youngster.id - ICEX Group mengumumkan bahwa PT Multikripto Exchange Indonesia (OSL Indonesia) telah resmi menyelesaikan proses transisi dan efektif bergabung ke dalam ekosistem ICEX Group per 7 Mei 2026. Sebelum melakukan migrasi ini, OSL Indonesia merupakan anggota dari bursa kripto CFX.
Sebagai lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) berizin untuk aset keuangan digital di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ICEX Group berkomitmen mendukung terciptanya pasar aset digital yang aman, transparan, dan patuh regulasi di Indonesia.
OSL Indonesia sendiri merupakan satu dari 11 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) pendiri sekaligus pemegang saham ICEX Group. Transisi ini menandai tonggak penting dari proses bergabungnya para PAKD pendiri ke dalam ekosistem ICEX secara bertahap, yang dilakukan berkoordinasi dengan CFX demi menjamin layanan investor tetap berjalan tanpa gangguan.
Langkah strategis ini terjadi di tengah momentum pertumbuhan masif industri aset keuangan digital tanah air. Berdasarkan data OJK per April 2026, jumlah investor aset kripto di Indonesia melonjak drastis dari sekitar 4 juta pada tahun 2020 menjadi lebih dari 21,37 juta investor per Maret 2026, melampaui jumlah investor pasar modal. Nilai transaksi spot bulanan bahkan mencapai Rp22,24 triliun pada Maret 2026.
Sebagai ekosistem infrastruktur terintegrasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ICEX Group mengoperasikan tiga entitas utama untuk mendukung operasionalnya. Pertama adalah Indonesia Crypto Exchange (ICEX) yang bertindak sebagai bursa aset keuangan digital berdasarkan SK OJK No. KEP-2/D.07/2026.
Kedua, Crypto Asset Clearing International (CACI) yang berfungsi sebagai lembaga kliring resmi dengan mengantongi SK OJK No. KEP-12/D.07/2026. Terakhir, International Crypto Custodian (ICC) yang berperan sebagai lembaga pengelola tempat penyimpanan atau kustodian di bawah payung hukum SK OJK No. KEP-11/D.07/2026.
Struktur terintegrasi ini dirancang untuk memperkuat integritas pasar, efisiensi operasional, dan perlindungan penuh terhadap aset nasabah. Selain OSL Indonesia, sepuluh PAKD pendiri lainnya seperti Ajaib, Floq, Indodax, Mobee, Nanovest, Reku, Samuel Kripto Indonesia, Tokocrypto, Triv, dan Upbit Indonesia juga akan menyelesaikan proses transisi mereka secara bertahap.
Chief Executive Officer ICEX Group menyambut baik bergabungnya OSL Indonesia dan mengapresiasi kolaborasi profesional dari pihak CFX dalam memastikan proses migrasi berjalan tertib.
“Fokus kami tetap pada pembangunan infrastruktur yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan ketahanan jangka panjang bagi seluruh pelaku pasar,” ungkapnya.
Sementara itu, Vincent Salaka, Head of Marketing OSL Indonesia, menyatakan bahwa transisi ini merupakan bagian dari arah strategis perusahaan di Indonesia.
“Kami melihat peran kami tidak hanya sebagai pelaku pasar, tetapi juga sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk membangun ekosistem aset keuangan digital yang lebih kuat dan inklusif,” kata Vincent.
Dari perspektif global, Kevin Cui, Executive Director dan Chief Executive Officer OSL Group, menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar paling strategis bagi ekspansi grupnya berkat kombinasi langka antara skala pasar yang besar dan kejelasan regulasi di bawah OJK.
“Penyelesaian transisi OSL Indonesia ke dalam ekosistem ICEX mencerminkan kepercayaan kami terhadap arah pertumbuhan pasar Indonesia dan memperkuat komitmen OSL Group untuk membangun infrastruktur pasar aset keuangan digital masa depan yang mulus (seamless),” pungkas Kevin. (*AMBS)
















Discussion about this post