youngster.id - Pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia mendorong kebutuhan akan solusi yang terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan berbagai sektor industri. Menjawab tantangan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan AIcosystem, ekosistem AI terpadu yang menyatukan seluruh kapabilitas AI TelkomGroup, mulai dari infrastruktur, platform, hingga solusi dan aplikasi.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, AI kini bukan lagi sekadar teknologi baru, melainkan fondasi transformasi digital yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
“AI bukan hanya perkembangan teknologi masa kini, melainkan fondasi baru transformasi digital yang perlu dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan AIcosystem, kami menyatukan seluruh kekuatan AI TelkomGroup agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa,” ucapnya dikutip Rabu (5/8/2026).
Menurut Dian, AIcosystem menjadi wadah yang mengintegrasikan seluruh kapabilitas AI TelkomGroup sehingga pengembangan solusi AI tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu ekosistem.
Melalui AIcosystem, berbagai pengembangan AI yang sebelumnya dilakukan secara terpisah di masing-masing entitas TelkomGroup kini diorkestrasi dalam satu arah strategis. Ekosistem tersebut mencakup Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute milik NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga Telkom University.
Salah satu pembeda AIcosystem adalah pendekatan fullstack AI yang diterapkan TelkomGroup. Berbeda dengan layanan AI yang umumnya digunakan secara individual, AI TelkomGroup dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sektor enterprise dengan mengedepankan keamanan data, tata kelola, dan integrasi sistem bisnis.
Selain mendukung penggunaan Large Language Model (LLM) Bahasa Indonesia, AIcosystem juga memanfaatkan infrastruktur yang dibangun dan dioperasikan di dalam negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Telkom memperkuat kedaulatan AI sekaligus mendukung transformasi digital nasional.
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi memaparkan, AIcosystem dibangun menggunakan pendekatan fullstack AI, sehingga tidak hanya menghadirkan aplikasi AI, tetapi juga memperkuat fondasi teknologi yang mendukungnya.
“AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI melalui infrastruktur, data, model, dan platform. Pendekatan ini memungkinkan solusi yang lebih aman, scalable, dan relevan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia,” kata Faizal.
Pendekatan tersebut terdiri atas tiga lapisan utama, yakni AI Infrastructure, AI Models & Platforms, serta AI Solutions & Applications. Infrastruktur AI didukung data center, GPU, CPU, dan memori untuk kebutuhan komputasi, sementara lapisan platform mencakup pengembangan big data, data aggregator, hingga Large Language Model (LLM) yang mendukung Bahasa Indonesia.
Di lapisan aplikasi, Telkom telah menghadirkan berbagai solusi AI yang digunakan di sektor pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur. Implementasinya meliputi pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, hingga infrastructure planning berbasis AI.
Salah satu implementasi AI juga diterapkan pada platform pendidikan Pijar. Dengan pemanfaatan AI, guru dapat mengoreksi esai lebih cepat dan konsisten sehingga membantu meningkatkan produktivitas proses pembelajaran.
Dengan menyatukan seluruh kapabilitas AI dalam satu ekosistem, Telkom berharap AIcosystem tidak hanya mempercepat transformasi digital berbagai sektor industri, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia dalam pengembangan teknologi AI di masa depan.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post