Tembus US$2,36 Miliar, Penjualan FMCG di E-Commerce Indonesia Cetak Rekor Tertinggi

Penjualan FMCG

Tembus US$2,36 Miliar, Penjualan FMCG di E-Commerce Indonesia Cetak Rekor Tertinggi (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

youngster.id - Pertumbuhan kategori Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di kanal e-commerce Indonesia terus menunjukkan tren positif pada awal 2026. Berdasarkan laporan Compas.id, nilai penjualan FMCG nasional melalui platform e-commerce mencapai lebih dari US$2,36 miliar pada kuartal I-2026, sekaligus mencetak rekor tertinggi baru dan melampaui capaian kuartal sebelumnya.

Pencapaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran kanal digital dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Memasuki kuartal II-2026, Compas.id memproyeksikan pasar FMCG e-commerce tetap berada pada level tinggi dengan nilai sekitar US$2 miliar.

Proyeksi ini mengindikasikan pertumbuhan yang relatif stabil meski telah melewati periode puncak belanja Ramadan yang biasanya menjadi momentum utama peningkatan transaksi.

Meningkatnya transaksi FMCG di e-commerce tidak terlepas dari semakin luasnya adopsi teknologi digital di Indonesia. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat tingkat penetrasi internet nasional pada 2025 telah mencapai 80,66% dari total populasi.

Vice President of Account Management SIRCLO, Januarius Gunawan, menilai pertumbuhan FMCG online turut mengubah ekspektasi konsumen terhadap pengalaman berbelanja.

“Semakin besarnya pemanfaatan platform online dalam aktivitas belanja produk FMCG turut mengubah ekspektasi konsumen terhadap pengalaman berbelanja. Tantangannya bukan lagi sekadar hadir di e-commerce, tetapi bagaimana brand dapat mengelola berbagai kanal secara terintegrasi untuk memberikan pengalaman yang cepat, konsisten, dan tanpa hambatan,” ungkapnya dikutip Rabu (10/6/2026).

Sejalan dengan proyeksi tersebut, data internal SIRCLO mencatatkan kategori FMCG pada platform e-commerce sepanjang April hingga Mei 2026 telah mencapai 85% dari total volume pesanan pada kuartal I-2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan pada sektor ini masih berpotensi tumbuh pada kuartal II-2026, seiring dengan pergeseran perilaku konsumen yang kian mengandalkan kanal digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Januarius, perkembangan FMCG di e-commerce tidak terlepas dari semakin kuatnya adopsi kanal digital oleh masyarakat Indonesia. Hal ini tercermin dari tingginya penetrasi internet serta semakin maraknya kebiasaan berbelanja online.

Kemudahan yang ditawarkan kanal digital turut mendorong pergeseran ini, di mana pengalaman berbelanja online kini semakin mendekati kenyamanan belanja offline—terutama melalui opsi pengiriman cepat seperti instant dan same-day delivery, sehingga barang dapat diterima lebih cepat.

Konsumen kini tidak lagi sekadar mencari produk, tetapi mengharapkan pengalaman yang mulus dan konsisten di setiap titik interaksi, kapanpun dan dimanapun saat mereka bertransaksi. Namun, bagi brand, memenuhi ekspektasi ini bukan hal sederhana, terutama ketika operasional tersebar di berbagai kanal yang berjalan secara terpisah.

“Di sinilah pendekatan omnichannel commerce menjadi krusial, yakni bagaimana setiap kanal belanja dapat terhubung dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Melalui integrasi ini, brand tidak hanya mampu menjaga konsistensi pengalaman, tetapi juga mendorong loyalitas dan repeat purchase melalui kepuasan pelanggan,” ujar Januarius.

Kemudahan yang ditawarkan kanal digital, termasuk layanan pengiriman instan dan same-day delivery, dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong pergeseran perilaku konsumen. Saat ini, konsumen tidak hanya mencari produk yang dibutuhkan, tetapi juga mengharapkan pengalaman belanja yang praktis dan cepat di berbagai kanal.

“Kolaborasi bersama SIRCLO melalui pemanfaatan SIRCLO Commerce telah mendukung operasional e-commerce secara end-to-end. Kerjasama terus berkembang seiring dengan perlunya menangkap potensi pertumbuhan di luar Jabodetabek,” ujar Ronny Chandra, General Manager PT. Javaprima Abadi (Kopi Luwak White Koffie).

Melalui kolaborasi dengan SIRCLO, perusahaan memperluas jaringan distribusi ke Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya guna mengakomodasi peningkatan permintaan dari berbagai daerah.

Dengan nilai penjualan yang menembus US$2,36 miliar pada kuartal I-2026 dan proyeksi yang tetap tinggi pada kuartal berikutnya, kategori FMCG semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan e-commerce Indonesia. Tren ini sekaligus menandakan bahwa belanja kebutuhan sehari-hari melalui kanal digital semakin menjadi bagian dari gaya hidup konsumen Indonesia.

.

STEVY WIDIA

Exit mobile version