youngster.id - Kebutuhan akan talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global terus meningkat seiring pesatnya transformasi teknologi. Menjawab tantangan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat pengembangan talenta digital nasional melalui kolaborasi strategis antara Telkom University (TelU) dan National University of Singapore (NUS).
Kolaborasi tersebut mencakup berbagai program, mulai dari graduate certificate programme, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, hingga pengembangan bidang-bidang strategis seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), bisnis digital, keberlanjutan, Internet of Things (IoT), keamanan siber, manajemen logistik dan rantai pasok, pusat data, serta komputasi awan (cloud computing).
Direktur Strategic & Business Development Telkom, Seno Soemadji, mengatakan transformasi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga talenta digital kelas dunia yang didukung ekosistem inovasi yang kuat.
“Transformasi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga talenta kelas dunia serta ekosistem inovasi yang kuat. Kolaborasi antara Telkom University dan National University of Singapore merupakan langkah strategis untuk memperluas akses talenta Indonesia terhadap jejaring global, pengetahuan, dan praktik terbaik dunia,” katanya dikutip Sabtu (11/7/2026).
Menurut Seno, sebagai perusahaan digital telekomunikasi, Telkom ingin mengambil peran lebih luas dengan mempertemukan dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan mitra internasional untuk mempercepat lahirnya inovasi sekaligus membangun pipeline talenta digital yang dibutuhkan pada masa depan.
“Kolaborasi ini diharapkan melahirkan lebih banyak program pertukaran talenta digital, riset bersama, kemitraan inovasi, hingga pengembangan solusi berbasis AI, cloud, dan keamanan siber yang mampu menjawab kebutuhan industri,” ungkapnya.
Kerja sama Telkom University dan NUS merupakan tindak lanjut dari inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dalam memperkuat kolaborasi Indonesia dan Singapura di bidang ekonomi digital dan pengembangan talenta.
Bagi Telkom, kemitraan dengan NUS dinilai strategis mengingat universitas tersebut merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia. Dalam QS World University Rankings 2026, NUS menempati peringkat kedelapan dunia, sehingga diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas terhadap jejaring internasional, memperkuat kurikulum, meningkatkan kapasitas dosen, serta mendorong riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Senior Vice Provost National University of Singapore, Prof Bernard C. Y. Tan, mengatakan pihaknya optimistis kerja sama ini akan membuka peluang lebih besar dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, serta penelitian bersama yang mampu menjawab tantangan di tingkat regional maupun global.
“Kemitraan ini akan membuka berbagai peluang untuk pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, serta riset bersama yang dapat menjawab tantangan di tingkat regional maupun global,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto menilai Indonesia masih membutuhkan lebih banyak talenta digital untuk mendukung transformasi digital sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Melalui kemitraan dengan National University of Singapore, kami ingin menghadirkan berbagai program nyata, mulai dari pertukaran akademik, penelitian bersama, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat kualitas lulusan sekaligus memberikan pengalaman global yang semakin relevan dengan kebutuhan industri,” kata Suyanto.
Melalui kolaborasi ini, Telkom berharap sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah semakin kuat sehingga mampu mencetak talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post