youngster.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan lonjakan signifikan pada industri aset digital nasional. Jumlah investor aset kripto di Indonesia resmi menembus angka 22,69 juta orang hingga akhir Juni 2026, yang menegaskan tingginya minat masyarakat terhadap investasi aset kripto.
Seiring pertumbuhan basis pemodal, aktivitas perdagangan di pasar aset digital juga mencatatkan angka yang solid. Total nilai transaksi aset kripto sepanjang bulan Juni 2026 saja berhasil menyentuh Rp28,58 triliun, mencerminkan likuiditas dan aktivitas pasar yang tetap tinggi.
Anggota Dewan Komisioner OJK (sebelumnya menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa tren kenaikan investor ini terjadi di tengah pengawasan ketat regulator untuk menjaga integritas dan stabilitas ekosistem keuangan digital.
“Investor aset kripto berada dalam tren yang meningkat, telah mencapai 22,69 juta investor per Juni tahun 2026. Nilai transaksi aset kripto selama Juni 2026 tercatat sebesar Rp28,58 triliun,” ujar Friderica, dikutip Selasa (4/8/2026).
1.272 Aset Kripto Legal dan Penguatan Kelembagaan
OJK juga mencatat variasi aset digital yang dapat diperdagangkan secara legal di pasar domestik terus bertambah. Hingga akhir Juni 2026, regulator telah memberikan persetujuan bagi 1.272 jenis aset kripto untuk bertransaksi di Indonesia.
“Sampai dengan Juni tahun ini, ada 1.272 aset kripto yang dapat diperdagangkan,” lanjut Friderica.
Dari sisi infrastruktur industri, OJK telah memberikan izin operasional resmi kepada 32 entitas yang menjadi pilar ekosistem perdagangan aset kripto nasional. Struktur kelembagaan ini mencakup: 2 Bursa Kripto (Crypto Exchanges), 2 Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian, 2 Pengelola Tempat Penyimpanan (Custodians), 26 Pedagang Aset Keuangan Digital.
Kehadiran kerangka regulasi dan kelembagaan ini bertujuan untuk menghadirkan ruang transaksi aset kripto yang aman, transparan, dan terproteksi bagi seluruh investor di Indonesia. (*AMBS)

















Discussion about this post