Ekspansi Berbasis Keberlanjutan, Digital Edge Catat Rekor Green Loan di Indonesia

Digital Edge

Ekspansi Berbasis Keberlanjutan, Digital Edge Catat Rekor Green Loan di Indonesia (Foto: Istimewa/Digital Edge)

youngster.id - Perusahaan penyedia infrastruktur pusat data Digital Edge mempertegas dominasinya di pasar Indonesia melalui pencapaian finansial dan operasional yang signifikan. Dalam Laporan ESG 2026 bertajuk “Staying Power: Scaling Up, Standing Out”, perusahaan mengumumkan keberhasilan meraih pinjaman hijau (green loan) sebesar US$665 juta untuk pengembangan CGK Campus di Jakarta.

Angka ini menjadi salah satu rekor pendanaan hijau terbesar di sektor pusat data Indonesia. Langkah strategis ini sejalan dengan meningkatnya permintaan akan infrastruktur digital yang siap mendukung kecerdasan buatan (AI-ready) namun tetap memenuhi standar keberlanjutan yang ketat dari investor dan regulator.

Melalui unit bisnisnya, Digital Edge Indonesia (sebelumnya dikenal sebagai EDGE DC), perusahaan telah membuktikan komitmen nyata dalam meminimalkan dampak lingkungan. Fasilitas EDGE2 di Jakarta baru-baru ini berhasil meraih sertifikasi LEED Gold, standar internasional tertinggi untuk bangunan ramah lingkungan.

“Seiring percepatan permintaan AI, pertumbuhan yang bertanggung jawab bukan lagi pilihan, melainkan syarat utama,” ujar John Freeman, Group CEO Digital Edge, Rabu (29/4/2026).

Selain pendanaan jumbo, Digital Edge juga melaporkan bahwa penggunaan listrik terbarukan di seluruh portofolionya telah meningkat menjadi 26%, dengan target ambisius mencapai 100% pada tahun 2030.

Selain aspek lingkungan, Digital Edge melalui Indonet juga melakukan ekspansi masif pada infrastruktur konektivitas. Sejak tahun 2024, jaringan serat optik (fiber) di Jakarta telah tumbuh hampir 5 kali lipat.

Menariknya, 92% dari jaringan tersebut kini telah tertanam di bawah tanah. Transformasi ini dirancang untuk memastikan keberlangsungan bisnis (business continuity) bagi pelanggan korporasi dengan meminimalkan risiko gangguan kabel pada rute publik, sekaligus memberikan layanan latensi rendah yang andal.

Hingga akhir periode pelaporan 2025, Digital Edge mencatatkan rekor 100% uptime di seluruh fasilitas operasionalnya, termasuk EDGE1, EDGE2, dan CGK Campus. Keandalan ini didukung oleh tata kelola perusahaan yang kuat, di mana Green Finance Framework mereka mendapatkan peringkat SQS2 (Sangat Baik) dari Moody’s.

Dengan kombinasi pendanaan hijau yang masif dan infrastruktur bawah tanah yang tangguh, Digital Edge memposisikan diri sebagai pemimpin transformasi digital Indonesia yang inklusif, aman, dan berkelanjutan. (*AMBS)

 

Exit mobile version