youngster.id - Penggunaan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi QRIS tumbuh hingga 100,12% secara tahunan (year-on-year) menjadi 12,55 miliar transaksi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Nilai transaksi QRIS hingga akhir Juni 2026 pun melonjak 89,52% secara tahunan hingga menyentuh angka Rp600,69 triliun. Pertumbuhan pesat ini menandakan semakin tingginya adopsi pembayaran berbasis telepon pintar di kalangan masyarakat serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyebut QRIS telah menjadi penggerak utama perubahan lanskap keuangan nasional.
“QRIS merupakan gerbang ekonomi digital sekaligus game changer bagi ekonomi dan keuangan digital nasional. Realisasi ini mengonfirmasi bahwa pembayaran digital kini telah menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujar Filianingsih, dikutip Jum’at (7/8/2026).
Jangkau 66 Juta Pengguna dan 44,86 Juta Merchant
Dari sisi adopsi pengguna, layanan QRIS per Juni 2026 telah dimanfaatkan oleh 66 juta pengguna serta diterima di 44,86 juta merchant di seluruh Indonesia. Mayoritas merchant tersebut merupakan pelaku usaha mikro dan kecil yang sebelumnya belum terjangkau akses pembayaran nontunai formal.
Capaian semester pertama ini makin mendekatkan Bank Indonesia pada target tahunan 2026, yakni menjaring 70 juta pengguna, 47 juta merchant, serta memproses 17 miliar transaksi. Dengan capaian 12,55 miliar transaksi di paruh pertama, BI telah mengamankan hampir tiga perempat dari target volume tahunan.
Sistem QRIS yang diluncurkan pertama kali pada 2019 terbukti menyederhanakan infrastruktur pembayaran. Pedagang kini tidak perlu lagi memasang banyak stiker QR dari berbagai penyedia jasa keuangan, melainkan cukup mencetak satu kode standar seragam untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi bank maupun dompet digital (e-wallet).
Dukungan Ekosistem Terintegrasi
Kekuatan utama QRIS terletak pada aspek interoperabilitas dan konektivitas infrastruktur yang terintegrasi penuh. Saat ini, ekosistem pendukung QRIS ditopang oleh 96 bank, 60 lembaga keuangan nonbank, serta empat operator switching pembayaran.
Struktur terintegrasi ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi lintas platform secara instan dan tanpa hambatan, sekaligus memperkuat kedaulatan serta inklusi keuangan digital nasional secara berkelanjutan.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post