Kamis, 19 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Yayasan Kitong Bisa Kembangkan Aplikasi Perencanaan Pembangunan Berbasis Digital

24 Maret 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
Aplikasi Pendamping Desa

Aplikasi Pendamping Desa ditampilkan di depan Presiden RI Joko Widodo pada peresmian Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perkembangan teknologi telah mendorong perencanaan pembangunan yang berbasis digital. Hal ini mendorong Yayasan Kitong Bisa, menghadirkan aplikasi digital yang mendukung perencanaan dan pembangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Yayasan Kitong Bisa Jouhannes Faidiban mengatakan, masyarakat membutuhkan sebuah sistem digital yang memfasilitasi mereka untuk dapat berkomunikasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi, dan Bappenas guna menyampaikan aspirasi lalu akan ditindaklanjuti.

“Sistem digitalisasi penampungan dan penyaluran aspirasi tersebut akan membuat rencana pembangunan menjadi lebih tepat sasaran. Penggunaan anggaran dapat menjadi lebih efektif dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan karena dapat berkomunikasi langsung dengan pemerintah pusat lewat sebuah sistem aplikasi,” kata Annes dalam keterangan pers, Jumat (24/3/2023).

Baca juga :   Amazon Akan Investasi US$ 1 miliar Untuk Pasar Indonesia

Annes mengungkapkan, digitalisasi tersebut dipadukan pelatihan para local champions, yakni anak muda Indonesia yang memiliki kemampuan berpartisipasi dalam menyusun perencanaan dan inovasi pembangunaan dengan masyarakat di level desa. Mereka juga bisa mendampingi penganggaran hingga pencairan anggaran, serta merumuskan inovasi-inovasi pembangunan dalam program kerja untuk menyerap anggaran tersebut.

“Digitalisasi atas penampungan aspirasi, perencanaan, dan pembangunan desa berupaya mengatasi kesenjangan komunikasi dalam merencanakan pembangunan sesuai kebutuhan antara masyarakat hingga level desa dengan Pemerintah Pusat,” katanya.

Menurut Annes, masyarakat membutuhkan sebuah sistem digital yang memfasilitasi mereka untuk dapat berkomunikasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi, dan Bappenas guna menyampaikan aspirasi lalu akan ditindaklanjuti. Contohnya di sektor pendidikan, ketiadaan sekolah dan infrastruktur pendukungnya membuat jumlah guru sedikit di suatu wilayah.

“Maka, informasi tersebut kemudian dimasukkan ke aplikasi digital dengan bimbingan local champion dalam menyampaikan aspirasi penambahan bangunan sekolah, termasuk melakukan detail perencaanaan penganggaran dan eksekusi pembangunannya. Local champion akan menyampaikan aspirasi setelah melakukan pembahasan bersama tokoh masyarakat, termasuk menetapkan lokasinya dan menghitung besaran anggaran yang dibutuhkan,” paparnya.

Baca juga :   UNICEF dan Nokia Implementasikan Aplikasi Digital Bagi Layanan Masyarakat

Aplikasi inovatif ini telah ditampilkan di depan Presiden RI Joko Widodo di sela-sela peresmian Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Jayapura, Provinsi Papua. Turut hadir Menhan Prabowo Subianto, Kepala Staff Presiden Moeldoko, Kepala BIN Budi Gunawan, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauzyah, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi dan Pendidikan, Billy Mambrasar.

Saat ini, Yayasan Kitong Bisa telah menggandeng pemerintah daerah serta beberapa NGO lokal dan internasional dalam menerapkan program local champion tersebut.  Mereka menargetkan melatih lebih dari 100.000 local champion untuk menjadi penggerak pembangunan kampung lewat digitalisasi perencanaan dan pembangunan desa ini.

Annes memproyeksikan aplikasi bisa hadir di semua desa di Indonesia terlebih aplikasi ini dapat digunakan secara offline.

Baca juga :   Anak Muda Harus Memanfaatkan Momentum Perubahan Global

“Digitalisasi berbasis local champion ini bukan menggantikan sistem informasi desa, ataupun mekanisme Musrembangdes, Musrembangda, dan KRISNA yang ada. Tetapi akan saling melengkapi dan menguatkan. Digitalisasi ini memberikan kemampuan masyarakat dapat berkomunikasi secara dua arah secara real time,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: aplikasi digitalPresiden RI Joko WidodoYayasan Kitong Bisa
Previous Post

Startup Aruvana Pamerkan Produk Terapi Kesehatan Berbasis Virtual Reality di SXSW 2023

Next Post

Lazada Hadirkan Coaching Clinic Untuk Penjual Fesyen di Bandung

Related Posts

Trafik Data Indosat Meningkat 21% Saat Idulfitri 2025
News

Trafik Data Indosat Meningkat 21% Saat Idulfitri 2025

10 April 2025
0
Presiden Jokowi
Headline

Digitalisasi Ekonomi di Indonesia Telah Lahirkan 2 Decacorn dan 9 Unicorn

17 Agustus 2022
0
UNICEF - Nokia
News

UNICEF dan Nokia Implementasikan Aplikasi Digital Bagi Layanan Masyarakat

25 Juli 2022
0
Load More
Next Post
Fashion of The Next Normal

Lazada Hadirkan Coaching Clinic Untuk Penjual Fesyen di Bandung

Sampoerna University

Kolaborasi Sampoerna University dan Anglia Ruskin University untuk Peningkatan Kualitas Guru

Signing Upper West dengan Microsoft dan LLV

Melalui Microsoft for Startups Founders Hub, SML Berikan Dukungan Teknologi Bagi Penghuni SOHO Upper West

Discussion about this post

Recent Updates

Duolingo Jadikan Game Catur Lebih Kritis, Stategis Sekaligus Menyenangkan

Duolingo Jadikan Game Catur Lebih Kritis, Stategis Sekaligus Menyenangkan

19 Februari 2026
eSport Indonesia Targetkan Juara Umum di SEA Games 2025

Timnas Indonesia Siap Bertanding Di 9 Arena Asian Games 2026 Esports

19 Februari 2026
Raih Potensi Bisnis Di Momen Ramadan Dengan Manfaatkan WhatsApp Business

Raih Potensi Bisnis Di Momen Ramadan Dengan Manfaatkan WhatsApp Business

19 Februari 2026
Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Nomor Seluler Baru

Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Nomor Seluler Baru

19 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Duolingo Jadikan Game Catur Lebih Kritis, Stategis Sekaligus Menyenangkan

Duolingo Jadikan Game Catur Lebih Kritis, Stategis Sekaligus Menyenangkan

19 Februari 2026
eSport Indonesia Targetkan Juara Umum di SEA Games 2025

Timnas Indonesia Siap Bertanding Di 9 Arena Asian Games 2026 Esports

19 Februari 2026
Raih Potensi Bisnis Di Momen Ramadan Dengan Manfaatkan WhatsApp Business

Raih Potensi Bisnis Di Momen Ramadan Dengan Manfaatkan WhatsApp Business

19 Februari 2026
Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Nomor Seluler Baru

Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Nomor Seluler Baru

19 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version