Senin, 10 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Serangan Siber Berbasis AI Makin Cepat, Organisasi Hadapi Kesenjangan Visibilitas

10 Agustus 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Serangan Siber Berbasis AI Makin Cepat, Organisasi Hadapi Kesenjangan Visibilitas

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) bergerak semakin cepat, sementara kemampuan organisasi dalam melihat, memahami, dan merespons ancaman belum selalu mampu mengimbanginya. Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan visibilitas yang menjadi salah satu tantangan keamanan siber di kawasan Asia Pasifik (APAC).

Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik Adrian Hia mengatakan, perkembangan AI dan konektivitas membuat lingkungan teknologi informasi (TI) dan teknologi operasional (OT) organisasi semakin kompleks. Di saat yang sama, penyerang memanfaatkan AI untuk meningkatkan kecepatan dan skala serangan.

“Seiring kecepatan dan konektivitas membentuk kembali lanskap perusahaan dan organisasi modern di kawasan ini, yang terutama didorong oleh AI dan aplikasinya, tim keamanan menghadapi titik buta yang semakin besar di seluruh lingkungan TI dan OT,” kata Hia dikutip Senin (10/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat keamanan siber tidak lagi hanya menjadi perlombaan melawan waktu, tetapi juga menghadapi tantangan berupa kurangnya visibilitas terhadap aktivitas di dalam sistem organisasi.

15.000 Malware Menyamar sebagai Perangkat Lunak Agen AI

Kaspersky mencatat sejumlah tren keamanan siber yang semakin perlu diwaspadai, mulai dari serangan yang dibantu AI, sabotase siber terhadap infrastruktur TI dan OT, hingga aktivitas spionase siber yang semakin canggih.

Sepanjang tahun lalu, Kaspersky mendeteksi dan memblokir sekitar 500.000 file berbahaya unik setiap hari. Jumlah tersebut meningkat 7% dibandingkan 2024.

Ancaman juga mulai menyasar ekosistem AI itu sendiri. Kaspersky mengidentifikasi lebih dari 15.000 sampel malware yang menyamar sebagai perangkat lunak agen AI tahun ini.

Menurut Hia, penggunaan agen AI turut menciptakan lapisan baru dalam rantai pasokan teknologi. Agen AI dapat bergantung pada kerangka kerja pihak ketiga, API, dan plugin. Jika salah satu komponen tersebut dikompromikan, ancaman berpotensi menyebar ke sistem lain yang bergantung padanya.

“Agen AI memperkenalkan lapisan rantai pasokan baru. Karena agen secara dinamis bergantung pada kerangka kerja pihak ketiga, API, dan plugin, satu ketergantungan hulu yang dikompromikan dapat menyebar ke seluruh sistem hilir,” ujarnya.

Situasi tersebut memperluas permukaan serangan sekaligus meningkatkan risiko sabotase dan spionase siber. Karena itu, organisasi dinilai perlu memastikan bahwa sistem keamanan mereka tidak hanya mampu menghentikan serangan, tetapi juga memiliki visibilitas menyeluruh terhadap sistem dan ekosistem bisnis.

AI dan Keahlian Manusia Jadi Pertahanan

Di tengah meningkatnya pemanfaatan AI oleh penjahat siber, Kaspersky menilai teknologi serupa juga perlu dimanfaatkan oleh tim keamanan. Perusahaan mengatakan telah mengembangkan teknologi berbasis machine learning (ML) sejak 2004 dengan memanfaatkan telemetri global anonim dari jutaan endpoint.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Kaspersky dalam menggabungkan kemampuan AI dengan keahlian manusia untuk mendeteksi dan merespons ancaman.

“AI bukanlah tambahan di Kaspersky. Selama 20 tahun terakhir, AI telah tertanam di seluruh lapisan teknologi kami, memungkinkan deteksi lebih cepat, otomatisasi lebih cerdas, dan perlindungan yang lebih konsisten,” ujar Hia.

Menurutnya, kolaborasi antara AI dan manusia akan menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan ancaman siber ke depan. Kaspersky menyebut pendekatan tersebut sebagai Human-Machine Intelligence.

 

STEVY WIDIA 

Tags: AIAsia Pasifikcybersecuritykasperskykeamanan sibermalwareserangan siberteknologi
Previous Post

Hidupkan Batik Indonesia di Era Digital, ShopeePay Gelar Kompetisi Untuk Kreator dan UMKM

Related Posts

AI Cinefest 2026
Digital Business

Telkomsel Dukung Adopsi AI di Industri Kreatif, 1.111 Karya Ramaikan AI Cinefest 2026

8 Agustus 2026
0
Ekonomi Seluler Asia Pasifik
Digital Business

GSMA Prediksi Ekonomi Seluler Asia Pasifik Tembus US$1,4 Triliun pada 2030

7 Agustus 2026
0
Indosat Zankore AI Factory
Technology

Gandeng NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo, Indosat Luncurkan ‘Zankore’ Bangun AI Factory 1 GW

7 Agustus 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

Serangan Siber Berbasis AI Makin Cepat, Organisasi Hadapi Kesenjangan Visibilitas

Serangan Siber Berbasis AI Makin Cepat, Organisasi Hadapi Kesenjangan Visibilitas

10 Agustus 2026
batik lokal

Hidupkan Batik Indonesia di Era Digital, ShopeePay Gelar Kompetisi Untuk Kreator dan UMKM

10 Agustus 2026
World Tourism Day

Indonesia Naik Jadi Destinasi Asia Favorit Kedua Wisatawan Eropa

10 Agustus 2026
MASTEL Platform Digital Global

Dorong Skema Fair Share, MASTEL Desak Platform Digital Global Ikut Bangun Infrastruktur Telekomunikasi

10 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Serangan Siber Berbasis AI Makin Cepat, Organisasi Hadapi Kesenjangan Visibilitas

Serangan Siber Berbasis AI Makin Cepat, Organisasi Hadapi Kesenjangan Visibilitas

10 Agustus 2026
batik lokal

Hidupkan Batik Indonesia di Era Digital, ShopeePay Gelar Kompetisi Untuk Kreator dan UMKM

10 Agustus 2026
World Tourism Day

Indonesia Naik Jadi Destinasi Asia Favorit Kedua Wisatawan Eropa

10 Agustus 2026
MASTEL Platform Digital Global

Dorong Skema Fair Share, MASTEL Desak Platform Digital Global Ikut Bangun Infrastruktur Telekomunikasi

10 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version