youngster.id - Perusahaan teknologi akuakultur (agritech) FisTx meluncurkan NAWASENA Nitrit sebagai varian terbaru dalam lini produk pemantauan kualitas air tambak. Kehadiran produk ini melengkapi dua varian terdahulu, yaitu NAWASENA Amonia dan NAWASENA Alkalinitas, sehingga rangkaian NAWASENA Water Test Kit kini mencakup tiga parameter utama yang menentukan kesehatan budidaya udang dan ikan.
Parameter amonia, nitrit, dan alkalinitas memainkan peranan penting dalam menjaga kondisi lingkungan air tambak. Perubahan kecil pada ketiga elemen tersebut yang terlambat terdeteksi berpotensi memicu stres pada hewan budidaya hingga menyebabkan penurunan hasil panen. Dengan ketersediaan NAWASENA Nitrit, petambak dapat melakukan pemantauan rutin secara harian untuk mencegah penurunan kualitas air.
Lini produk NAWASENA dikembangkan dan diproduksi secara penuh di dalam negeri oleh tim Research and Development (R&D) FisTx Indonesia. Efisiensi biaya produksi lokal menjadikan alat uji ini lebih terjangkau dibandingkan produk impor sejenis, sehingga dapat diakses oleh petambak dari berbagai skala usaha.
Akurasi Metode Titrasi dan Pendekatan Preventif
Dari sisi teknis, NAWASENA Water Test Kit menerapkan metode titrasi untuk memberikan kemudahan serta kecepatan pemrosesan sampel di lapangan tanpa mengorbankan akurasi hasil pembacaan.
Chief Executive Officer FisTx Indonesia, Rico Wisnu Wibisono, menjelaskan bahwa penyempurnaan tiga parameter ini ditujukan untuk mendukung pengambilan keputusan budidaya berbasis data.
“Dengan NAWASENA Nitrit, kini lengkap sudah tiga parameter penting budidaya, yaitu amonia, nitrit, dan alkalinitas, yang bisa dipantau petambak setiap hari. Kami ingin teknologi monitoring itu mudah dipakai, akurat, dan terjangkau, karena sepenuhnya dibuat di Indonesia,” ujar Rico, dikutip Selasa (13/10/2026).
Guna menjaga kestabilan ekosistem tambak, FisTx merekomendasikan pemeriksaan kualitas air minimal satu kali sehari atau lebih sering saat kondisi perairan tidak stabil. Penggunaan test kit harian ini dirancang sebagai langkah preventif awal bagi petambak, sebelum dilakukannya analisis laboratorium lanjutan jika diperlukan. (*AMBS)
















Discussion about this post