Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

Xendit: 51% Konsumen Indonesia Batal Belanja Online Akibat Metode Bayar Tak Sesuai

15 Oktober 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Pembatalan transaksi e-commerce Indonesia Xendit

Xendit: 51% Konsumen Indonesia Batal Belanja Online Akibat Metode Bayar Tak Sesuai (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Sebanyak 51% konsumen e-commerce di Indonesia membatalkan transaksi belanja online dalam tiga bulan terakhir karena metode pembayaran yang mereka inginkan tidak tersedia. Persentase pembatalan transaksi (checkout abandonment) akibat kendala pembayaran ini tercatat sebagai yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Temuan tersebut diungkapkan dalam laporan Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 yang dirilis oleh penyedia infrastruktur pembayaran Xendit bersama firma intelijen e-commerce Cube. Laporan ini mengombinasikan data transaksi Xendit dengan riset terhadap 6.000 konsumen di enam negara Asia Tenggara, termasuk 1.000 responden dari Indonesia.

Presiden Xendit, Nazim Ali, menjelaskan bahwa pergeseran dari pembayaran tunai ke digital di Indonesia berlangsung sangat cepat, sehingga pelaku usaha dituntut adaptif menyediakan opsi pembayaran yang relevan.

“Konsumen Indonesia kini semakin meninggalkan pembayaran tunai. Laporan kami menunjukkan bahwa alasan utama konsumen membatalkan pembelian adalah tidak tersedianya metode pembayaran yang mereka inginkan. Kuncinya bukan sekadar menyediakan berbagai metode pembayaran, tetapi juga memahami tren penggunaan dan peluang bisnis yang mengiringinya,” ujar Nazim, Kamis (15/10/2026).

Penyusutan Metode COD dan Lonjakan Transaksi QRIS Hingga 142%

Laporan riset ini juga mencatatkan penurunan signifikan pada penggunaan pembayaran di tempat (cash on delivery/COD). Sebanyak 40% responden di Indonesia mengaku kini jauh lebih jarang menggunakan metode COD dibandingkan tahun lalu—menjadi angka tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Thailand (45%).

Di sisi lain, transaksi real-time berbasis digital mengalami lonjakan drastis. Transaksi menggunakan QRIS di platform Xendit melesat 142% pada periode Januari 2025 hingga April 2026, mengungguli pertumbuhan kartu kredit yang tumbuh 83%.

Selain QRIS, dompet digital (e-wallet) seperti GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay masih mendominasi pasar dengan porsi sekitar 60% dari total pembelian. Bahkan, 70% responden menggunakan e-wallet untuk setidaknya separuh transaksi online mereka—tertinggi di antara enam negara yang disurvei. Sementara itu, metode transfer bank (virtual account) diperkirakan digunakan dalam 52% total pembelian responden.

Perbedaan Preferensi Wilayah dan Adaptasi AI Generatif

Laporan Xendit dan Cube menyoroti bahwa preferensi pembayaran digital di Indonesia cukup bervariasi antar wilayah. Platform penjualan tiket Megatix, mitra Xendit, mencatat bahwa konsumen di Jakarta lebih dominan menggunakan virtual account, sedangkan transaksi di Bali didominasi oleh kartu pembayaran internasional.

Selain pergeseran metode pembayaran, perilaku pencarian produk juga bertransisi ke era kecerdasan buatan. Di Asia Tenggara, sebanyak 53% konsumen memanfaatkan AI Generatif untuk menemukan produk, dan 78% menggunakannya untuk membandingkan harga sebelum membeli—melampaui penggunaan mesin pencari (74%) dan situs ulasan produk (72%).

Seiring dengan peningkatan transaksi di platform e-commerce raksasa seperti Shopee, Lazada, dan TikTok Shop yang tumbuh 33% pada kuartal pertama 2026, Xendit mengingatkan pelaku usaha untuk mengoptimalkan infrastruktur pembayaran langsung (direct-to-rail) guna meminimalkan risiko pembatalan transaksi dan kejahatan siber. (*AMBS)

 

Tags: e-commerce Indonesiae-walletekonomi digitalpembayaran digitalperilaku konsumenQRIStransaksi digitalXendit
Previous Post

Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh Double Digit Lampaui Industri

Related Posts

e-commerce Asia Tenggara
Digital Business

Pasar E-Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$400 Miliar pada 2031. Bagaimana Indonesia?

15 Oktober 2026
0
Alibaba.com CoCreate Pitch 2026
Startup & Entrepreneurship

Alibaba.com CoCreate Pitch 2026 Perdana di Indonesia, Akselerasi Startup Produk dan Ekspor Global

14 Oktober 2026
0
Bali Tech Week 2026
Technology

Indonesia Bidik Investasi Teknologi dan AI Lewat Bali Tech Week 2026

14 Oktober 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

Pembatalan transaksi e-commerce Indonesia Xendit

Xendit: 51% Konsumen Indonesia Batal Belanja Online Akibat Metode Bayar Tak Sesuai

15 Oktober 2026
Pertumbuhan kredit BCA 2026

Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh Double Digit Lampaui Industri

15 Oktober 2026
e-commerce Asia Tenggara

Pasar E-Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$400 Miliar pada 2031. Bagaimana Indonesia?

15 Oktober 2026
Fitur MyBenefits OLX

OLX dan OLXmobbi Luncurkan Fitur MyBenefits, Beri Banyak Diskon dan Garansi Usai Transaksi

15 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pembatalan transaksi e-commerce Indonesia Xendit

Xendit: 51% Konsumen Indonesia Batal Belanja Online Akibat Metode Bayar Tak Sesuai

15 Oktober 2026
Pertumbuhan kredit BCA 2026

Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh Double Digit Lampaui Industri

15 Oktober 2026
e-commerce Asia Tenggara

Pasar E-Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$400 Miliar pada 2031. Bagaimana Indonesia?

15 Oktober 2026
Fitur MyBenefits OLX

OLX dan OLXmobbi Luncurkan Fitur MyBenefits, Beri Banyak Diskon dan Garansi Usai Transaksi

15 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version