youngster.id - Sea Limited melaporkan laba bersih Shopee naik tiga kali lipat menjadi US$ 1,6 miliar. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pengguna aktif sekitar 400 juta pembeli dan 20 juta penjual. Sementara laba bersih dari induk Shopee pada 2025 mencapai US$ 1,6 miliar atau Rp 27,01 triliun. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelum sebesar US$ 447,8 juta atau setara Rp 7,56 triliun.
Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Sea Limited Forrest Li mengatakan, semua bisnis perusahaan berpusat di Singapura pada tahun 2025 berkembang baik melampaui ekspektasi pertumbuhan awal.
“Pertumbuhan yang kuat ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna yang kami layani,” kata Forrest Li dikutip dari pernyataan resmi Selasa (16/3/2026).
Platform e-commerce Shopee menjadi kontributor utama pertumbuhan Sea. Sepanjang tahun 2025, Shopee melayani sekitar 400 juta pembeli aktif dan 20 juta penjual. Pendapatan Shopee mencapai US$ 16,6 miliar atau Rp 280,19 triliun, naik 33,4%. Di sisi lain, layanan keuangan digital Seabank menjaring lebih dari 20 juta peminjam baru. Sedang unit game Garena mencatat rata-rata lebih dari 100 juta pemain aktif harian sepanjang tahun.
Forrest Li mengatakan, volume transaksi dan nilai perdagangan bruto atau gross merchandise value (GMV) platform ini terus meningkat sebesar US$ 127,4 miliar atau Rp 2.150,3 triliun, naik 26,8% secara tahunan. Sedang total pesanan mencapai 13,9 miliar transaksi, naik 27,2%. Sedang pendapatan marketplace mencapai US$ 14,5 miliar atau Rp 244,75 triliun, meningkat 33,9%.
Memasuki 2026, Forrest Li mengatakan Sea menargetkan pertumbuhan transaksi Shopee tetap agresif namun dengan fokus menjaga profitabilitas. Untuk tahun 2026, perusahaan akan meningkatkan GMV tahunan Shopee sekitar 25% secara tahunan dengan EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh tidak lebih rendah dari tahun 2025 dalam nilai absolut dolar.
“Kami percaya ini adalah strategi yang tepat untuk mengoptimalkan profitabilitas jangka panjang Shopee. Strategi perusahaan akan tetap berfokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan pengguna,” pungkasnya.
STEVY WIDIA
