa bisnis otomatisasi produksi berbasis kecerdasan buatan miliknya di Indonesia lolos validasi produksi massal dan meraih kontrak lanjutan. Pencapaian ini mempercepat langkah ekspansi global perusahaan di sektor manufaktur.
Melalui anak usahanya, PT Genon Global Indonesia yang didirikan tahun ini dan dipimpin oleh Presiden sekaligus Direktur Utama Tae Ryong Kim, perusahaan menargetkan pencapaian profitabilitas pada tahun pertamanya di Tanah Air.
Teknologi Vision AI milik Genon sebelumnya dikembangkan untuk mengidentifikasi cacat pada sol luar (outsole) alas kaki merek Nike. Sistem AI menganalisis permukaan produk melalui kamera industri beresolusi tinggi dan pencahayaan khusus guna mengklasifikasikan produk secara otomatis.
Dalam validasi produksi massal tahun ini, Vision AI Genon berhasil mencatatkan tingkat deteksi cacat sebesar 99,7% dan 99,2% pada dua model alas kaki, sekaligus melewati tahap validasi akhir Nike Footwear. Pengoperasian komersial dan penerapan di lini produksi massal dijadwalkan mulai berjalan secara bertahap pada 2027.
CEO Genon, Seok Tae Ko, menegaskan bahwa keberhasilan otomatisasi AI sangat bergantung pada kesesuaian teknologi di lapangan.
“Dalam otomatisasi produksi berbasis AI, daya saing bergantung pada keakuratan teknis sekaligus pemahaman mengenai lingkungan produksi yang nyata dan kemampuan menerapkan solusi secara langsung di lapangan. Kami akan memperdalam kerja sama dengan pelanggan lokal dan meningkatkan kemampuan pelaksanaan kami untuk membangun dasar berkelanjutan bagi pertumbuhan di pasar luar negeri,” ujar Seok Tae Ko.
Ekspansi Teknologi Physical AI dan Robotik 24 Jam
Melalui kinerja validasi tersebut, Genon berhasil mengamankan proyek Vision AI baru untuk mendeteksi cacat mikro pada area jahitan dan sambungan bagian atas (upper) alas kaki, yang nantinya diperluas ke area sol tengah (midsole) hingga produk jadi.
Selain itu, Genon meraup kontrak Physical AI guna mengotomatisasi proses pengepresan sol luar secara berulang. Sistem ini menggabungkan robot kolaboratif (cobot) dan kamera visi berbasis pembuatan gerakan AI. Melalui demonstrasi pengoperasian jarak jauh (remote control) oleh operator, robot dapat mempelajari gerakan presisi untuk mendukung operasional pabrik secara nonstop selama 24 jam.
Perluasan Bisnis ke Sektor Maritim dan Lepas Pantai
Selain industri alas kaki dan manufaktur tekstil, Genon memanfaatkan basis operasionalnya di Indonesia untuk merambah industri pembuatan kapal dan rekayasa lepas pantai (offshore).
Saat ini, Genon tengah mengoperasikan solusi AI untuk IKM Group—perusahaan rekayasa lepas pantai global—guna menganalisis dokumen kapal secara otomatis serta menyusun laporan rencana kerja. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Genon dalam memperluas portofolio bisnis otomatisasi AI di pasar global. (*AMBS)

















Discussion about this post