Minggu, 5 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Industri Game Lokal Belum Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri.

31 Juli 2017
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
Industri Game Lokal Belum Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf pada Game Prime 2017 di Jakarta. (Foto: dok.,youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia telah berhasil menembus posisi ke-16 di dunia dalam hal pendapatan melalui game. Ini mengalahkan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Sayangnya, industri game tanah air belum jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Ia mengatakan, industri game tanah air diam-diam telah berkembang pesat namun maish kalah bersaing dengan game dari luar negeri.

“Nilai pasar game Indonesia untuk 2015 itu US$321 juta. Tahun 2016 US$600 juta dan 2017 US$880 juta. Market games ini pasti sudah berkembang terus tapi tidak ada artinya kalau belum dinikmati oleh development games Indonesia itu sendiri,” kata Triawan Sabtu (29/7/2017) di Expo Hall, Balai Kartini, Jakarta.

Dia juga menilai dari sisi regulasi industri game tanah air masih lemah. “Untuk langkah-langkah sekarang ini bagaimana memperjuangkan games lokal, pembuat-pembuatnya untuk bisa bersaing dan bisa memasarkannya secara internasional. Tentunya banyak sekali yang kami lakukan, saya mau identifikasi lebih lanjut karena perkembangan ini luar biasa. Tahun lalu banyak hambatan saat ini bisa menembus,” ucap Triawan.

Menurut Triawan regulasi bukan pemberian insentif. ” Misalnya salah satu contoh tadi ada keluhan bahwa kita tidak diberikan development kit oleh para pemain besar di luar negeri terutama di Jepang, saya ingin mendapat informasi yang detail mengenai ini,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa pendapatan game di Indonesia sebagian besar masuk ke “kantong” pelaku industri luar negeri, termasuk game-game yang dibuat oleh developer mancanegara. Hanya kurang dari 1% saja pendapatan tersebut yang masuk ke developer dalam negeri dengan memainkan game-game lokal.

“Jadi kami ingin terobosan-terobosan agar bisa menembus pasar lokal lebih besar lagi,” pungkasnya.

 

FAHRUL ANWAR

Tags: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)BEKRAF Game Prime 2017industri gameKepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf
Previous Post

Tips untuk Tampil Sempurna Saat Live Streaming

Next Post

BEKRAF GAME PRIME 2017: Pertemukan Developer dan Konsumen Game Lokal

Related Posts

Potensi Industri Game Coda EKRAF
Industry

Melejit ke US$1,5 Miliar, Coda dan EKRAF Bersinergi Dorong Potensi Industri Game Indonesia

26 Juni 2026
0
Lirik Potensi Industri Game, Bank Mandiri Gelar Livin’ Gamers Festival 2024
Headline

Lirik Potensi Industri Game, Bank Mandiri Gelar Livin’ Gamers Festival 2024

23 September 2024
0
Agate
Headline

Agate Komitmen Ekspansi Global dengan Keamanan Data

25 April 2024
0
Load More
Next Post
BEKRAF GAME PRIME 2017: Pertemukan Developer dan Konsumen Game Lokal

BEKRAF GAME PRIME 2017: Pertemukan Developer dan Konsumen Game Lokal

Jakarta Awali Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Edisi Kedua

Jakarta Memasuki Tahap Hacksprint Gelombang 2

Mahasiswa UB Buat Pewarna Makanan Antioksidan Dari Bunga Telang

Mahasiswa UB Buat Pewarna Makanan Antioksidan Dari Bunga Telang

Discussion about this post

Recent Updates

Program She Can

Program She Can, Gelar Literasi Keuangan bagi 1.200 Pasang Calon Pengantin di Pontianak

4 Juli 2026
Privy Digital Identity

Atasi Penipuan Tiket Konser, Privy Segera Integrasikan Digital ID ke Ekosistem Ticketing

4 Juli 2026
Platform SCF ICX

Catat Kinerja Impresif, Platform SCF ICX Fasilitasi Buyback Saham Investor Hingga Rp71 Miliar

4 Juli 2026
pendanaan startup Asia Tenggara

Cetak Rekor Baru, Pendanaan Startup Asia Tenggara Juni 2026 Meroket Tembus US$3,84 Miliar

4 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Program She Can

Program She Can, Gelar Literasi Keuangan bagi 1.200 Pasang Calon Pengantin di Pontianak

4 Juli 2026
Privy Digital Identity

Atasi Penipuan Tiket Konser, Privy Segera Integrasikan Digital ID ke Ekosistem Ticketing

4 Juli 2026
Platform SCF ICX

Catat Kinerja Impresif, Platform SCF ICX Fasilitasi Buyback Saham Investor Hingga Rp71 Miliar

4 Juli 2026
pendanaan startup Asia Tenggara

Cetak Rekor Baru, Pendanaan Startup Asia Tenggara Juni 2026 Meroket Tembus US$3,84 Miliar

4 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version