youngster.id - PT Erajaya Swasembada Tbk terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui praktik pengelolaan limbah berkelanjutan. Inisiatif ini mengedepankan pendekatan ekonomi sirkular (circular economy) pada seluruh rantai operasional perusahaan guna membangun Circular Retail Ecosystem.
Melalui kerangka kerja sirkular ini, Erajaya memetakan berbagai material yang dihasilkan dari aktivitas bisnis—mulai dari kantor, retail store, warehouse, service center, hingga promosi—agar dapat dikelola secara bertanggung jawab. Pendekatan ini memperpanjang siklus hidup material yang berpotensi menjadi sampah, sekaligus memberikan nilai guna baru bagi lingkungan, masyarakat, dan bisnis.
Group Chief of HC, GA, Litigations & CSR Erajaya Group, Jimmy Peranginangin, menegaskan bahwa perusahaan memandang material sisa operasional sebagai sumber daya bernilai.
“Bagi Erajaya, circular economy bukan sekadar tentang mengelola limbah, tetapi tentang bagaimana kami memandang setiap material sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Melalui praktik pengelolaan limbah berkelanjutan, kami berupaya memetakan berbagai aliran material yang dihasilkan untuk dimanfaatkan kembali melalui pendekatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Jimmy, dikutip Jum’at (7/8/2026).
Integrasi Pengelolaan Limbah dan Pemberdayaan UMKM
Dalam pelaksanaannya, Erajaya mengategorikan pengelolaan material secara spesifik sesuai karakteristiknya, mencakup sampah elektronik (e-waste), material branding, plastik, kertas dan kardus, hingga sampah organik. Setiap kategori ditangani melalui pemilahan ketat, pemrosesan bersama mitra pengelola limbah berizin, serta proses daur ulang dan upcycling yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sejak program ekonomi sirkular ini dijalankan, Erajaya telah mencatatkan sejumlah capaian operasional yang signifikan. Perusahaan berhasil mengelola sebanyak 54 ton limbah operasional secara bertanggung jawab, serta mengumpulkan dan mengolah hingga 3.911 unit sampah elektronik (e-waste). Selain itu, Erajaya mendaur ulang lebih dari 175 kg sampah plastik menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi dengan UMKM. Komitmen keberlanjutan ini turut diperkuat dengan penyelenggaraan kampanye dan edukasi ESG yang berhasil melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan pemangku kepentingan.
Praktik ini tidak hanya memangkas volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon serta penghematan energi secara terukur melalui sistem pemantauan ESG yang terintegrasi.
Atas keberhasilan dan konsistensi Erajaya dalam mengimplementasikan praktik ekonomi sirkular serta tata kelola material yang berkelanjutan di seluruh jaringan ritelnya, perusahaan turut meraih Anugerah Khusus Sektor Barang Konsumen pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.
Ke depan, Erajaya berkomitmen untuk terus mengembangkan strategi Circular Retail Ecosystem guna meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya serta menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post