youngster.id - Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), kebutuhan dunia kerja terhadap talenta digital semakin berubah. Kemampuan AI kini mulai menjadi skill dasar yang wajib dimiliki generasi muda, termasuk siswa SMK.
Melihat tren tersebut, DBS Foundation bersama Dicoding menggelar Coding Camp Workshop di SMK Wikrama Bogor untuk membekali siswa dengan keterampilan AI, literasi keuangan, dan soft skill yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, perkembangan AI membuat dunia pendidikan vokasi harus bergerak lebih cepat mengikuti kebutuhan industri.
“Pelatihan coding camp di SMK Wikrama hari ini menunjukkan komitmen kami untuk membekali kaum muda khususnya para pelajar vokasi dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini dan di masa depan, khususnya di era AI seperti sekarang ini,” ujarnya dikutip Rabu (29/4/2026).
Menurut Mona, transformasi AI kini mulai mengubah standar kompetensi tenaga kerja global. Data Indonesian Developer Outlook 2026 menunjukkan sebanyak 86% developer Indonesia telah menggunakan AI dalam pekerjaan mereka.
“Industri teknologi kini semakin menuntut tenaga kerja yang mampu memahami dan memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi,” katanya.
Program ini merupakan bagian dari Coding Camp powered by DBS Foundation, pelatihan digital nasional yang sejak 2023 fokus mencetak talenta teknologi siap kerja untuk perusahaan digital dan startup.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 227 ribu peserta di Indonesia, termasuk lebih dari 15 ribu siswa dari 1.500 SMK. SMK Wikrama Bogor sendiri menjadi salah satu sekolah dengan kontribusi peserta terbesar.
Dalam workshop ini, siswa tidak hanya belajar AI dan coding dari pengajar Dicoding, tetapi juga mendapatkan pelatihan soft skill dan literasi keuangan langsung dari karyawan Bank DBS Indonesia, mulai dari komunikasi bisnis, personal branding, pengelolaan keuangan, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja digital.
Kepala Sekolah SMK Wikrama Bogor Iin Mulyani mengatakan, program Coding Camp memberikan dampak nyata terhadap kesiapan kerja siswa SMK.
“Melihat dampak positif program pada keterserapan kerja di kalangan alumni, kami mendukung sepenuhnya agenda workshop ini,” ujarnya.
Salah satu alumni yang merasakan manfaat program tersebut adalah Muhammad Yazid Wiliadi.
Yazid mengikuti kelas Full Stack Web Developer hingga level mahir dalam Coding Camp tahun lalu. Setelah menyelesaikan program, ia berhasil mendapatkan posisi magang sebagai front-end developer dan quality assurance di perusahaan pengembangan software di Yogyakarta.
Kolaborasi DBS Foundation dan Dicoding menunjukkan bahwa pengembangan talenta digital kini bukan hanya soal mengajarkan coding, tetapi juga membangun kesiapan generasi muda menghadapi perubahan industri yang bergerak sangat cepat.
STEVY WIDIA
