Rabu, 10 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

INDEF: Ekosistem Ojek Online Dorong Aktivitas Ekonomi Nasional

9 Juni 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Gojek

Layanan ojol menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi digital Indonesia (Foto: ilustrasi/Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Layanan ojek online (ojol) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Tidak hanya digunakan untuk transportasi, platform digital ini juga dimanfaatkan untuk memesan makanan, mengirim barang, hingga mendukung aktivitas pelaku usaha. Di balik kemudahan tersebut, ekosistem ojol ternyata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Hal itu terungkap dalam riset terbaru yang dilakukan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Universitas Paramadina. Studi bertajuk Masa Depan Ojek Online di Indonesia tersebut menunjukkan bahwa transportasi online berkontribusi sekitar Rp564,79 triliun atau setara 2,37% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Kepala Makroekonomi dan Keuangan INDEF Muhammad Rizal Taufikurahman mengatakan, angka tersebut menunjukkan bahwa kehadiran transportasi online tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menghasilkan efek berganda yang mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

“Berdasarkan perhitungan kami, transportasi online memberikan kontribusi hampir Rp565 triliun atau sekitar 2,37% terhadap PDB Indonesia. Ini bukan angka kecil dan menunjukkan bahwa sektor ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional,” ungkapnya dikutip Selasa (9/6/2026).

Menurut hasil riset, kontribusi ekonomi tersebut berasal dari dampak langsung maupun tidak langsung yang dihasilkan ekosistem transportasi online.

Dampak langsung mencapai sekitar Rp169,12 triliun yang berasal dari aktivitas sektor transportasi dan layanan terkait. Sementara itu, dampak tidak langsung mencapai sekitar Rp395,67 triliun melalui berbagai sektor pendukung yang terhubung dengan layanan transportasi online.

Rizal menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari ekosistem roda dua yang mencapai Rp268,7 triliun, sedangkan roda empat menyumbang sekitar Rp126,97 triliun.

“Hasil perhitungan kami menunjukkan kontribusi roda dua jauh lebih besar dibandingkan roda empat. Ini menunjukkan besarnya efek spillover yang dihasilkan layanan ojek online terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, dampak tersebut muncul karena layanan transportasi online turut mendukung berbagai aktivitas ekonomi lain, mulai dari perdagangan, logistik, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor jasa.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kehadiran ekosistem ojol berpengaruh terhadap sejumlah indikator ekonomi nasional.

Konsumsi rumah tangga riil tercatat meningkat hingga 3,26%, sementara upah riil masyarakat naik 2,37%. Selain itu, agregat inventori riil meningkat sebesar 4,80% dan pertumbuhan PDB riil terdorong hingga 1,66%.

Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi yang tercipta melalui layanan transportasi online tidak hanya berdampak pada mitra pengemudi atau perusahaan platform, tetapi juga memberikan efek yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.

Salah satu temuan menarik dalam riset tersebut adalah kontribusi transportasi online dalam membantu menekan inflasi. Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan layanan ojol berkontribusi menurunkan laju inflasi hingga 0,16%.

Rizal menjelaskan bahwa layanan transportasi online membantu mempercepat distribusi barang dan jasa sehingga biaya logistik menjadi lebih efisien. Efisiensi tersebut pada akhirnya membantu menjaga harga barang tetap terkendali di tingkat konsumen.

“Banyak riset di Indonesia menunjukkan mobilitas barang atau arus lalu lintas barang bisa menekan angka inflasi. Ternyata ojek online juga begitu, angkanya tidak kecil, 0,16%,” ujarnya.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa ekosistem transportasi online memiliki peran yang jauh lebih besar. Selain memudahkan aktivitas sehari-hari, layanan ojol juga menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi digital Indonesia dengan mendorong pertumbuhan UMKM, memperkuat sektor logistik, membuka peluang kerja, serta membantu menjaga stabilitas ekonomi.

STEVY WIDIA

Tags: ekonomi digitalekonomi IndonesiaIndefojek online (Ojol)teknologi digitaltransportasi onlineUMKMUniversitas Paramadina
Previous Post

Sriwijaya Esports Juara UniPin Series Road to FFNS 2026 Fall, Amankan Hadiah Rp35 Juta

Next Post

Atasi Tren Quiet Quitting, Bosch Indonesia Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Related Posts

AFTECH pindar
Digital Business

Salurkan Kredit Rp1.388 Triliun, AFTECH Tegaskan Komitmen Pinjaman Daring Jadi Jembatan Inklusi Keuangan

9 Juni 2026
0
Ekonomi Digital Indonesia
Digital Business

AI dan 5G Akan Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

9 Juni 2026
0
Bank DBS Indonesia Pembiayaan Berkelanjutan
Digital Business

Sokong Ekonomi Hijau, Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Tembus Rp15,6 Triliun

8 Juni 2026
0
Load More
Next Post
Bosch Indonesia x HR Asia

Atasi Tren Quiet Quitting, Bosch Indonesia Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Ekonomi Digital Indonesia

AI dan 5G Akan Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

Skystar Ventures UMN

Skystar Ventures UMN Pamerkan Puluhan Startup Hasil Inkubasi

Discussion about this post

Recent Updates

AFTECH pindar

Salurkan Kredit Rp1.388 Triliun, AFTECH Tegaskan Komitmen Pinjaman Daring Jadi Jembatan Inklusi Keuangan

9 Juni 2026
Perplexity AI

Perplexity Raih Pendanaan Baru US$200 Juta untuk Garap Browser AI ‘Comet’, Valuasi Tembus US$20 Miliar

9 Juni 2026
Transaksi Kripto Indonesia

Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp99,01 Triliun per April 2026

9 Juni 2026
Social Engineering

Kerugian Finansial Tembus Rp9,1 Triliun, Indodax Gandeng Masyarakat Lawan Tren Kejahatan Social Engineering

9 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
AFTECH pindar

Salurkan Kredit Rp1.388 Triliun, AFTECH Tegaskan Komitmen Pinjaman Daring Jadi Jembatan Inklusi Keuangan

9 Juni 2026
Perplexity AI

Perplexity Raih Pendanaan Baru US$200 Juta untuk Garap Browser AI ‘Comet’, Valuasi Tembus US$20 Miliar

9 Juni 2026
Transaksi Kripto Indonesia

Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp99,01 Triliun per April 2026

9 Juni 2026
Social Engineering

Kerugian Finansial Tembus Rp9,1 Triliun, Indodax Gandeng Masyarakat Lawan Tren Kejahatan Social Engineering

9 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version