Jumat, 8 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Wisata Domestik Jadi Penggerak Utama Industri Perhotelan, Tren Staycation Naik

8 Mei 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
staycation

Liburan staycation jadi tren di kalangan anak muda. (Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Wisatawan domestik kini menjadi motor utama pertumbuhan industri perhotelan di Indonesia. Momentum libur panjang sepanjang Mei 2026 seperti Hari Buruh Internasional, Kenaikan Isa Almasih, hingga Idul Adha diprediksi semakin memperkuat tren perjalanan dalam negeri yang terus meningkat sejak Lebaran tahun ini.

Data terbaru dari  SiteMinder menunjukkan, wisatawan domestik menyumbang 52% dari total pemesanan hotel di Indonesia selama Maret 2026. Angka tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di level 48%.

Kenaikan ini melanjutkan tren tahunan yang konsisten. Dalam laporan Hotel Booking Trends milik SiteMinder, tamu domestik tercatat menyumbang 43% dari total booking hotel nasional pada 2024, lalu meningkat menjadi 48% pada 2025.

Country Manager SiteMinder Indonesia Fifin Prapmasari mengatakan, dominasi wisatawan lokal tersebut memperlihatkan bahwa pasar domestik kini memegang peran penting dalam menjaga pertumbuhan industri perhotelan nasional, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk berlibur di dalam negeri.

“Perayaan budaya terpenting di Indonesia terus berkembang seiring perubahan preferensi wisatawan domestik saat ini,” ungkapnya dikutip Jumat (8/5/2026).

Menurut Fifin, tidak hanya jumlah perjalanan yang meningkat, pola wisata masyarakat Indonesia juga mulai mengalami perubahan. Tradisi mudik saat Lebaran kini berkembang menjadi pengalaman wisata sekaligus momen rekreasi keluarga.

Banyak wisatawan memilih staycation, perjalanan singkat ke destinasi regional, hingga liburan fleksibel yang direncanakan lebih spontan.

“Lebaran tahun ini tetap berakar kuat pada nilai kebersamaan keluarga, namun semakin dipengaruhi oleh keinginan untuk menciptakan pengalaman baru, mulai dari staycation, perjalanan ke destinasi regional, hingga fleksibilitas untuk bepergian sesuai preferensi masing-masing,” ujarnya.

Perubahan tren tersebut terlihat jelas dari meningkatnya pemesanan hotel di sejumlah kota wisata regional.

Selama periode Lebaran 2026, Lombok mencatat pertumbuhan pemesanan hotel tertinggi sebesar 7,5%. Yogyakarta menyusul dengan pertumbuhan 7,1%, sementara Bandung naik 6,8%. Ketiganya berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 2,6%.

Sementara itu, Bali tetap menunjukkan performa stabil dengan pertumbuhan 0,1%, sejalan dengan tingginya permintaan wisata yang sudah kuat sejak awal.

SiteMinder menilai destinasi regional kini semakin diminati karena menawarkan pengalaman wisata yang lebih dekat, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan traveler domestik saat ini.

Selain peningkatan jumlah booking, wisatawan Indonesia kini juga cenderung melakukan pemesanan hotel lebih dekat dengan tanggal keberangkatan.

Secara nasional, rata-rata lead time atau jarak waktu pemesanan turun dari 16 hari pada 2025 menjadi 15 hari tahun ini.

Lombok mencatat penurunan terbesar dengan rata-rata booking dilakukan 20 hari sebelum kedatangan, turun dari sebelumnya 24 hari. Bandung bahkan hanya memiliki rata-rata lead time delapan hari.

“Fenomena ini memperlihatkan wisatawan domestik kini semakin fleksibel dan spontan dalam merencanakan perjalanan, terutama saat momentum long weekend,” ujarnya.

Meski permintaan meningkat, hotel-hotel di Indonesia justru melakukan penyesuaian tarif untuk menarik wisatawan domestik.

Secara nasional, average daily rate (ADR) turun 3,3% dari Rp1,77 juta pada 2025 menjadi Rp1,71 juta tahun ini.

Bali mencatat penurunan tarif terbesar sebesar 7,4% menjadi Rp2,49 juta. Yogyakarta turun 3,4% menjadi Rp1,29 juta, sedangkan Lombok turun 3,2% menjadi Rp1,97 juta. Bandung menjadi satu-satunya kota yang mengalami kenaikan tarif hotel sebesar 2,5% menjadi Rp955 ribu.

Menurut Fifin, kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi hotel untuk menghadirkan pengalaman menginap yang lebih bernilai.

“Hotel perlu menghadirkan penawaran paket yang meningkatkan nilai pengalaman menginap, serta menerapkan strategi pendapatan yang dinamis dan responsif terhadap pertumbuhan permintaan,” katanya.

Dengan banyaknya long weekend sepanjang Mei, tren wisata domestik diperkirakan akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan industri pariwisata dan perhotelan Indonesia.

 

STEVY WIDIA

 

Tags: booking hotelindustri perhotelanSiteMinderstaycationtraveler Indonesiawisata domestic
Previous Post

Wujudkan Kota Cerdas, XLSMART Hadirkan Teknologi AI dan IoT Terintegrasi

Related Posts

Minor Hotels
Industry

AI Bakal Ubah Cara Kamu Traveling, Ini Langkah Besar Minor Hotels

9 April 2026
0
Indibiz Hotel Solusi Digital Bisnis Perhotelan
News

Indibiz Hotel Solusi Digital Bisnis Perhotelan

28 Juli 2024
0
staycation
Headline

Nggak Bisa Mudik? Staycation Bisa Jadi Cara Seru Rayakan Lebaran

23 April 2023
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

staycation

Wisata Domestik Jadi Penggerak Utama Industri Perhotelan, Tren Staycation Naik

8 Mei 2026
Wujudkan Kota Cerdas, XLSMART Hadirkan Teknologi AI dan IoT Terintegrasi

Wujudkan Kota Cerdas, XLSMART Hadirkan Teknologi AI dan IoT Terintegrasi

8 Mei 2026
Lazada Indonesia Integrasikan Agen AI dalam Ekosistem Belanja Online

Lazada Indonesia Integrasikan Agen AI dalam Ekosistem Belanja Online

8 Mei 2026
CapCut Dorong Kreator Lokal Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Digital

CapCut Dorong Kreator Lokal Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Digital

8 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
staycation

Wisata Domestik Jadi Penggerak Utama Industri Perhotelan, Tren Staycation Naik

8 Mei 2026
Wujudkan Kota Cerdas, XLSMART Hadirkan Teknologi AI dan IoT Terintegrasi

Wujudkan Kota Cerdas, XLSMART Hadirkan Teknologi AI dan IoT Terintegrasi

8 Mei 2026
Lazada Indonesia Integrasikan Agen AI dalam Ekosistem Belanja Online

Lazada Indonesia Integrasikan Agen AI dalam Ekosistem Belanja Online

8 Mei 2026
CapCut Dorong Kreator Lokal Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Digital

CapCut Dorong Kreator Lokal Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Digital

8 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version