Produktivitas UKM Indonesia Masih Tertinggal, Salesforce Tawarkan Solusi AI

Salesforce UKM Indonesia

UKM memanfaatkan media ditital untuk promosi. (Foto: ilustrasi)

youngster.id - Produktivitas usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia masih tertinggal dibandingkan perusahaan besar. Laporan McKinsey Global Institute mencatat produktivitas UKM nasional sekitar 75% lebih rendah dibandingkan perusahaan skala besar, sehingga berkontribusi pada potensi kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai 15% dari produk domestik bruto (PDB).

Melihat tantangan tersebut, Salesforce menghadirkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) melalui Agentforce yang terintegrasi dalam Salesforce Suites. Solusi ini dirancang untuk membantu pelaku UKM mengurangi beban pekerjaan administratif sehingga dapat lebih fokus membangun hubungan dengan pelanggan dan mengembangkan bisnis.

Salesforce menyebut AI menjadi salah satu teknologi yang paling mudah diadopsi untuk membantu UKM meningkatkan produktivitas. Melalui integrasi dengan Salesforce Suites dan Slack CRM, pelaku usaha dapat mengakses berbagai fitur AI tanpa memerlukan proses konfigurasi maupun biaya tambahan pada paket Free, Starter, dan Pro.

“Kemampuan AI tersebut memungkinkan pengguna merangkum data pelanggan secara otomatis, menyusun email yang dipersonalisasi, hingga memantau aktivitas pelanggan langsung dari platform yang digunakan sehari-hari,” tulisnya dikutip Sabtu (11/7/2026).

Untuk pengguna Starter dan Pro Suites, Salesforce juga menghadirkan Employee Agent, asisten AI yang dapat membantu tim melalui perintah percakapan sederhana. Asisten ini mampu menyediakan ringkasan informasi, menyusun komunikasi, hingga mencatat aktivitas secara otomatis sehingga pekerjaan yang berulang dapat dikurangi.

Selain itu, Agentforce juga membantu tim mempersiapkan rapat dengan menyajikan ringkasan status pelanggan atau prospek secara instan, termasuk aktivitas terbaru, langkah berikutnya, dan potensi risiko tanpa harus menelusuri berbagai dokumen atau email.

Fitur AI lainnya memungkinkan pengguna membuat draf email berdasarkan data pelanggan dan konteks bisnis. Dengan memanfaatkan template maupun instruksi sederhana, sistem dapat menghasilkan draf yang siap ditinjau sebelum dikirim kepada pelanggan.

“Pendekatan tersebut dapat membantu UKM bekerja lebih efisien, terutama bagi pelaku usaha yang memiliki sumber daya terbatas dan harus menangani berbagai fungsi bisnis secara bersamaan, mulai dari penjualan, pemasaran, hingga layanan pelanggan,” ungkap Salesforce.

Seluruh kemampuan AI tersebut berjalan di atas platform Agentforce 360, yang menghubungkan manusia, data, dan AI dalam satu ekosistem. Platform ini dirancang agar dapat berkembang mengikuti kebutuhan bisnis, baik untuk perusahaan yang baru mulai mengadopsi AI maupun yang ingin memperluas penggunaan agen AI otonom di masa depan.

Di sisi keamanan, Salesforce memastikan data pelanggan tetap berada di bawah kendali perusahaan. Pengguna tidak perlu memindahkan data ke aplikasi AI pihak ketiga karena seluruh pengaturan akses, keamanan, dan pengelolaan data telah terintegrasi di dalam platform.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version