youngster.id - Asian Development Bank (ADB) meluncurkan dana kemitraan senilai US$25 juta atau setara Rp400 miliar guna membiayai persiapan proyek infrastruktur transmisi dan energi lintas batas di kawasan Asia Tenggara. Inisiatif bertajuk Regional Connectivity Fund for Energy in Southeast Asia (RCF) ini merupakan dana khusus pertama di kawasan yang bertujuan mempercepat realisasi ASEAN Power Grid sebagai langkah strategis mencapai integrasi jaringan listrik penuh pada tahun 2045.
Presiden ADB Masato Kanda menyatakan bahwa ASEAN Power Grid merupakan peluang besar bagi Asia Tenggara untuk menjamin ketahanan energi bagi hampir 700 juta jiwa sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Berkat dukungan kuat dari para mitra kami, peluncuran dana persiapan proyek ini adalah langkah tegas menuju percepatan investasi ASEAN Power Grid yang berkualitas tinggi dan mengubah ambisi regional menjadi tindakan nyata,” ujar Masato, dikutip Sabtu (10/4/2026).
Dana RCF dikelola sebagai inisiatif utama di bawah ASEAN Infrastructure Fund (AIF), yang merupakan platform pembiayaan infrastruktur milik regional terbesar di Asia Tenggara. Pendanaan awal ini merupakan hasil kontribusi dari pemerintah Australia, Kanada, Uni Eropa, Jerman, dan Britania Raya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas skala dan dampak AIF dalam mendukung konektivitas energi antarnegara anggota ASEAN.
ADB bersama dewan AIF dan negara-negara anggota ASEAN akan mengelola dana ini untuk menyediakan bantuan teknis serta hibah pembiayaan kesiapan proyek. Lingkup bantuan tersebut mencakup studi kelayakan, desain teknik, penataan keuangan, hingga penilaian kerangka pengamanan lingkungan dan sosial. Selain itu, dana ini juga akan digunakan untuk pemberian saran kebijakan, perbaikan regulasi, pembangunan kapasitas, serta berbagi pengetahuan demi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan jaringan listrik regional.
Fokus utama dari RCF adalah memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur dirancang dengan matang, memiliki kelayakan finansial yang tinggi (bankable), dan selaras dengan prioritas nasional setiap anggota ASEAN. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat permintaan energi di Asia Tenggara diperkirakan akan meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun 2050. ASEAN Power Grid akan memainkan peran vital dalam membuka akses terhadap pasokan listrik yang andal dan terjangkau, termasuk dari sumber energi terbarukan seperti surya, angin, dan hidro.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, ADB telah berjanji untuk menyalurkan hingga US$10 miliar dalam 10 tahun ke depan untuk mendukung ASEAN Power Grid dan investasi terkait lainnya. Dukungan ini meliputi percepatan koneksi listrik lintas batas, proyek jaringan nasional, serta inisiatif energi terbarukan yang akan memfasilitasi perdagangan energi antarnegara. Langkah ini memperkuat posisi ADB yang bulan lalu mengumumkan peningkatan dukungan bagi ASEAN sebagai mitra perbankan utama dalam mengembangkan pasar modal, kesiapan kecerdasan buatan, ekonomi biru, hingga ketahanan daerah aliran sungai. (*AMBS)
