youngster.id - Mastercard mengakuisisi BVNK, startup stablecoin yang berbasis di London, Inggris. Nilai akuisisi ini mencapai US$1,8 miliar atau sekitar Rp 30,54 triliun. Akuisisi ini menjadi langkah besar Mastercard dalam memperluas jangkauannya ke sistem pembayaran berbasis blockchain.
Akuisisi BVNK memberikan Mastercard kemampuan untuk menghubungkan jalur pembayaran tradisional dengan sistem berbasis blockchain yang sedang berkembang. Hal ini memungkinkan Mastercard terlibat dalam sistem pembayaran yang melibatkan stablecoin dan deposito tokenisasi seiring dengan meningkatnya adopsi di masa depan
Kesepakatan ini mencakup pembayaran awal sebesar US$ 300 juta atau setara Rp 5,09 triliun. Pembayaran selanjutnya akan bergantung pada pencapaian target kinerja tertentu oleh BVNK dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2026.
“Sebagian besar lembaga keuangan dan fintech akan menyediakan layanan mata uang digital di masa mendatang,” kata Jorn Lambert Chief Product Officer Mastercard yang dikutip CNBC baru-baru ini.
Platform BVNK, yang didirikan pada tahun 2021, mendukung transaksi di semua jaringan blockchain utama di lebih dari 130 negara. Tahun lalu, BVNK mengklaim valuasinya di atas USD 750 juta atau Rp 12,72 triliun.
Sebelumnya, BVNK dilaporkan menerima tawaran akuisisi dari Coinbase, selain Mastercard. Mastercard juga sempat tertarik untuk mengakuisisi perusahaan kripto lain, Zerohash, pada awal tahun ini.
Integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional terus berkembang. Mastercard mengumumkan peluncuran Crypto Partner Program, sebuah inisiatif global yang melibatkan lebih dari 85 perusahaan dari industri kripto dan layanan keuangan.
Program ini, diumumkan pada 11 Maret, bertujuan mempercepat pengembangan infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.
Melalui program ini, Mastercard akan bekerja sama dengan perusahaan kripto, penyedia layanan pembayaran, serta lembaga keuangan untuk memperluas penggunaan teknologi blockchain dalam sistem pembayaran global.
Menurut Mastercard, program ini dirancang untuk mendorong penerapan aset digital dalam berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari pengiriman uang lintas negara (remittance), transfer dana antarperusahaan (B2B), pembayaran, hingga proses penyelesaian transaksi (settlement).
Mastercard juga memperkenalkan Crypto Partner Program untuk mempertemukan lebih dari 85 perusahaan kripto, penyedia pembayaran, dan lembaga keuangan. Beberapa di antaranya adalah Aptos, Binance, BitGo, Bybit, Circle, Crypto.com, Elliptic, Gemini, MoonPay, Nexo, Paxos, PayPal, Polygon, Ripple, SoFi, dan Solana.
Kehadiran berbagai perusahaan tersebut menunjukkan semakin eratnya kolaborasi antara industri kripto dan lembaga keuangan tradisional.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post