Kamis, 6 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Technology

Atasi Penyakit dan Pangkas Biaya 87%, FisTx Jadi Pelopor Teknologi Nano Akuakultur di Indonesia

6 Agustus 2026
in Technology
Reading Time: 3 mins read
FisTx teknologi nano tambak udang

Atasi Penyakit dan Pangkas Biaya 87%, FisTx Jadi Pelopor Teknologi Nano Akuakultur di Indonesia (Foto: Ilustrasi/GeminiAI)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, FisTx (PT Aditya Inovasi Makmur), mengukuhkan diri sebagai entitas pertama di Indonesia yang berhasil memproduksi sekaligus mengaplikasikan teknologi nano untuk industri budidaya udang nasional. Inovasi ini hadir sebagai solusi disinfeksi air dan aditif pakan guna mengatasi berbagai ancaman penyakit utama, seperti Enterocytozoon hepatopenaei (EHP), Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND), White Spot Syndrome Virus (WSSV), hingga White Feces Disease (WFD).

Melalui dua produk andalannya, yakni Nano Silver dan Nano Disinfektan (nano copper), FisTx menerapkan sistem biosekuriti berlapis. Nano Silver dicampurkan ke dalam pakan untuk memberikan perlindungan internal pada udang, sementara Nano Disinfektan ditebar ke air kolam untuk sterilisasi lingkungan.

Kedua produk tersebut mengandalkan partikel aktif berukuran 4–7 nanometer. Hasil pengujian Transmission Electron Microscope (TEM) di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) mengonfirmasi bahwa ukuran partikel tersebut konsisten dan terdistribusi merata tanpa mengalami pengumpalan (agregasi).

Founder & CEO FisTx, Rico Wisnu Wibisono, menjelaskan bahwa pendekatan teknologi nano ini jauh lebih efektif dan aman dibanding metode kimia konvensional.

“Selama ini petambak udang bergantung pada disinfektan kimia atau antibiotik yang memicu resistensi bakteri dan meninggalkan residu berbahaya. Teknologi nano bekerja dengan menembus langsung dinding sel patogen, menonaktifkan enzim serta produksi energinya, hingga merusak DNA patogen. Karena jalur serangannya multi-titik, bakteri Vibrio, virus WSSV, maupun spora EHP tidak sempat membangun resistensi,” terang Rico, dikutip Kamis (6/8/2026).

Teruji Aman dan Hemat Biaya Hingga 87 Persen

Selain efektivitas biologis, keunggulan teknologi FisTx juga terlihat dari efisiensi biaya dan keamanan operasional. Dari aspek ekonomi, penggunaan Nano Disinfektan terbukti mampu menghemat biaya disinfeksi lebih dari 87% dibandingkan dengan penggunaan kaporit untuk volume air yang setara.

Sementara dari sisi keamanan, uji LD-50 internal menunjukkan margin keamanan hingga 710 kali lipat antara dosis operasional dan ambang batas toksik bagi udang—berada jauh di atas standar keamanan produk sejenis.

Efektivitas produk ini di lapangan telah tervalidasi secara nyata di berbagai lokasi tambak komersial. Di Pasuruan, aplikasi rutin terbukti mampu menjaga populasi Vibrio tetap berada di bawah ambang batas aman sepanjang siklus budidaya berlangsung. Sementara itu, pada uji kolaborasi bersama PT MEN, penggunaan aditif pakan mencatatkan hasil impresif dengan menekan populasi bakteri Vibrio Green patogenik dari 38.700 CFU/ml hingga menyentuh angka nol hanya dalam kurun waktu sepuluh hari evaluasi.

Bukti Nyata Keberhasilan di Lapangan

Manfaat nyata dari Fistx Disinfection System (FDS) ini telah dirasakan langsung oleh para petambak di berbagai wilayah Indonesia. Di Kulon Progo, sebuah tambak binaan yang sempat terancam akibat lonjakan kematian udang sejak hari ke-30 (Day of Culture/DOC 30) berhasil pulih total setelah rutin mengaplikasikan Nano Disinfektan. Tambak tersebut bahkan sukses melangsungkan panen tuntas pada DOC 120 dengan ukuran (size) 28, serta menghasilkan total panen mencapai 9,5 ton dari tiga kolam.

Kemanfaatan serupa dirasakan oleh Bayu, petambak asal Pangandaran, yang mengonfirmasi keberhasilannya menekan bakteri Vibrio dan menjaga tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR) udang di atas 85% selama empat siklus berturut-turut. Sementara itu di Lampung, Iming yang telah tiga kali melakukan pengadaan Nano Disinfektan turut mengaminkan performa positif teknologi nano tersebut dalam menjaga kestabilan fasilitas budidayanya.

Hadirnya inovasi biosekuriti berbasis teknologi nano dari FisTx diharapkan dapat menjadi standar baru dalam industri akuakultur nasional, sekaligus membantu petambak meningkatkan produktivitas panen secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. (*AMBS)



Tags: akuakulturDisinfektan UdangFisTxPenyakit UdangRico Wisnu WibisonoSlemanTambak Udangteknologi nano
Previous Post

Alibaba Meluncurkan Qwen3.8-Max: Model AI Multimodal Berkapasitas 2,4 Triliun Parameter

Related Posts

FisTx teknologi akuakultur
Startup & Entrepreneurship

Atasi Kegagalan Budidaya Perikanan, Startup Akuakultur FisTx Rambah Pasar Global

28 Juli 2026
0
Audisi Inavoice
Industry

Lawan Tren Suara AI, Inavoice Buka Audisi Pengisi Suara “Cari Talent Anyar Season 2”

16 Juli 2026
0
FisTx Nawasena
Startup & Entrepreneurship

Agritech FisTx Perkenalkan NAWASENA, Solusi Cerdas Monitoring Kualitas Air Tambak

13 Mei 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

FisTx teknologi nano tambak udang

Atasi Penyakit dan Pangkas Biaya 87%, FisTx Jadi Pelopor Teknologi Nano Akuakultur di Indonesia

6 Agustus 2026
Alibaba Qwen3.8-Max AI

Alibaba Meluncurkan Qwen3.8-Max: Model AI Multimodal Berkapasitas 2,4 Triliun Parameter

6 Agustus 2026
SanggaTech for Her Sanggabiz

Dorong Inklusi dan Kemandirian Digital, Sanggabiz Luncurkan Program ‘SanggaTech for Her’ Berbasis AI

6 Agustus 2026
Privy x Syailendra Kapital

Syailendra Capital Gandeng Privy Pangkas Waktu Registrasi Investor Jadi 3 Menit

6 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
FisTx teknologi nano tambak udang

Atasi Penyakit dan Pangkas Biaya 87%, FisTx Jadi Pelopor Teknologi Nano Akuakultur di Indonesia

6 Agustus 2026
Alibaba Qwen3.8-Max AI

Alibaba Meluncurkan Qwen3.8-Max: Model AI Multimodal Berkapasitas 2,4 Triliun Parameter

6 Agustus 2026
SanggaTech for Her Sanggabiz

Dorong Inklusi dan Kemandirian Digital, Sanggabiz Luncurkan Program ‘SanggaTech for Her’ Berbasis AI

6 Agustus 2026
Privy x Syailendra Kapital

Syailendra Capital Gandeng Privy Pangkas Waktu Registrasi Investor Jadi 3 Menit

6 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version