Minggu, 26 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

Penonton YouTube Shopping Melonjak 400%, Jadi Sumber Pendapatan Baru Bagi Kreator Konten

6 November 2025
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Penonton YouTube Shopping Melonjak 400%, Jadi Sumber Pendapatan Baru Bagi Kreator Konten

Peluncuran Youtube Festival 2025 di Jakarta. (Foto: istimewa/youtube)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan program afiliasi belanja di YouTube. Hasilnya, waktu menonton konten belanja melonjak lebih dari 400% hanya dalam satu tahun. Program YouTube Shopping ini menjadi sumber pendapatan baru bagi kreator konten.

Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan, lonjakan ini adalah bukti kepercayaan mendalam antara kreator dan pemirsa yang secara langsung diterjemahkan menjadi hasil bisnis yang nyata. Keberhasilan ini dibangun di atas skala yang tak tertandingi secara keseluruhan, di mana total waktu menonton YouTube Shopping kian naik sebesar 20% dari tahun ke tahun.

“Selama satu tahun ini kami melihat antusiasme masyarakat dan potensinya yang besar, serta tentunya membantu ekonomi para kreator dan memberi dampak bagi brand,” ucapnya dikutip Kamis (6/11/2025).

Menurut Veronica, perkembangan ini didukung oleh sejumlah faktor. Seperti ekosistem multi-format terpercaya dan komunitas kreator dinamis yang kian berkembang pesat. Selain itu, para kreator memanfaatkan spektrum format lengkap platform, mulai dari Shorts, hingga konten long-form, memungkinkan mereka untuk membangun koneksi yang mendalam, memastikan konten mereka terasa otentik dan memperkuat rasa memiliki di komunitas untuk setiap video dan kanal.

“Faktor-faktor inilah yang menjadi salah satu pendorong jumlah channel yang memiliki lebih dari satu juta subscribers di Indonesia terus berlipat ganda hanya dalam setahun terakhir ini, menjadi lebih dari 3.000 channel,” ucapnya.

Veronica menegaskan, program afiliasi YouTube Shopping telah membantu kreator membuka aliran pendapatan baru. “Filosofi YouTube jelas: kami hanya berhasil jika kreator kami berhasil. Dengan memberdayakan kreativitas dengan perangkat AI baru seperti Gemini dan Veo, serta memperkenalkan fitur seperti Stickers on Shorts, kami berkomitmen untuk menyediakan beragam cara bagi kreator untuk membangun karier yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Perkembangan ini diakui oleh kreator konten Dewi Vanow kreator afiliasi YouTube Shopping dengan 5,9 pelanggan di YouTube. Menurut dia, penggunaan tautan produk, yang dipelajari di YouTube Shopping Bootcamp, menghasilkan peningkatan pendapatan yang luar biasa sebesar 40-50%, hanya dari penandaan (tagging) di YouTube Shopping saja.

“Saat pertama kali mengenal YouTube Shopping, saya sempat merasa, ‘sepertinya ini bukan saya deh’, karena saya bukan tipe orang yang berjualan atau affiliate. Tapi setelah saya coba dan tekuni, ternyata respons audiens luar biasa. Banyak yang sering bertanya, ‘beli di mana, Kak?’ atau ‘produk yang dipakai apa?’ Dari situ saya mulai menandai (tag) toko atau produk yang saya gunakan agar penonton bisa dengan mudah menemukannya. Ternyata langkah kecil itu membawa dampak yang sangat besar,” ungkapnya.

Dewi mengaku melalui afiliasi YouTube Shopping dia memperoleh peningkatan penghasilan 40%-50% dari penghasilan sebelumnya. “Dari yang awalnya hanya hobi, kini benar-benar berkembang menjadi sumber bisnis baru bagi saya. Menurut saya, ini peluang yang luar biasa bagi kreator mana pun yang ingin memaksimalkan potensi channel-nya,” ujarnya.

Pertumbuhan ini juga dirasakan Shopee. Hanya dalam sembilan bulan, jumlah video dengan penandaan produk (tagging) meningkat 5X lipat. Dengan satu video kini dapat menandai hingga 60 produk, jumlah produk yang direkomendasikan melonjak 4X lipat.. Semua hasil signifikan ini tentunya didukung oleh standar keamanan yang ketat, dimana program afiliasi YouTube Shopping hanya tersedia untuk kreator dalam YouTube Partner Program (YPP), memastikan lingkungan belanja yang lebih aman. Yang terbaru YouTube Shopping menggandeng e-commerce Lazada.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: afiliasi belanjakreator kontenYoutubeYouTube Shopping
Previous Post

AWS, Nvidia, CrowdStrike Gelar Kompetisi Untuk Startup Keamanan Siber

Next Post

Dukung Pemerataan Akses Digital XLSMART Perkuat Kualitas Jaringan Konektivitas di Bengkulu

Related Posts

Ekonomi Konten Kreatif
Technology

Peluang Ekonomi Konten Kreatif Indonesia Bisa Capai Rp66 Triliun

25 Juli 2026
0
Tren Kreator Konten Meningkat, Telkomsel Permudah Akses CapCut Premium
Digital Business

Tren Kreator Konten Meningkat, Telkomsel Permudah Akses CapCut Premium

21 Juli 2026
0
Lazada x Meta
Digital Business

Perluas Akses Kreator Konten, Lazada Gabung Program Kemitraan Afiliasi Meta di Asia Tenggara

8 Juli 2026
0
Load More
Next Post
Dukung Pemerataan Akses Digital XLSMART Perkuat Kualitas Jaringan Konektivitas di Bengkulu

Dukung Pemerataan Akses Digital XLSMART Perkuat Kualitas Jaringan Konektivitas di Bengkulu

Program Japan Thematic Fund, Kolaborasi Bisnis dan Platform Berkelanjutan Bagi Startup

Program Japan Thematic Fund, Kolaborasi Bisnis dan Platform Berkelanjutan Bagi Startup

Lazada

Lazada Investasikan Hingga US$25 Juta untuk Festival Belanja 11.11 Tahun Ini

Discussion about this post

Recent Updates

Investasi Google di Anthropic

Nilai Investasi Google di Anthropic Melesat Jadi US$135 Miliar, Dongkrak Laba Bersih Alphabet

25 Juli 2026
AMD Helios Advancing AI 2026

Ambil Alih Pasar AI Gigawatt, AMD Luncurkan Infrastruktur AI Helios dan Gandeng OpenAI Hingga Anthropic

25 Juli 2026
MAXStream TV x iQIYI

Kolaborasi MAXStream TV dan iQIYI Rilis Series ‘Bunga di Tepi Jurang’

25 Juli 2026
RevComm

Akselerasi Pengembangan AI Agent, RevComm Raih Pendanaan Seri B Rp330 Miliar

25 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Investasi Google di Anthropic

Nilai Investasi Google di Anthropic Melesat Jadi US$135 Miliar, Dongkrak Laba Bersih Alphabet

25 Juli 2026
AMD Helios Advancing AI 2026

Ambil Alih Pasar AI Gigawatt, AMD Luncurkan Infrastruktur AI Helios dan Gandeng OpenAI Hingga Anthropic

25 Juli 2026
MAXStream TV x iQIYI

Kolaborasi MAXStream TV dan iQIYI Rilis Series ‘Bunga di Tepi Jurang’

25 Juli 2026
RevComm

Akselerasi Pengembangan AI Agent, RevComm Raih Pendanaan Seri B Rp330 Miliar

25 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version