Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Youtube Tidak Monetisasi Konten Berbasis AI Tanpa Sentuhan Manusia

14 Juli 2025
in News
Reading Time: 1 min read
Made on YouTube Event

YouTube TV.(Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Youtube resmi mengumumkan pembaruan kebijakan monetisasi dalam Program Mitra YouTube (YouTube Partner Program). Aturan yang berlaku mulai 15 Juli 2025 secara tegas mewajibkan semua video yang dimonetisasi untuk diproduksi secara orisinal dan asli.

Kebijakan ini juga membatasi penggunaan konten massal serta video berbasis kecerdasan buatan (AI) tanpa sentuhan kreatif dari manusia.

Rene Ritchie, Head of Editorial & Creator Liaison YouTube menyatakan bahwa jenis konten massal dan tidak autentik tidak layak dimonetisasi sejak dulu.

“Yotube menegaskan bahwa video yang dibuat secara massal, berulang, atau dihasilkan sepenuhnya oleh AI akan menghadapi risiko kehilangan hak monetisasi,” ungkapnya dikutip Senin (14/7/2025).

Jenis konten yang dimaksud mencakup,  video dengan template berulang atau formula konten yang identik. Selain itu, konten yang mudah disalin dari kanal lain tanpa modifikasi atau nilai tambah. Juga video yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI, tanpa elemen personal atau kreativitas dari kreator.

Baca juga :   XL Tingkatkan Kapasitas Jaringan Hadapi Libur Panjang Lebaran

Pihak Youtube menegaskan, langkah ini diambil demi menjaga kualitas konten dan mencegah pengguna dari pengalaman menonton yang buruk akibat maraknya konten tidak autentik.

Hal ini karena sering dianggap sebagai spam oleh pengguna. Selain itu, kebijakan ini juga dinilai penting dalam menjaga ekosistem kreator yang sehat.

Meski demikian, YouTube tidak sepenuhnya melarang penggunaan teknologi AI. Kanal-kanal seperti VTuber atau kreator yang menggunakan avatar animasi dan suara sintetis masih diperbolehkan memonetisasi kontennya. Tentu harus tetap ada sentuhan orisinal, seperti komentar pribadi, analisis, atau narasi kreatif.

Sedangkan, kanal yang sepenuhnya bergantung pada AI bersiap menghadapi peninjauan lebih ketat, dan bahkan berpotensi kehilangan sumber penghasilan.

Baca juga :   Jajaki Pasar Indonesia, AI Neuro.net Sasar Peningkatan Digitalisasi di Industri Keuangan Nasional

Menurut YouTube, kebijakan ini hanyalah penyempurnaan dari aturan lama yang selama ini sudah berlaku namun belum dijelaskan secara eksplisit.

Dengan diberlakukannya aturan baru ini pada 15 Juli 2025, para kreator diingatkan untuk kembali pada esensi awal YouTube.

 

 

STEVY WIDIA

 

Tags: AImonetisasiYoutubeYouTube Partner Program
Previous Post

Stephanie Indrajaya, Desainer Fashion Itu Harus Punya Cita Rasa dan Strategi Keberlanjutan

Next Post

AION UT, Mobil Listrik Berbasis AI Untuk Urban Trendsetter Yang Peduli Keberlanjutan

Related Posts

indosat x tanla
AI & Cyber

Kolaborasi Indosat x Tanla, Halau 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam Bagi Pelanggan

6 Februari 2026
0
blokir shorts
BizTech

YouTube Punya Fitur Blokir Shorts, Cegah Anak Doom Scrolling

22 Januari 2026
0
Penonton YouTube Shopping Melonjak 400%, Jadi Sumber Pendapatan Baru Bagi Kreator Konten
e-Commerce

Penonton YouTube Shopping Melonjak 400%, Jadi Sumber Pendapatan Baru Bagi Kreator Konten

6 November 2025
0
Load More
Next Post
AION UT, Mobil Listrik Berbasis AI Untuk Urban Trendsetter Yang Peduli Keberlanjutan

AION UT, Mobil Listrik Berbasis AI Untuk Urban Trendsetter Yang Peduli Keberlanjutan

Fintech Lending Days 2025

Tingkatkan Literasi Keuangan di Timur Indonesia, AdaKami Dukung Gelaran Fintech Lending Days 2025

Kagendra

Menang Dramatis, Kagendra Juara Baru FFNS 2025 Fall

Discussion about this post

Recent Updates

AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
Mambu

Mambu Perluas Payments Hub ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Pasar Utama

25 Februari 2026
bisnis kost

Ramadan Jadi Periode Performa Terendah Bagi Bisnis Kost

25 Februari 2026
Investasi AI

Lonjakan Investasi AI Menandai Fase Baru bagi Ritel Jelang Perayaan Hari Raya

25 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
Mambu

Mambu Perluas Payments Hub ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Pasar Utama

25 Februari 2026
bisnis kost

Ramadan Jadi Periode Performa Terendah Bagi Bisnis Kost

25 Februari 2026
Investasi AI

Lonjakan Investasi AI Menandai Fase Baru bagi Ritel Jelang Perayaan Hari Raya

25 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version