Efek Aturan OJK & Restrukturisasi, Monk’s Hill Ventures Angkat Kaki dari Indonesia!

Monk's Hill Ventures

Efek Aturan OJK & Restrukturisasi, Monk's Hill Ventures Angkat Kaki dari Indonesia! (Foto: Istimewa/MHV)

youngster.id - Perusahaan modal ventura (venture capital/VC) terkemuka asal Singapura, Monk’s Hill Ventures, resmi angkat kaki dari Indonesia dengan menutup kantor operasionalnya di Jakarta. Keputusan ini mengakhiri rekam jejak keberadaan fisik VC tersebut di Tanah Air yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Dilansir Tech in Asia, langkah drastis ini diambil seiring dengan restrukturisasi tim kepemimpinan internal perusahaan. Selain itu, Monk’s Hill Ventures juga mengalihkan fokus investasinya dari startup tahap awal (early-stage) ke perusahaan yang lebih matang atau tahap pertumbuhan (growth-stage).

Sebelum memutuskan angkat kaki, VC yang dikenal sebagai salah satu investor awal ekosistem ekonomi digital Indonesia ini berkantor di kawasan pusat bisnis bergengsi SCBD, Jakarta. Selama kiprahnya, Monk’s Hill Ventures telah mendanai sejumlah perusahaan teknologi regional ternama, seperti Ninja Van dan Glints.

Sejak didirikan pada tahun 2014, Monk’s Hill Ventures telah menyuntikkan modal ke berbagai startup lokal Indonesia. Portofolio mereka mencakup platform logistik Waresix, perusahaan e-commerce aggregator Hypefast, platform pendanaan agritech Crowde, hingga perusahaan akuakultur Delos.

Selain investasi, VC ini juga mencatatkan beberapa aksi keluar (exit), di antaranya pada perusahaan cybersecurity Horangi, serta platform komik Inkr pada Maret 2026 lalu.

Langkah penutupan kantor ini terjadi di tengah iklim penghimpunan dana (fundraising) yang kian menantang bagi perusahaan modal ventura di Asia Tenggara.

“Di sisi lain, keputusan angkat kaki ini juga bersamaan dengan ketatnya regulasi baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulator keuangan Indonesia tersebut mulai menegakkan aturan yang mewajibkan perusahaan modal ventura asing untuk mengantongi izin resmi bagi kantor perwakilan mereka di Indonesia,” katanya, dikutip Jum’at (24/7/2026). (*AMBS)

 

Exit mobile version