youngster.id - Aplikasi perbankan digital milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), balé by BTN, mencatatkan pertumbuhan pengguna hingga menembus 5.021.503 pengguna terdaftar per September 2026. Capaian ini diraih dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun sejak resmi diluncurkan pada 6 Maret 2025.
Pertumbuhan basis pengguna balé by BTN mencatatkan peningkatan sebesar 51% secara tahunan (year-on-year/yoy). Peningkatan tersebut berbanding lurus dengan aktivitas transaksi digital yang membukukan 2,23 miliar transaksi (tumbuh 46% yoy) dengan nilai total transaksi mencapai Rp103,53 triliun atau naik 44% yoy hingga September 2026.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyampaikan bahwa lonjakan ini merupakan hasil dari percepatan modernisasi layanan perbankan dan penguatan bisnis digital perseroan.
“Pencapaian lima juta pengguna ini patut kita banggakan. Dalam waktu sekitar satu setengah tahun sejak diluncurkan, balé by BTN telah menjadi bagian penting dari modernisasi BTN. Ke depan, kami ingin balé by BTN semakin personal dan memiliki keunikan yang membedakannya dari layanan digital lainnya,” ujar Nixon, dikutip Selasa (13/10/2026).
Pengembangan Super App dan Integrasi Ekosistem Properti
Hingga saat ini, balé by BTN telah dilengkapi lebih dari 764 fitur yang mencakup transaksi perbankan dasar, pembelian tiket transportasi (pesawat, kereta api, dan Whoosh), voucher belanja, hingga akses ke balé Properti untuk pencarian hunian dan pengajuan pembiayaan rumah (KPR). Strategi ini diarahkan untuk membangun super app yang mengintegrasikan ekosistem finansial, hunian, dan gaya hidup (lifestyle).
Aktivitas bisnis digital tersebut memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan per September 2026: Perolehan Funding Tabungan Digital tumbuh agresif sebesar 30% yoy, dan Pendapatan Berbasis Komisi (Fee-based Income) meningkat 42% yoy.
Nixon menambahkan bahwa BTN akan terus memperluas jaringan kemitraan dengan sektor transportasi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga pengembang properti guna mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.
Penguatan Tata Kelola Keamanan Digital
Seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna, BTN juga memprioritaskan penguatan infrastruktur keamanan siber dan edukasi nasabah guna mengantisipasi risiko kejahatan digital.
“Seiring layanan digital berkembang, aspek keamanan harus dipikirkan sejak awal. Tantangan kejahatan digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami dan menggunakan teknologi. Karena itu, keamanan dan edukasi nasabah harus berjalan bersama,” kata Nixon.
Ke depan, BTN memfokuskan pengembangan balé by BTN pada peningkatan kualitas interaksi (engagement) pengguna serta penyediaan layanan yang personal dan terintegrasi.
HENNI S.
















Discussion about this post