youngster.id - Meta memperkenalkan Pocket, sebuah aplikasi inovatif teranyar yang memungkinkan pengguna membuat dan membagikan mini-game interaktif hanya menggunakan perintah teks berbasis kecerdasan buatan (AI). Berkat teknologi ini, pengguna kini bisa merancang game tanpa memerlukan keahlian coding atau pemrograman sama sekali.
Diluncurkan secara diam-diam di App Store dan Google Play pada akhir Juni 2026, Pocket menandai langkah strategis Meta untuk masuk ke pasar game melalui platform kreatif yang inklusif dan mudah diakses oleh siapa saja.
Pocket memosisikan dirinya sebagai “platform kreatif untuk membangun dan membagikan Gizmos”. Dalam aplikasi ini, Gizmos diartikan sebagai pengalaman interaktif berskala kecil yang dirancang pengguna melalui perintah bahasa sehari-hari (natural language prompts).
Aplikasi ini menyajikan feed atau lini masa yang mirip dengan media sosial pada umumnya. Bedanya, setiap unggahan yang muncul di layar adalah game yang dapat dimainkan langsung atau konten interaktif yang dihasilkan oleh AI berdasarkan instruksi sederhana pemilik akun.
Inovasi utama dari Pocket terletak pada konsep Vibe Coding. Melalui fitur ini, pengguna cukup mendeskripsikan mekanik game atau elemen interaktif yang mereka inginkan menggunakan bahasa sehari-hari. Selanjutnya, AI akan menerjemahkan perintah tersebut menjadi kode fungsional.
Sebagai contoh, pengguna bisa memerintahkan Pocket untuk mengubah gambar bunga menjadi kuas lukis yang bisa mencoret-coret layar. Pendekatan ini berhasil memangkas batasan rumit dalam pengembangan game, sehingga industri ini kini terbuka bagi audiens yang lebih luas.
Didukung Teknologi Eks Tim Snapchat
Teknologi di balik Pocket lahir dari langkah bisnis Meta yang mengakuisisi tim Gizmo—yang awalnya berasal dari Snapchat—pada awal tahun 2026. Tim yang dipimpin oleh CEO Josh Siegel dan CTO Daniel Amitay ini sebelumnya mengembangkan platform asli Gizmo, yang telah sukses mengantongi lebih dari 600.000 unduhan dan mendapat rating kepuasan yang tinggi dari pengguna.
Melalui kesepakatan ini, Meta mendapatkan lisensi non-eksklusif untuk teknologi Gizmo, yang kini memperkuat lini alat kreatif berbasis AI milik perusahaan besutan Mark Zuckerberg tersebut.
Pocket juga dilengkapi dengan berbagai fitur interaktif yang kaya, termasuk: Respons terhadap sentuhan (touch) dan kemiringan perangkat (tilt), Efek suara terintegrasi, Akses kamera, dan Kesadaran lingkungan (environmental awareness).
Meskipun aplikasi ini saat ini masih berada dalam tahap uji coba awal tanpa adanya pengumuman peluncuran formal, kehadirannya menjadi sinyal kuat akan ambisi Meta untuk mendemokratisasi pembuatan game serta memperluas jangkauan pembuatan konten berbasis AI.
Peluncuran Pocket melengkapi langkah agresif Meta dalam menanamkan fitur kreativitas berbasis AI di seluruh platformnya. Langkah ini menyusul inisiatif sebelumnya, seperti fitur pembuat gambar bertenaga AI di Meta AI serta pembuatan video berbasis AI di aplikasi Vibes.
Fokus unik Pocket pada pembuatan game merepresentasikan peta jalan baru yang bertujuan untuk mengubah pengguna kasual menjadi pengembang game (game developer) melalui interaksi AI yang intuitif. (*AMBS)
















Discussion about this post