Sabtu, 11 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

UMKM Ini Bertahan Lewat Penjualan Online

13 April 2020
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
UMKM Ini Bertahan Lewat Penjualan Online

Addiniya Nurfarojandari General Manager Tazbiya (kedua dari kanan) bersama model produk Tazbiya. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Usaha kecil dan menengah (UMKM) telah membuktikan diri sebagai bisnis yang tahan krisis. Bahkan di tengah situasi pandemi covid-19 masih banyak UMKM di Indonesia yang bertahan. Mereka memanfaatkan jalur penjualan online untuk tetap menjangkau pasar.

Seperti yang dilakukan produsen mukena dengan brand Tazbiya. Addiniya Nurfarojandari General Manager Tazbiya mengatakan, di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan di DKI Jakarta, produknya tetap berjalan.

“Semua toko offline kami memang tutup, tetapi Produk kami telah hadir melalui penjualan online di berbagai marketplace terkemuka di Indonesia, dan memiliki pelanggan hingga ke manca negara,” ungkap Addiniya saat dihubungi youngster.id, Senin (13/4/2020).

Sebelumnya Tazbiya memiliki 14 toko offline yang tersebar di ITC Kuningan, ITC Tanah Abang, dan Thamrin. Tetapi selain itu mereka berjualan di ranah digital lewat sosial media @mukena_tazbiya dan di berbagai platform mall online dari e-commerce terkemuka seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Zalora, dan Lazada.

Baca juga :   Kemendikbudristek Gelar Program Wirausaha Merdeka, Sudah 17 Kampus Jadi Pelaksana

“Dan di saat pandemi seperti sekarang ini, penjualan online menjadi andalan agar bisnis tetap bertahan,” ujar Adiniya.

Dia yakin, dengan memilih ceruk spesifik produk mukena, brand Tazbiya yang dibangun sejak 2015 dapat bertahan. Memang umumnya mukena bukanlah produk fashion yang terlalu sering berubah seperti busana mode lainnya. Untuk mengatasi hal itu, Addiniya menegaskan mereka tetap memperhatikan keinginan pasar.

“Saya selalu ikuti perkembangan mode saat ini. Maka mukena yang saya produksi harus mengikuti tren, termasuk motif dan bahan yang digunakan, dan sesuai keinginan konsumen. Untuk motif kami selalu mengikuti tren yang sedang ada di masyarakat. Target pasar dari Tazbiya adalah kaum perempuan mulai dari usia 22 tahun hingga 45 tahun jadi kami menyediakan beragam motif sehingga customer dapat memilih sesuai selera masing-masing usia,” kata Addiniya lagi.

Baca juga :   PRO X 60 LIGHTSPEED Gaming Keyboard Yang Dirancang untuk Menang

STEVY WIDIA

Tags: TazbiyaUMKM
Previous Post

Pengguna Melonjak, Indiehome Tambah Kuota Pelanggan

Next Post

Program Belanja di Warung Tetangga Targetkan 30 Ribu Warung

Related Posts

QRIS Antarnegara Indonesia Korea Selatan
Digital Business

Resmi! Sekarang Bisa Bayar Pakai QRIS di Korea Selatan, Tak Perlu Tukar Won

6 April 2026
0
Fitur Teknologi AI Grab
Technology

400 Ribu Merchant Manfaatkan Fitur Teknologi AI Grab Untuk Perluas Usaha

1 April 2026
0
e-commerce
Digital Business

Analisis Momentum Works: Peringatan Menkeu Purbaya bagi e-Commerce Asing di Indonesia

27 Maret 2026
0
Load More
Next Post
warung Gotoko

Program Belanja di Warung Tetangga Targetkan 30 Ribu Warung

Lazada Tingkatkan Interaksi Dengan Konsumen

Workmate

Platform Ini Bantu Pelaku Bisnis Seleksi Pekerja Harian

Discussion about this post

Recent Updates

Danantara Indonesia

Danantara Bentuk DENERA, Holding Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

10 April 2026
Endeavor Outliers 2026

Endeavor Outliers 2026: 13 Startup Indonesia & Singapura Raih Predikat Performa Terbaik Global

10 April 2026
AFTECH dukung platform pinjol

AFTECH Dukung Langkah Hukum 9 Platform Pinjol Terkait Putusan KPPU

10 April 2026
Produksi eSAF oleh eFuels SEA di Asia Tenggara

eFuels SEA Gandeng Infinium, Siap Bangun Pabrik Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan di Asia Tenggara

10 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Danantara Indonesia

Danantara Bentuk DENERA, Holding Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

10 April 2026
Endeavor Outliers 2026

Endeavor Outliers 2026: 13 Startup Indonesia & Singapura Raih Predikat Performa Terbaik Global

10 April 2026
AFTECH dukung platform pinjol

AFTECH Dukung Langkah Hukum 9 Platform Pinjol Terkait Putusan KPPU

10 April 2026
Produksi eSAF oleh eFuels SEA di Asia Tenggara

eFuels SEA Gandeng Infinium, Siap Bangun Pabrik Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan di Asia Tenggara

10 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version