youngster.id - Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah setiap tahun, dengan kemasan plastik menyumbang sekitar 19% dari total timbulan nasional. Namun, tingkat daur ulang sampah baru mencapai sekitar 14%, dan sekitar 40% sampah masih belum terkelola secara optimal.
Hal ini mendorong Nestlé Indonesia menggelar #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition. Ini adalah kompetisi bisnis untuk mahasiswa Indonesia dari berbagai disiplin ilmu untuk menjadi agen perubahan dalam pengelolaan kemasan yang lebih sirkular dan bertanggung jawab.
Technical Director Nestlé Indonesia Antonio Prochilo mengatakan, kompetisi ini untuk menjawab tantangan kemasan berkelanjutan di Indonesia. Tidak hanya terletak pada desain dan material, tetapi juga pada kesenjangan antara potensi daur ulang dan realitas pengelolaan sampah pasca-konsumsi.
“Nestlé Indonesia terus berkomitmen dalam menciptakan nilai bersama serta merealisasikan komitmen peta jalan keberlanjutan kami. Hal yang paling menginspirasi kami saat ini adalah melihat semangat dan pemikiran kritis para mahasiswa yang selaras dengan tujuan kami. Mereka menghadirkan ide-ide berbasis riset yang tidak hanya memperkaya perspektif kami, tetapi juga mendorong kami untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh. Kreativitas dan kedalaman analisis mereka membuktikan bahwa generasi penerus siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masa depan,” katanya dikutip Kamis (25/2/2026).
Mengusung tema “Building Circular and Sustainable Systems for Everyday Products”, program ini menjaring lebih dari 3.600 mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik di seluruh Indonesia tergabung dalam 1.355 tim.
“Sejalan dengan komitmen global Nestlé, perusahaan terus mendorong berbagai inisiatif untuk mengurangi penggunaan plastik, menerapkan prinsip design for recycling, serta meningkatkan penyerapan dan pengelolaan kembali sampah kemasan, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan sistem pangan dan kemasan yang lebih berkelanjutan bagi generasi saat ini dan mendatang,” kata Antonio.
Tim Greenfluence terpilih sebagai juara Pertama dari Nestlé Indonesia #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition 2026.
“Melalui proyek PackBack, kami menyadari bahwa permasalahan sampah di Indonesia bukan sekadar isu kesadaran, tetapi persoalan sistem yang masih terfragmentasi dan belum terintegrasi secara menyeluruh. Proyek kami menitikberatkan pada bagaimana mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam ekosistem yang relevan dengan kondisi dan perilaku masyarakat Indonesia. Secara keseluruhan, kompetisi #GreenGeneration dari Nestlé Indonesia mendorong kami untuk merancang solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga kontekstual, terukur, dan siap diimplementasikan,” kata perwakilan Tim GreenFluence.
Para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Founder & CEO Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano; CEO & Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman; Chair of the Management Board Indonesia Packaging Recovery Organization, Reza Andreanto; serta Head of Packaging Nestlé Indonesia, Emiliana Yulianti.
Junerosano mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah menjadi semakin krusial, mengingat sebagian besar persoalan lingkungan saat ini bersifat sistemik dan membutuhkan pendekatan lintas sektor.
“Inisiatif seperti #GreenGeneration menunjukkan bagaimana ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dapat mendorong lahirnya solusi yang lebih kontekstual dan aplikatif. Ide yang dibangun berbasis data serta pemahaman realitas di lapangan, memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada penguatan sistem pengelolaan sampah nasional,” ungkapnya.
STEVY WIDIA
