INDEF: Ekosistem Ojek Online Dorong Aktivitas Ekonomi Nasional

Gojek

Layanan ojol menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi digital Indonesia (Foto: ilustrasi/Istimewa)

youngster.id - Layanan ojek online (ojol) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Tidak hanya digunakan untuk transportasi, platform digital ini juga dimanfaatkan untuk memesan makanan, mengirim barang, hingga mendukung aktivitas pelaku usaha. Di balik kemudahan tersebut, ekosistem ojol ternyata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Hal itu terungkap dalam riset terbaru yang dilakukan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Universitas Paramadina. Studi bertajuk Masa Depan Ojek Online di Indonesia tersebut menunjukkan bahwa transportasi online berkontribusi sekitar Rp564,79 triliun atau setara 2,37% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Kepala Makroekonomi dan Keuangan INDEF Muhammad Rizal Taufikurahman mengatakan, angka tersebut menunjukkan bahwa kehadiran transportasi online tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menghasilkan efek berganda yang mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

“Berdasarkan perhitungan kami, transportasi online memberikan kontribusi hampir Rp565 triliun atau sekitar 2,37% terhadap PDB Indonesia. Ini bukan angka kecil dan menunjukkan bahwa sektor ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional,” ungkapnya dikutip Selasa (9/6/2026).

Menurut hasil riset, kontribusi ekonomi tersebut berasal dari dampak langsung maupun tidak langsung yang dihasilkan ekosistem transportasi online.

Dampak langsung mencapai sekitar Rp169,12 triliun yang berasal dari aktivitas sektor transportasi dan layanan terkait. Sementara itu, dampak tidak langsung mencapai sekitar Rp395,67 triliun melalui berbagai sektor pendukung yang terhubung dengan layanan transportasi online.

Rizal menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari ekosistem roda dua yang mencapai Rp268,7 triliun, sedangkan roda empat menyumbang sekitar Rp126,97 triliun.

“Hasil perhitungan kami menunjukkan kontribusi roda dua jauh lebih besar dibandingkan roda empat. Ini menunjukkan besarnya efek spillover yang dihasilkan layanan ojek online terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, dampak tersebut muncul karena layanan transportasi online turut mendukung berbagai aktivitas ekonomi lain, mulai dari perdagangan, logistik, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor jasa.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kehadiran ekosistem ojol berpengaruh terhadap sejumlah indikator ekonomi nasional.

Konsumsi rumah tangga riil tercatat meningkat hingga 3,26%, sementara upah riil masyarakat naik 2,37%. Selain itu, agregat inventori riil meningkat sebesar 4,80% dan pertumbuhan PDB riil terdorong hingga 1,66%.

Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi yang tercipta melalui layanan transportasi online tidak hanya berdampak pada mitra pengemudi atau perusahaan platform, tetapi juga memberikan efek yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.

Salah satu temuan menarik dalam riset tersebut adalah kontribusi transportasi online dalam membantu menekan inflasi. Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan layanan ojol berkontribusi menurunkan laju inflasi hingga 0,16%.

Rizal menjelaskan bahwa layanan transportasi online membantu mempercepat distribusi barang dan jasa sehingga biaya logistik menjadi lebih efisien. Efisiensi tersebut pada akhirnya membantu menjaga harga barang tetap terkendali di tingkat konsumen.

“Banyak riset di Indonesia menunjukkan mobilitas barang atau arus lalu lintas barang bisa menekan angka inflasi. Ternyata ojek online juga begitu, angkanya tidak kecil, 0,16%,” ujarnya.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa ekosistem transportasi online memiliki peran yang jauh lebih besar. Selain memudahkan aktivitas sehari-hari, layanan ojol juga menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi digital Indonesia dengan mendorong pertumbuhan UMKM, memperkuat sektor logistik, membuka peluang kerja, serta membantu menjaga stabilitas ekonomi.

STEVY WIDIA

Exit mobile version