Palo Alto Networks Ungkap Identitas Mesin dan AI Jadi Target Utama Serangan Siber

Palo Alto Networks

Palo Alto Networks Ungkap Identitas Mesin dan AI Jadi Target Utama Serangan Siber (Foto: ILustrasi)

youngster.id - Identitas digital menggeser malware sebagai vektor serangan siber utama di lingkungan perusahaan. Palo Alto Networks meluncurkan temuan 2026 Identity Security Landscape Report yang mengungkap tingginya rasio identitas mesin dibanding pekerja manusia di kawasan Asia Pasifik (APAC), yakni mencapai 111:1.

Ledakan identitas non-manusia ini dipicu oleh adopsi masif agen AI otonom (autonomous AI agents) di 100% organisasi kawasan APAC. Dampaknya, 9 dari 10 organisasi di Asia Pasifik tercatat mengalami setidaknya satu insiden pembobolan keamanan (breach) berbasis identitas dalam 12 bulan terakhir.

Senior Director Idira Domain Consulting Palo Alto Networks, Jeffrey Kok, menegaskan bahwa fragmentasi sistem tata kelola identitas menjadi titik lemah yang dimanfaatkan peretas.

“Pelaku serangan tidak lagi perlu membobol sistem; mereka cukup masuk (log in) menggunakan identitas manusia atau identitas AI yang dicuri. Fragmentasi sistem menambah waktu respons hingga 13 jam, sementara peretas hanya butuh waktu sekitar satu jam untuk membobol sistem,” ujar Jeffrey, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Studi terhadap 2.930 pengambil keputusan keamanan siber global ini juga menyoroti titik buta tata kelola di APAC, di mana 98% identitas manusia memiliki hak akses berlebih (overprivileged access). Selain itu, 97% organisasi terancam potensi kerugian rata-rata USD 305.161 per tahun akibat proses pembaruan sertifikat keamanan yang belum terotomatisasi.

Di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), data Singapura mencerminkan urgensi serupa dengan rasio identitas mesin mencapai 107:1. Director of Industry Solutions JAPAC Palo Alto Networks, Siddharth Deshpande, menambahkan bahwa CISO di ASEAN kini fokus pada strategi Securing AI by Design dan Fighting AI with AI.

Untuk meminimalisasi risiko, Palo Alto Networks merekomendasikan tiga langkah krusial: mengelola agen AI secara terpusat, menghapus hak akses permanen (standing privileges), serta mengotomatiskan seluruh siklus keamanan identitas berbasis platform terpadu.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version