Selasa, 19 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Youtube Tidak Monetisasi Konten Berbasis AI Tanpa Sentuhan Manusia

14 Juli 2025
in News
Reading Time: 1 min read
Made on YouTube Event

YouTube TV.(Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Youtube resmi mengumumkan pembaruan kebijakan monetisasi dalam Program Mitra YouTube (YouTube Partner Program). Aturan yang berlaku mulai 15 Juli 2025 secara tegas mewajibkan semua video yang dimonetisasi untuk diproduksi secara orisinal dan asli.

Kebijakan ini juga membatasi penggunaan konten massal serta video berbasis kecerdasan buatan (AI) tanpa sentuhan kreatif dari manusia.

Rene Ritchie, Head of Editorial & Creator Liaison YouTube menyatakan bahwa jenis konten massal dan tidak autentik tidak layak dimonetisasi sejak dulu.

“Yotube menegaskan bahwa video yang dibuat secara massal, berulang, atau dihasilkan sepenuhnya oleh AI akan menghadapi risiko kehilangan hak monetisasi,” ungkapnya dikutip Senin (14/7/2025).

Jenis konten yang dimaksud mencakup,  video dengan template berulang atau formula konten yang identik. Selain itu, konten yang mudah disalin dari kanal lain tanpa modifikasi atau nilai tambah. Juga video yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI, tanpa elemen personal atau kreativitas dari kreator.

Pihak Youtube menegaskan, langkah ini diambil demi menjaga kualitas konten dan mencegah pengguna dari pengalaman menonton yang buruk akibat maraknya konten tidak autentik.

Hal ini karena sering dianggap sebagai spam oleh pengguna. Selain itu, kebijakan ini juga dinilai penting dalam menjaga ekosistem kreator yang sehat.

Meski demikian, YouTube tidak sepenuhnya melarang penggunaan teknologi AI. Kanal-kanal seperti VTuber atau kreator yang menggunakan avatar animasi dan suara sintetis masih diperbolehkan memonetisasi kontennya. Tentu harus tetap ada sentuhan orisinal, seperti komentar pribadi, analisis, atau narasi kreatif.

Sedangkan, kanal yang sepenuhnya bergantung pada AI bersiap menghadapi peninjauan lebih ketat, dan bahkan berpotensi kehilangan sumber penghasilan.

Menurut YouTube, kebijakan ini hanyalah penyempurnaan dari aturan lama yang selama ini sudah berlaku namun belum dijelaskan secara eksplisit.

Dengan diberlakukannya aturan baru ini pada 15 Juli 2025, para kreator diingatkan untuk kembali pada esensi awal YouTube.

 

 

STEVY WIDIA

 

Tags: AImonetisasiYoutubeYouTube Partner Program
Previous Post

Stephanie Indrajaya, Desainer Fashion Itu Harus Punya Cita Rasa dan Strategi Keberlanjutan

Next Post

AION UT, Mobil Listrik Berbasis AI Untuk Urban Trendsetter Yang Peduli Keberlanjutan

Related Posts

Microsoft Percepat Adopsi AI
Technology

Microsoft Percepat Adopsi AI di Sektor Keuangan dan Pendidikan

14 Mei 2026
0
IdeaFest 2026, Bahas Masa Depan Manusia dalam Industri Kreatif di Era AI
Digital Business

IdeaFest 2026, Bahas Masa Depan Manusia dalam Industri Kreatif di Era AI

13 Mei 2026
0
Jobstreet Kampanye Relevansi AI
Industry

Cari Kerja Lebih Akurat, Jobstreet Luncurkan Kampanye “Relevansi” Berbasis AI di Asia

12 Mei 2026
0
Load More
Next Post
AION UT, Mobil Listrik Berbasis AI Untuk Urban Trendsetter Yang Peduli Keberlanjutan

AION UT, Mobil Listrik Berbasis AI Untuk Urban Trendsetter Yang Peduli Keberlanjutan

Fintech Lending Days 2025

Tingkatkan Literasi Keuangan di Timur Indonesia, AdaKami Dukung Gelaran Fintech Lending Days 2025

Kagendra

Menang Dramatis, Kagendra Juara Baru FFNS 2025 Fall

Discussion about this post

Recent Updates

Agen Moladin Finance Indonesia

Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Agen Moladin Finance Tembus 7.000 Mitra

19 Mei 2026
Kredit Berkelanjutan Bank Raya

Terapkan Prinsip ESG, Kredit Berkelanjutan Bank Raya Tembus Rp3,6 Triliun

19 Mei 2026
East Ventures Sustainability Report 2026

East Ventures Rilis Sustainability Report 2026, Targetkan Emisi Nol Bersih Tahun 2030

19 Mei 2026
Pendanaan Startup Asia Tenggara 2026

Investasi Startup Asia Tenggara Naik 9%, Tracxn Catat Total Pendanaan Tembus US$303 Miliar

19 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Agen Moladin Finance Indonesia

Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Agen Moladin Finance Tembus 7.000 Mitra

19 Mei 2026
Kredit Berkelanjutan Bank Raya

Terapkan Prinsip ESG, Kredit Berkelanjutan Bank Raya Tembus Rp3,6 Triliun

19 Mei 2026
East Ventures Sustainability Report 2026

East Ventures Rilis Sustainability Report 2026, Targetkan Emisi Nol Bersih Tahun 2030

19 Mei 2026
Pendanaan Startup Asia Tenggara 2026

Investasi Startup Asia Tenggara Naik 9%, Tracxn Catat Total Pendanaan Tembus US$303 Miliar

19 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version