Pasar Tokenisasi Saham Melonjak US$3 Miliar, FLOQ Sebut Blockchain Memasuki Fase Baru

Adopsi tokenisasi saham dan blockchain

Pasar Tokenisasi Saham Melonjak US$3 Miliar, FLOQ Sebut Blockchain Memasuki Fase Baru (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Industri aset kripto dan teknologi blockchain dinilai mulai memasuki fase pertumbuhan baru yang ditandai oleh percepatan adopsi serta integrasi ke dalam sistem keuangan arus utama (mainstream). Perubahan ini menggeser peran blockchain dari sekadar instrumen perdagangan aset kripto seperti Bitcoin menjadi infrastruktur ekonomi digital yang lebih luas.

Founder Cardano, Charles Hoskinson, sebelumnya menyoroti bahwa blockchain sedang memasuki periode pertumbuhan eksponensial seiring masifnya penerapan teknologi pendukung seperti kecerdasan buatan (AI) dan tokenisasi aset tradisional, termasuk saham, mata uang, hingga properti.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengamini pandangan tersebut. Menurutnya, perkembangan tokenisasi instrumen keuangan seperti saham dan Exchange-Traded Fund (ETF) membuka babak baru dalam penerbitan, transaksi, dan penyelesaian aset pasar modal.

“Blockchain semakin bergerak dari sekadar teknologi di balik aset kripto menjadi infrastruktur yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan keuangan. Tokenisasi saham dan ETF menjadi salah satu perkembangan paling menarik karena membuka kemungkinan baru dalam ekosistem keuangan nasional maupun global,” ujar Yudho, dikutip Senin (5/10/2026).

Nilai Ekuitas Ditokenisasi Melesat Lima Kali Lipat

Integrasi antara pasar keuangan tradisional (TradFi) dan ekosistem aset digital tercermin dari lonjakan volume tokenisasi. Data internal FLOQ mencatat nilai ekuitas yang ditokenisasi melesat tajam dari sekitar US$600 juta pada awal 2025 menjadi US$3 miliar.

Yudho menekankan bahwa pertumbuhan signifikan ini merupakan bagian dari perubahan struktural industri keuangan, bukan sekadar tren jangka pendek. Fase adopsi selanjutnya tidak lagi berfokus pada kecepatan pemrosesan transaksi blockchain, melainkan pada kemampuannya terintegrasi dengan infrastruktur keuangan yang sudah ada.

“Tokenisasi menjadi jembatan antara pasar tradisional dan blockchain. Ke depan, fokus utama bukan hanya pertumbuhan nilai pasar, melainkan bagaimana ekosistem ini membangun standar keamanan, transparansi, kepatuhan regulasi, serta pengalaman pengguna yang kuat,” jelasnya.

Konvergensi Blockchain, AI, dan Regulasi

Selain tokenisasi, efisiensi model AI yang kian berkembang diproyeksikan akan mempercepat transformasi infrastruktur layanan keuangan digital. Pertemuan berbagai teknologi ini diyakini menciptakan ekosistem baru yang lebih efisien.

Meski demikian, keterlibatan institusi keuangan dan kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan regulasi serta perlindungan konsumen yang tangguh.

“Industri ini akan semakin matang ketika blockchain tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat memperdagangkan aset kripto, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi digital sehari-hari. Tugas kami adalah memastikan ekosistem ini tumbuh secara aman, transparan, dan patuh terhadap regulasi,” pungkas Yudho. (*AMBS)

 

Exit mobile version